
Bismillahirrahmanirrahim..
…
20.30 wib …
Setelah asik berjalan berdua, Daren mengantar Clara pulang kerumah.
“Makasih ya ren, oh iya kamu nggak mau singgah dulu?” tanya Clara.
“Aku kayaknya langsung pergi aja ra, soalnya ada yang mau aku urus dulu”
“Ngurus apa? Jangan bilang ngebunuh lagi” ucap Clara memicingkan matanya.
“Hehe enggak kok yang, beneran ada urusan, nanti kalau udah selesai aku kabarin kamu lagi” ucap Daren sambil mencium pucuk kepala Clara singkat lalu bergegas melajukan mobilnya.
…
“Mama, Clara pulaang” teriak Clara sambil memasuki rumahnya.
“Eh anak mama udah pulang, diantarin siapa tadi? Kok nggak diajak masuk dulu?” tanya Mama Indah (nama mama Clara).
“Oo Daren ma, tapi dia ada urusan, makanya nggak sempat singgah” ucap Clara menjelaskan.
“Oo lain kali suruh dia singgah ya, mama udah lama nggak ketemu sama dia soalnya”
“Jadi mama setuju kalau Clara sama Daren?”
“Hemm untuk sekarang sih mama setuju, nggak tahu deh kalau besok” jawab Mama tertawa pelan.
“Ih mama kayak Dilan aja” balas Clara ikutan tertawa.
Disaat mereka lagi tertawa bersama, tiba-tiba bel pintu berbunyi.
“Ma kayaknya ada tamu deh” ucap Clara yang diangguki mamanya.
“Yaudah biar mama aja, kamu duduk aja disini, kan capek baru habis ngedate” goda mama Indah sambil bergegas membuka kan pintu depan.
“Hai Tante” sapa seseorang dari luar.
“Oh hai juga, btw kamu siapa ya? Mau ketemu siapa?”
“Perkenalkan, nama saya Dicky tan, saya yang kemaren nelfon tante waktu Clara sakit.” Dicky menjelaskan sambil tersenyum.
“Ooo jadi kamu yang namanya Dicky, lumayan juga ya” jawab Mama Indah melihat Dicky dari atas kebawah.
“Lumayan apa tante?” tanya Dicky penasaran.
“Ooh nggak ada, tante becanda aja kok, ayok masuk, mau nyari Clara kan?” tebak Mama Indah yang diangguki Dicky. Lalu mereka masuk bersama kedalam rumah.
__ADS_1
“Raaa, ini ada temen kamu sayang, ayok kesini dulu kamunya” panggil Mama Indah menyuruh Clara agar pergi keruang tamu.
“Siapa m…, Ohh Dicky, kenapa ki tumben banget kamu kesini?” tanya Clara lalu duduk disamping Dicky.
“Eh, kamu ngapain duduk disamping Dicky?” bisik Mama Indah pelan.
“Kenapa emangnya?” balas Clara dengan nada pelan juga.
“Nggak boleh, kamu itu udah punya Daren, duduknya jauhan dikit atuh sayang” pinta Mama sambil kembali berbisik.
“Astaga mama, udah kayak Daren aja posesifnya” gumam Clara dalam hati sambil memukul jidatnya pelan.
“Yaudah tunggu sebentar ya ki, gue bikin minum dulu, ohiya lo mau minum apa?”
“Apa aja teserah ra,” jawab Dicky cepat.
“Oke kalau gitu, mama, mama disini dulu ya bareng Dicky, aku mau kedapur dulu bikin minum.”
…
“Jadi nak Dicky kesini mau ngapain?” tanya mama Indah to the point.
“Emm nggak ada tante, cuma mau main aja, kenapa ya tan?” ucap Dicky canggung.
“Ooo nggak papa, tapi jangan serng-sering ya, soal nya Clara udah ada yang punya, nanti dikira anak tante kegatalan lagi bawa cowok lebih satu kerumah” ucap mama Indah menjelaskan.
“Hehe tante tenang saja, saya cuman teman nya Clara kok, nggak lebih” ujar Dicky menahan kesal.
“Akhirnya pulang juga, kasian juga sebenarnya, tapi mau gimana lagi, nantik apa kata tetangga, bisa-bisa Clara dicap cewek keganjenan dekat dengan banyak pria” ucap Mama hendak pergi kekamar.
