
Bismillahirrahmanirrahim …
…
“Ra, pulang nantik kita jalan yok” ucap Daren lembut.
“Kemana?” tanya Clara.
“Ada deh, liat aja nantik kita kemana” jawab Daren mengusap lembut kepala Clara.
“Daren jangan, kita lagi disekolah” protes Clara dengan pipi yang sudah memanas.
“Hehe iya maaf” balas Daren terkikik.
…
Author Pov
Pulang sekolah mereka langsung mengganti pakaian di Mall terdekat. Lalu mereka pergi ke toko mainan.
“Daren kita ngapain kesini?”
“Udah ikut aja, aku pengen beliin kamu sesuatu”
"Beli apa?" tanya Clara penasaran.
"Kepo yaa?? Hahaha"
"Aaaa Dareen" ucap Clara merengek sambil memukul pelan bahu Daren.
"Yaudah iya iya, tutup dulu matanya, tapi jangan ngintip" pinta Daren sambil pergi dari hadapan Clara.
"Ren, udah belum? aku buka nih" ucap Clara tidak sabaran.
"Haha dasar ya kamu nggak sabaran, yaudah ayok buka sendiri matanya" ucap Daren sambil berpose didepan Clara sambil memegang sesuatu.
*ini dia barang yang di beli Daren
"Aaaa sayaang" ucap Clara heboh, sambil memeluk Daren erat"
"Hehe, gimana kamu suka nggak sama bonekanya?, oiya maaf ya, aku itu sebenarnya nggak pandai bikin kejutan-kejutan kayak pasangan yang lain, aku cuma bisa ngasih kamu kayak gini doang" ucap Daren sedikit merasa bermasalah.
"Ihh kamu ngomong apaan sih? Dikasih gini aja aku udah senang banget, berasa mimpi, soalnya jarang-jarang juga kamu kayak gini, biasanya kan marah-marah mulu"
"Hehe maaf ya sayang, maafin kelakuan aku selama ini yang udah kasar sama kamu, aku janji, bakal ngerubah itu semua, demi kamu" ucap Daren merasa bersalah sambil mencium pelan pucuk kepala Clara.
"Iya udah aku maafin kok, asal jangan diulangin lagi, aku takut soalnya" ucap Clara pelan sambil memeluk erat Daren kembali.
Daren pun membalas pelukan Clara, mereka tidak memperdulikan pandangan orang-orang sekitar yang sejak tadi sibuk menggeleng-gelengkan kepala.
"Ren" panggil Clara lembut.
"Iya sayang"
__ADS_1
"Omg, baru di panggil sayang aja gue udah ketar ketir gini, lemah banget sih lo ra" rutuk Clara dalam hati.
"Clara sayang? Kamu kenapa?" tanya Daren heran, karena Clara bukannya membalas ucapan Daren, malah sibuk senyum-senyum sendiri dalam pelukan Daren.
Melihat Clara yang senyam senyum sendiri, Daren malah terkikik.
"Cuph"
Daren langsung mencium pipi Clara.
"Daren?!" pekik Clara pelan.
"Bodo, siapa suruh senyam senyum sendiri, pasti lagi mikir kenapa aku ganteng banget kan?" tebak Daren.
"Hih sok tahu banget, enak aja" elak Clara dengan pipi yang sudah sangat memanas akibat menanggung malu. Lalu Clara langsung pergi keluar toko dengan berlari kecil.
"Eh Ra, kok aku ditinggal sih?" panggil Daren sambil menyusul Clara.
Namun "Eh eh tuan, bayar dulu kali bonekanya" ucap pedagang berlari mengejar Daren.
"Astaga, maaf pak saya lupa" ucap Daren canggung sambil memberikan uang 100k lima lembar.
Di sebrangnya Clara sibuk menertawakan Daren yang lupa membayar barang yang sudah dibelinya.
Melihat Clara yang tertawa puas, membuat hati Daren tenang, dia tidak peduli harus menanggung malu, asalkan kekasih nya bisa selalu tersenyum.
"Aku sayang banget sama kamu ra, jangan pernah tinggalkan aku, tetap lah betah menghadapi sifat ku yang jahat ini" ucap Daren dalam hati sambil tersenyum lembut berjalan kearah Clara.
"Ih dasar kamu ya ren, bikin malu, tapi aku ngakak, gimana dong?" Ucap Clara yang tak berhenti terkekeh sejak tadi.
Ditatap Daren selekat itu, Clara mendadak terdiam, lalu dia memalingkan wajahnya kebawah.
"Lihat aku Clara Rubio Farensa" ucap Daren memanggil nama lengkap Clara lalu menarik pelan dagu Clara agar menghadap sejajar kearahnya.
