My Psychopath Boyfriend

My Psychopath Boyfriend
Episode 33


__ADS_3

Bismillahirrahmanirrahim



13.50 wib Kelas 12 IPA


“Eh ra, jadi gimana? Kita jadikan habis ujian liburan bareng?” tanya Baim.


“Ya jadi dong, iyakan ren?” jawab Clara harap-harap cemas.


“Iya pasti jadi kok, kalian semua tenang aja, gue udah boking villa buat kita nginap disana, tapi tempatnya masih rahasia” ujar Daren tersenyum tipis.


“Tapi dijamin bagus kan tempatnya ren?” celetuk Dian tiba-tiba.


“Sejak kapan sih pilihan gue jelek” jawab Daren tersenyum smirk.


“Oke gue percaya kok sama lo” ucap Dian tersenyum hangat.


Skip dua hari kemudian pukul 06.40 wib


Akhirnya saat-saat yang ditunggu tiba juga, yaitu mereka kini tengah melakukan ujian akhir nasional.


“Duhh gue deg-degan banget” celetuk Siska.


“Sama, gue juga, haddeeh mana gue tadi malam nggak ada belajar” sambung Dicky pasrah.


Ya Dicky, entah bagaimana kini posisinya sudah mulai diterima oleh anak kelas lainnya , mungkin karena Siska dan Dicky kini selalu bersama. Bahkan beberapa dari anak kelas 12 Ipa ada yang mengira kalau mereka kini tengah dating.


“Tapi lo enak ki, nama lo dekatan sama Daren, beda sama gue, jauh banget” sesal Siska.


“Enak apanya, kalau situasinya masih kayak dulu, mungkin baru bisa dibilang enak, lah sekarang beda sis, gue sama Daren itu musuhan” ujar Dicky penuh penekanan sambil berbisik.


“Ya, lo benar, situasi nya saat ini sudah jauh berbeda dan semuanya itu terjadi semenjak Clara hadir disekolah ini, Akkh” ucap Siska kesal sambil meninju tangannya sendiri.

__ADS_1


“Eh enak aja lo main nyalahin Clara, tapi bener juga sih”


“Nah kan lo aja ngebenerin ucapan gue, tumben” ucap Siska sambil menaikkan sebelah alisnya.


“Apa? Ng-ngapain alis lo naik-naik sebelah?” tanya Dicky tidak mengerti.


“Ck, bukannya lo senang dengan kehadirannya Clara, kan lo naksir sama dia?” tanya Siska heran.


“Gue emang naksir sama dia, tapi rasa dendam gue …. Eh yaudahlah ngapain kita bahas dia, mending sekarang kita itu ke ruang ujian masing-masing, bye” Dicky buru-buruh pergi meninggalkan Siska yang penuh dengan rasa curiga.


“Apa maksudnya ya? dia dendam sama siapa? Clara? Nggak mungkin, apa Dar .. Eits nggak mungkin, dia nggak boleh dendam sama My Honey Daren, awas aja kalau sampai dia benar-benar punya dendam sama Daren, gue orang pertama yang bakal ngasih pelajaran” ucap Siska kesal pada diri sendiri.



“Fiuhhh untung aja gue nggak keceplosan didepan Siska, kalau sempat Siska tahu gue dendam sama pujaan hatinya, bisa mampus gue, nah lain kali mulut lo harus bisa di rem, jangan asal ceplos lagi kayak tadi” ucap Dicky kesal.


“Asal ceplas ceplos gimana ki?”


“Astaga Clara, lo ngagetin gue aja, hobi banget muncul tiba-tiba, nanti kalau gue makin cinta gimana? Eh maaf-maaf, nah ini maksud gue, kebiasaan banget ini mulut asal ceplos aja kalau ngomong, hehe”


“Ooo ceplas ceplos itu, ya nggak papa sih, tapi sekali lagi gue bilang, saat ini gue cuman bisa nganggap lo sebatas sahabat doang ki, gue nggak bisa kasih lebih, karena ada hati yang harus gue jaga” ucap Clara member pengertian.


“Iya ra, lo tenang aja, gue nggak bakal maksa kok, lo masih mau dekat sama gue aja udah bersyukur banget”


“Tapi ki, ada yang mau gue tanyain sama lo” ucap Clara memelankan suaranya.


“Tanya aja, nggak papa, gue bakal jawab semuanya, hehe” ujar Dicky cengengesan.


“Emm itu, kemaren Daren bilang katanya lo deketin gue cuman karn..”


Kriiiiing …. Kriiiing (Bel pertanda sebentar lagi ujian akan dilaksanakan berbunyi dan seluruh murid langsung memasuki ruangannya sesuai nomor ujian masing-masing)


“Eh bel udah bunyi ra, nantik aja ya kita lanjutin pembahasannya, gue duluan” ucap Dicky buru-buru masuk keruangan meninggalkan Clara dengan sejuta pertanyaan.

__ADS_1


“Ekhem, seru banget tadi ngobrolnya” Daren berdehem tepat disamping Clara.


“Astaga Daren! Kamu tu kebiasaan, ngagetin aku terus, yaudah aku mau masuk duluan kalau gitu" ucap Clara kesal entah apa sebabnya.


“Hemm sabar ren, demi Clara, lo nggak boleh emosi, tahan tahan tahan” Daren menghirup udara kua-kuat melalui hidungnya dan melepaskannya perlahan. Lalu ia menyusul Clara yang sudah masuk duluan.


Dilain sisi, Dicky tersenyum penuh kemenangan, karena dia merasa perasaan Clara terhadap Daren mulai goyah "Yes gue masih ada harapan, walaupun cuma 0,1 %" ucap Dicky yang tak berhenti tersenyum dari tadi.


....


07.30 Wib. Di dalam Ruang Ujian ...


"Akkh karena sikap Clara gue jadi nggak fokus sama ujian akhir ini, come ren, lo harus fokus, jangan sampai nilai lo anjlok di akhir masa sekolah, bisa jatuh harga diri lo nantik" gumam Daren yang sedari tadi gelisah tak menentu.


"Daren kenapa ya, kok kelihatannya gelisah banget dari awal masuk, apa karena gue tadi nyuekin dia, makanya dia jadi nggak stabil emosinya, astaga ra, lo kok bodoh banget sih, udah tahu Daren itu sifatnya begitu, malah lo bikin dia stress sendiri" rutuk Clara dalam hati sambil mengingat kebodohan yang sudah dilakukannya.


"Permisi pak" Daren mengangkat tangan kanannya.


"Iya, ada apa?"


"Saya mohon izinnya pak, mau ketoilet sebentar" ucap Daren ragu.


"Baiklah, tapi hanya sebentar saja, tidak lebih dari lima menit" jawab pengawas yang sedang mengawasi mereka.


"Baik pak" ujar Daren sambil bergegas keluar dari ruangan.


….


Sekian dulu dari author, makasih buat yang sudah like, baca dan komentar, see you next Chapt ❤


….


salam hangat

__ADS_1


suci nazifah


__ADS_2