“Loh Dicky mana ma?” tanya Clara datang dengan membawa kopi dan the diatas nampan.
“Sudah pulang dia, mama yang suruh” ucap Mama Indah tersenyum kaku.
“Kok disuruh pulang? Dia baru sampai ma, kasian anak orang” ucap Clara tak habis fikir.
“Ya mau gimana, mama kurang suka ngeliatnya, dan mama nggak tahu kenapa” ucap Mama Indah berlalu.
Melihat mamanya yang sudah pergi kekamar, Clara memutuskan untuk memasuki kamarnya juga, dan langsung mencoba menghubingi Dicky, karena bagaimana pun Clara merasa tidak enak hati karena sudah membiarkan Dicky diusir secara halus oleh mamanya.
Via Ponsel
Clara: “Halo ki”
Dicky: “Halo juga ra” balas Dicky.
Clara: “Ki, sumpah demi apapun gue minta maaf atas sikap nyokap gue tadi sama lo, mungkin factor baru pertama jumpa, makanya ada jutek”
Dicky: “Iya ra, tenang aja, gue nggak masukin kehati kok, oh iya lo lagi ngapain sekarang?”
__ADS_1
Clara: “Syukur deh kalau lo nggak marah, gue nggak ngapa-ngapain sih, lagi baring-baring aja, lo sendiri lagi ngapain?
Dicky: “Ini lagi dalam perjalanan pulang, maklum anak rantauan, jadi nggak punya kendaraan, haha”
Clara: “Haha iya juga sih, tapikan lo bisa naik angkot atau gojek”*
Dicky: “Nggak papa lah ra, sesekali jalan kaki, biar bisa ngerasain angin malam”
Clara: “Ooo yaudah, kalau gitu gue tutup ya, soalnya gue mau mandi dulu, bye-bye”
Clara memutuskan sambungan telepon karena Daren sedari tadi menelfonnya.
Daren: “Kok dialihkan ra? Telfonan sama siapa sih?”
Clara: “Oh itu aku lagi telfonan sama sahabat aku yang sekolah disekolah aku dulu, Maya” balas Clara berbohong.
Daren: “Oo, maaf ya, karena aku obrolan kamu sama sahabat kamu jadi terganggu” .
Clara: “Nggak papa, kamu nggak perlu minta maaf” ucap Clara merasa bersalah karena sudah berbohong.
Daren: “Yasudah, aku cuman mau kasih tahu kamu, kalau aku sudah dirumah, kan aku udah janji bakalan kasih kabar ke kamu, kalau urusan aku udah selesai, makanya aku nelfonin kamu”
Clara: “Iya sayang, makasih ya sudah nepatin janji sama aku”
Daren: “Iya sayang, yasudah, aku tutup ya telfonnya”
Clara: “Loh kenapa?”
Daren: “Nggak papa, biar kamu bisa istirahat juga, selamat tidur Clara, love you” ucap Daren pelan dan langsung mematikan ponselnya.
“Daren kenapa ya? tumben banget, biasanya dia yang kepengen lama-lama” ucap Clara heran, dan sedikit khawatir.
Disisi lain, Daren terdiam di balkon rumah Clara, dia sengaja berdiri disitu karena ingin memberi kejutan kepada Clara. Namun niat itu dia urungkan karena dia terlebih dahulu mendengar percakapan Clara dan Dicky.
“Aku maklumin ra kalau kamu berbohong, karena kamu pasti takut kalau aku nanti malah marah-marah sama kamu, tapi kenapa kamu sekhawatir itu sama Dicky? Apa kamu ada rasa sama Dicky? Karena setau aku, cewek nggak bakal mau basa basi sama orang yang nggak dia suka” ucap Daren sedih.
Kemudian Daren bergegas turun dan memasuki mobilnya yang terparkir di seberang rumah Clara dan langsung melajukan mobilnya menuju rumahnya. Karena kalau dia berlama-lama disana, emosinya bisa saja langsung meledak tanpa terkontrol dan dia tidak mau itu terjadi.
•••
Nah sekian dulu ya dari author, makasih buat yang udah baca, kasih jempol, dan berkomentar, see you next Chapter ya ❤
•••
salam hangat
suci nazifah
__ADS_1