Mendadak pipi Clara langsung memanas, dan detak jantungnya seketika berdetak sangat cepat.
"Yaampun ren, kenapa sih kamu selalu bisa bikin aku mati kutu gini? Gimana coba aku bisa ngeliat kamu, bisa pingsan mendadak nanti, kan nggak lucu pingsan didepan kamu" gumam Clara pelan.
"Ayo dong ra, lihat aku, nantik kalau nggak mau juga, aku cium nih" ucap Daren sedikit mengancam.
Seketika Clara melihat Daren.
"Yaaah, padahal aku berharapnya kamu tetap nunduk lo" balas Daren terkekeh.
"Aaa Daren" protes Clara yang langsung di peluk Daren se erat-eratnya.
"Loveyoutoo Daren Alonso" balas Clara malu-malu sambil membenamkan kepalanya di Dada bidang Daren.
Tidak jauh dari tempat mereka berada, Dicky dan Siska melihat sambil meminum kopi diujung toko.
"Brengsek" ucap Dicky memukul dinding yang berada disampingnya.
"Dicky, sabar jangan gegabah, ingat kita lagi di cafe, apa kata orang-orang nantik" ujar Siska pelan.
"Gue kesall Sis, Clara itu seharusnya udah jadi milik gue, padahal Daren .." Dicky sejenak terdiam tidak melanjutkan kalimatnya.
__ADS_1
"Padahal Daren?" tanya Siska penasaran.
"Bukan maksudnya, padahal Daren itu jelek, gantengan juga gue kemana-mana, tapi kenapa selalu si brengsek itu yang jadi pemenangnya" ucap Dicky lega, karena berhasil menjawab pertanyaan Siska.
Karena bagaimana pun dia tidak mungkin membongkar identitas Daren, yang ada Siska nantik malah takut dan memutuskan kerjasama mereka.
•••
Author mau list lagi pemeran-pemaran dari cerita ini, plus nama asli si tokoh dan karakter masing-masing pemain.
Domonik Sadoch as DAREN ALONSO
- Author memilih Dominik Sadoch ini sebagai pemeran Ilustrasi Daren karena wajahnya cocok dengan karakter Daren di Cerita ini. Memiliki sifat Psychopath\, namun mampu mengelabui orang lain dengan wajah lugunya. Apalagi kalau rambutnya itu pendek\, kayak anak baik-baik banget kesannya hahaha.
Anna Von Klinski as CLARA RUBIO FARENSA
- Alasan author memilih Anna Klinski ini sebagai pemeran Ilustrasi Clara karena karakter wajahnya yang lugu dan terkesan lembut\, seperti karakter Clara di cerita ini. Wajah-wajah yang kalau dilihat langsung bikin orang jatuh cinta.
Alissa Violet as SISKA FERNATA
- Author memilih Alissa Violet sebagai pemeran Ilustrasi Siska karena karakter wajahnya yang kuat\, sexy\, dan tajam\, namun masih memiliki sisi lembut\, seperti karakter Siska di cerita ini. Di dalam cerita ini\, karakter Siska itu tidak sejahat seperti umumnya\, dia hanya berusaha memperjuangkan cintanya yang masih bertepuk sebelah tangan\, namun karena tidak kunjung terbalas\, Siska menjadi Arogan\, dan melampiaskan kegagalannya itu dengan cara membully orang lain.
Alex Lange as DEFRIYAN DICKY
- Author memilih Alex Lange sebagai pemeran ilustrasi Dicky karena pertama wajahnya mampu menyaingi ketampanan Daren haha\, lalu karakter Dicky ini sebenarnya baik\, namun juga ada licik-liciknya\, karena meskipun dia terpaksa menjadi seperti psychopath\, tidak bisa dipungkiri\, kalau dia juga mempunyai latar belakang yang keras\, nah yang udah baca dari awal\, pasti tahu. hehe
Serge Rigvava as BAIM DIONARDI
- Author memilih Serge Rigvava sebagai pemeran ilustrasi Baim karena dia cocok dengan karakter Baim dicerita ini\, gaul-gaul gitu\, dan karakter yang ibarat selalu ngikut aja. Dan Baim ini salah satu yang dekat juga dengan Daren\, tetapi dia belum tahu sifat Daren sebenarnya seperti apa.
Hugh Laughton Scott as BOBBY PRAKASA
- Author memilih Hugh Laughton Scott sebagai pemeran ilustrasi Bobby karena mimik wajahnya cocok dengan karakter Bobby di cerita ini\, jahat\, kejam\, dan sombong.
•••
Nah sekian dulu ya dari author, makasih buat yang udah baca, kasih jempol, dan berkomentar, see you next Chapter ya ❤
•••
salam hangat
suci nazifah
__ADS_1