My Psychopath Boyfriend

My Psychopath Boyfriend
Episode 45


__ADS_3

Bismillahirrahmanirrahim



Debur ombak yang berwana biru muda benar-benar membuat sempurnanya keindahan di pantai ini. Daren dan yang lainnya bahkan mampu melupakan semua masa kelam yang menyelimuti mereka tadi malam, suara tawa terdengar indah di sekitar pantai.


Dari jauh sesosok wanita menatap ketengah pantai sambil tersenyum getir.


“Oh tuhan, apa yang harus aku lakukan sekarang? Kini semuanya terasa normal, tapi aku tidak bisa memungkiri kalau Daren telah bersalah selama ini, bagaimanapun dia harus bisa menerima hukuman atas segala perbuatannya, tapi jika aku mengatakan yang sebenarnya, aku takut dia akan mendapatkan hukuman seumur hidup” Clara mendesah pelan sambil memijat kepalanya. Sedangkan Dian telah menyusul yang lainnya ketengah pantai.


“Kenapa harus sekarang Bryan menghubungiku, aku memang salah sudah melaporkannya dulu, dan bagaimana jika Daren tahu kalau aku yang melakukannya, Aaahh” teriak Clara frustasi.


*Flashback beberapa bulan yang lalu 


“Permisi pak, perkenalkan saya Clara” Clara mendatangi kantor Bryan sehari sesudah Daren dan Dicky dipanggil ke ruang Kepala Sekolah.


“Ooo jadi kamu yang melapor via telfon tadi?” ucap Bryan tersenyum.


“I..iya” jawab Clara sedikit gugup.


“Tenang saja, tidak perlu gugup, kamu cukup memberi tahu saya semuanya, saya dan yang lainnya memang sudah sangat lama mengincar dia, metode yang digunakannya hampir selalu sama, selalu saja memotong jari kaki dan tangan korban, dasar psychopath sinting”  Bryan mengumpat lalu menghela napas pelan, ia benar-benar kesal sekaligus lega, karena buronan yang sudah iya incar semenjak empat tahun yang lalu akhirnya menemui titik terang.


“Tapi saya tidak bisa memberikan info apa-apa, karena saya tidak punya banyak bukti, saya hanya bisa memberikan bukti itu saja.” Cicit Clara pelan.


“Iya, saya mengerti, bahkan dengan infomasi ini saja sudah membuat saya senang, karena setidaknya kami tahu sekarang seperti apa wujud psychopath ini,” Bryan tersenyum tipis.


Entahlah. Entah informasi apa yang sudah diberikan Clara kepada para polisi, yang pasti Clara sudah dengan sengaja mengungkapkan identitas Daren kepada pihak kepolisian.


“Oh iya, untuk saat ini, kamu tidak perlu melakukan apa-apa, biar saya yang mengurus, dan biar saya yang mengintai dia sampai kami benar-benar punya bukti kuat untuk menahannya dan menjebloskannya kepenjara” ucap Bryan lagi.

__ADS_1


“Emm tapi pak, kira-kira kalau Daren di jebloskan kedalam penjara, hukuman apa yang akan diterimanya?” tanya Clara penasaran.


“Hemm” Bryan menggaruk-garuk kecil dahinya sambil melihat Clara dari atas sampai bawah.


“Oke baiklah, menurut hukum pidana, Daren akan dihukum penjara seumur hidup, atau bisa saja langsung mendapatkan hukuman mati, karena dia sudah membunuh belasan manusia" ujar Bryan menjelaskan.


"T.t..tapi dia kan psychopath? bukannya itu suatu penyakit? apa tidak bisa diringankan hukumannya?" 


"Hemm, gini ya Clara, meskipun dia psychopath, dia itu masih memiliki jiwa yang normal, dia juga melakukan semua itu atas kemauannya sendiri bukan? dan dia melakukan pembunuhan itu bukan karena dia gila, tapi memang atas kesadaran yang nyata, maka dari itu, paychopath tidak bisa menjadi alasan untuk penghapusan pidananya” 


“Ukhhukk” Clara sangat kaget mendengarnya, sampai-sampai dirinya hampir hilang keseimbangan.


"Hei, kamu kenapa? Apa kamu punya hubungan khusus sama psychopath ini?" tanya Bryan sambil memperlihatkan foto Daren. 


"Bapak tidak perlu tahu, mau saya ada hubungan atau tidak, itu biarlah menjadi pribadi saya sendiri" Clara menjawab dengan perasaan yang masih terkejut.


"Emm oh iya, I..i..itu beneran seumur hidup pak hukumannya?” tanya Clara bergetar.


“Apa yang terjadi jika saya tidak mau menjadi saksi?” Clara bertanya lagi.


“Kamu akan dihukum penjara” jawab Bryan datar. Mendengar jawaban Bryan, Clara meneguk salivanya kasar, dia tidak menyangka jika semuanya akan menjadi rumit seperti ini. 


“Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu” Clara pamit pulang dengan rasa penyesalan.


Flashback Off


"Aaarrggghh apa yang harus gue lakukan sekarang? kenapa serumit ini?" Clara benar-benar menyesali perbuatannya dulu.


"Bodoh banget gue, gue fikir Daren bakal di hukum sebentar, makanya gue tega ngelaporin dia, tapi ternyata seumur hidup," ujar Clara dengan mata yang mulai memerah akibat menahan tangis.

__ADS_1


Seluruh tubuhnya bergetar, Clara benar-benar takut kehilangan Daren, sangat takut.


Dari kejauhan, Daren melihat gelagat Clara, lalu ia segera menyusulnya ketepi pantai.


"Sayang, kamu kenapa?" Daren memegang kedua pipi Clara.


"Ha? nggak aku nggak papa, aku cuman terharu saja" Clara bergegas menyeka air matanya yang sudah jatuh dipipinya.


"Terharu? terharu kenapa?" Tanya Daren heran.


"Yaaa aku terharu sama sikap kamu ke aku, kamu selalu berusaha menjadikan aku seperti ratu, dan aku menyukai itu, terus aku senang bisa selalu sama kamu, bisa selalu bareng kamu, dan selalu bisa berada disisi kamu" Clara kembali terisak pelan namun tetap memberika  senyuman manis kepada Daren.


"Aduaduhhh, gemas banget aku jadinya, kamu tenang saja, aku bakal ada selalu buat kamu, aku juga bakal selalu ada disisi kamu, terus aku juga nggak akan biarin satu orang pun nyakitin kamu" ujar Daren sambil mencium pelan kening Clara.


Kemudian mereka saling berpelukan, sangat lama. Seakan tidak ingin ada yang memisahkan.


...


Sekian dulu dari author, terimakasih buat yang sudah membaca, like dan berkomentar, see you next chapter ♥♥


...


Oh iya, author memutuskan untuk tidak jadi menamatkan cerita ini, karena autor mengambil dari pendapat terbanyak, tapi author akan berusaha untuk membuat cerita ini lebih menarik lagi, semoga kalian semua suka sama alurnya, terimakasih ♥♥


...


salam hangat


sucinazifah

__ADS_1


 


__ADS_2