
Bismillahirrahmanirrahim,
...
Maaf ya karena author lamaaa banget updatenya, soalnya kemaren bener-bener fokus di reallife, tapi sekarang akan coba next lagi, semoga kalian suka dengan lanjutannya, cekidot ....
...
Setelah mengikuti serangkaian sidang yang mana Daren dan Dicky benar-benar akan dijebloskan ke dalam penjara, dengan hukuman seumur hidup dan Clara yang menjadi saksinya.
Dua Tahun pun berlalu ...
Pukul 01:15 Dini Hari
"Ceklek" suara tipis terdengar.
"Ahhh mantap" ucap seseorang sambil menyeka keringat dengan punggung tangannya.
"ALFI" ujar Daren dan Dicky serentak.
"Anjim, diem woi, suara lo kekecilan" sahut seseoang yang ternyata adalah Alfi.
"Kebesaran *******!" jawab Daren kalem.
"Wait, Wait, sejak kapan lo bisa ngomong begitu?" potong Dicky syok.
"Adooh berisik amat lu, nanti aja deh ceritanya, mending sekarang cepetan keluar, mau bebas apa enggak?"
"Ya maulah" jawab Daren dan Dicky kompak. Lalu mereka bertiga keluar sel perlahan sambil memastikan tidak ada satupun orang yang mengetahui kegiatan mereka saat itu.
"Ayo buruan naik, kita harus segera keluar dari sini" ujar Alfi sambil masuk kedalam mobil yang di ikuti Daren dan Dicky.
"Mana tiketnya?" tanya Daren.
"Nih, berangkat pukul 05:00 pagi" Alfi menyodorkan 2 tiket.
"Eh apanih? kok gue nggak paham Ren? Kenapa ada tiket segala?" potong Dicky bingung.
"Pagi ini kita bakal keluar dari Indonesia" jawab Daren dingin.
"Loh kenapa?" tanya Dicky kembali.
"Plaak, astaga ki, begitu doang kaga paham lo, lo mau emangnya ditangkap lagi? mereka nggak bakal diem aja setelah tau kalian kabur dari penjara"
"Oh iya juga ya, ***** banget gue" Dicky menepuk jidatnya pelan.
"Udah paham sekarang?" tanya Daren menyindir.
"Iye iye paham gue sekarang" balas Dicky sinis.
"Lo yakin nggak ikut kita berdua fi?" tanya Daren memastikan.
"Kata siapa gue nggak ikut? ikut kok, yakali gue masih bertahan disini setelah bikin masalah besar, Hahaha" ujar Alfi sambil melihatkan tiketnya. Lalu Daren tersenyum tipis melihatnya.
"Ah nggak asik nih, kalian berdua bikin rencana tanpa sepengetahuan gue, curang" ucap Dicky sambil memanyunkan bibirnya.
"JIJIK" balas Daren Alfi kompak sambil memperagakan orang muntah.
"Ya habisnya sih lo berdua main rahasia-rahasiaan dibelakang gue, ditambah lo fi, kenapa mendadak jadi orang nakal gini, kan lo polisi? masa mau ngebebasin kita berdua" ucap Dicky mulai serius.
"Bukan begitu, ini itu rencana dadakan" jawab Daren tenang.
__ADS_1
Daren POV
Dua hari yang lalu
"Ren" seseorang tiba tiba memanggilku.
"Masih ingat gue kan?"
"Masih" jawabku Dingin sambil menyebut namanya dalam hati yaitu Alfi.
"Dingin amat kaya es, santai dikit dong, ada yang mau gue omongin sama lo"
"Gue sibuk, nggak liat nih gue lagi bersihin wc" sambil menunjukkan pel lantai yang ku pegang saat itu.
"Gue tau, tapi ini penting, lo mau bebas nggak?" ucapnya dengan seringai kecil.
Seketika aku terdiam, entah kenapa naluri ini meminta agar aku mendengarkan ucapan pria cupu yang tengah berdiri dihadapanku sekarang.
"Nggak usah bercanda" jawabku ketus.
"Gue serius Ren! gue tau dimana Clara sekarang" ucapnya kembali menyeringai.
"Oke lo mau bahas apa?" ucapku cepat.
"Hahaha, tiba Clara aja cepat, yaudah ikut gue, kita nggak bisa bicara disini" ujarnya.
Aku mengikuti langkahnya yang menuju lantai atas sel ini. setiba nya diatas.
"Gue berencana untuk membebaskan lo dan Dicky dari sini" ucapnya tiba-tiba.
"Hahaha, nggak usah bercanda Fi, dalam rangka apa? dan atas dasar apa lo mau ngelakuin semuanya?" ucapku tertawa tak mengerti.
"Gue serius *******" balas Alfi dingin.
Kemudian Alfi terkekeh pelan, lalu berkata "Mana Daren yang dulu? yang mampu mengendalikan emosinya?"
"Udah diem, bukan urusan lo. mending sekarang kasih tahu gue, apa yang sedang lo rencanain sekarang, dan kasih tahu gue alasannya" ucapku tidak sabaran.
"Baiklah, malam kamis gue bakal bebasin kalian berdua, gue bakal kasih penjaga malam pil tidur di minumannya, tapi ingat kita harus bergerak cepat, dan paginya kita langsung terbang menuju Polandia" ucap Alfi panjang lebar.
"Kenapa ke Poland?" ucapku.
"Karena Clara sedang Kuliah disana, tepatnya di Kota Gdansk" jawab Alfi tersenyum smirk.
"Oke, jelasin alasannya, alasan lo ngelakuin semua ini ke gue"
"Alasan gue simple, gue pengen nyusul cewek idaman gue kesana, dia sekampus bahkan sejurusan dengan Clara di Poland, dan ketika lo bebas, lo harus bayarin uang kuliah gue sampai gue tamat" ucapnya tanpa berdosa.
"Anjim banget, tapi baiklah gue setuju, uang gue kan banyak, eh tapi gimana sama kerjaan lo?"
"Tenang aja, lo nggak perlu mikirin itu, biar jadi urusan gue, pokoknya lo sama Dicky tinggal siapin diri dan untuk tiket, penginapan sama semuanya udah gue siapkan, dua malam lagi lo berdua bakal gue jemput, oia satu lagi, jangan kasih tahu Dicky dulu, biar ini jadi rahasia kita berdua sampai nanti saatnya tepat"
"Oke siap, lo tenang aja, rahasia aman" ucapku sambil pergi berlalu meninggalkan Alfi.
...
"Ohh jadi itu alasannya, btw siapa Fi cewek yang lo suka? bagi-bagi juga dong, gue jomblo nih" ujar Dicky yang kini sudah
tidak marah lagi.
"Lo kira dia barang dibagi-bagi?" suara Alfi sedikit meninggi.
__ADS_1
"Santai dong, maksud gue bagi-bagi tips, gimana supaya gue juga dapat cewek" jawab Dicky kesal.
"Ya mana gue tau, gue aja juga belum jadian" balas Alfi terkekeh.
"Yeee gue fikir lo udah jadian sama tu cewek, ahahaha" Dicky tertawa pelan.
"Udah sssstt, berisik kalian, btw mau kemana ini Fi?" tanya Daren setengah ngantuk.
"Ketempat persembunyian gue, udah lo tenang aja, kita nggak bisa tinggal di kota, mereka pasti langsung nyari kita besok"
...
Pukul 05.00
Daren, Dicky dan Alfi tiba di Bandara.
"Kemana nih?" tanya Dicky yang masih mengantuk.
"Ayo ikutin gue" ujar Alfi memimpin didepan.
"Dreeett" ponsel Alfi bergetar.
"Siapa fi?" tanya Daren khawatir.
"Siapa lagi kalau bukan Bryan" Alfi terkekeh.
Mereka berlari dan segera mengurus semua hal yang perlu di selesaikan, sampai akhirnya mereka berhasil masuk kedalam pesawat.
5 Menit berlalu ...
"Anjirr 5 menit kenapa rasanya lama benget sih?" kutuk Alfi dalam hati sambil menoleh kesegala sisi, memastikan tidak ada yang membuntuti mereka.
"Masih lama ya ini Ren?" bisik Dicky.
"Nggak tahu gue" jawab Daren sinis, yang ternyata juga sudah mulai gelisah dari tadi.
Tiga menit kemudian akhirnya pesawat pun berangkat.
"Fiuhh, akhirnya terbang juga ni pesawat" syukur Daren pelan.
"Hahaha, ternyata lo gusar juga ya dari tadi?" ejek Alfi.
"Yaiyalah ****, yakali gua nggak khawatir" jawab Daren terkekeh pelan.
...
Hai, Semuanya, dapat salam dari Daren hehe
...
Sekian dulu dari author, makasih buat yang sudah baca, like dan berkomentar, see you next chapter ♥♥♥
…
Oh iya, jika ada yang berkenan, silahkan juga baca cerita author yang lainnya, yang berjudul "not" Perfect Couple. Selamat membacaa ♥
...
salam hangat
__ADS_1