My Psychopath Boyfriend

My Psychopath Boyfriend
Episode 49


__ADS_3

Bismillahirrahmanirrahim ...


...


Setelah menempuh 18 jam lebih waktu, akhirnya mereka bertiga tiba di Polandia, tepatnya di kota Gdansk.


...


Author POV


"Akhirnya kita sampai juga, yeeeeeaaah" Dicky berseru sambil merentangkan tangannya lebar-lebar. Daren hanya tersenyum tipis melihatnya. Sedangkan Alfi sibuk mencari taksi Online.


"Proszę pana, czy może pan zabrać nas trzech pod ten adres?" (Pak, bisa antarkan kami bertiga ke alamat ini?)" Ujar Alfi ke salah satu sopir taksi. Kemudian si sopir mengangguk kan kepalanya sembari memberi tanda, kalau dia mengetahui alamat tersebut.


"Ayok gaes" ajak Alfi berseru.


Selama di perjalanan mereka melihat-lihat pemandangan kota Gdansk.


"Wah mantap juga di sini, keren lo fi, nemu aja tempat sebagus ini" ujar Dicky gembira.


"Siapa dulu, Alfii" balas Alfi bangga.


"Dan asal kalian tahu, disini nih tempat si Egy main bola" serunya kembali.


"Egy? Saha itumah?" ucap Dicky bingung.


"Astaghfirullah, Egy tidak tahu?" Alfi menepuk jidatnya. Lalu kemudian berkata, "Oh iya, kalian kan dipenjara, mana pernah nonton bola"


"Plaakk" Daren menepuk kepala Alfi.


"Biasa aja ngomongnya" ujar Daren ketus.


"co się stało??" (Apa yang terjadi?) Sopir Taksi tiba-tiba berbicara.


"o nie, nic się nie stało, tylko żartowaliśmy" (Oh tidak, tidak ada yang terjadi, kami hanya bercanda) Jawab Alfi tersenyum.


Kemudian si Sopir memberikan jempol tanda mengerti.


...


Setelah sampai di tujuan, mereka segera masuk kedalam rumah yang sudah disiapkan Alfi. Kemudian Alfi langsung menjelaskan seluk beluk setiap sisi.


"Pilih aja kamar sesuai selera kalian, hari ini kita istirahat dulu ya, nanti malam baru kita lanjut ngobrol, soalnya gue capek banget, rasa mau putus ni pinggang" keluh Alfi.


"Hihh sama, gue juga" cetus Dicky.


"Hemm oke baiklah, kalau gitu gue mau mandi dulu" ucap Daren berlalu.


...


Cafe Gdansk, Pukul 19.40


"Fi, jadi Clara kuliah di deket sini?" tanya Daren.


"Iya. nggak jauh dari sini ada kampus kedokteran, nah Clara kuliah disana, dan rencananya gue bakal masuk disana juga" Alfi tersenyum.


"Lo doang? kita berdua gimana?" tanya Daren lagi.


"Lo mau kuliah juga?" Alfi menjawab.

__ADS_1


"Yaiyalah ****" ujar Daren kesal.


"Hahaha, selow selow, iya lo sama Dicky juga bakal kuliah disana, tapi ingat kalian harus bisa menjaga nama kalian sekarang, jangan sampai kejadian 2 tahun yang lalu terjadi lagi,"


"Tenang aja, lo nggak perlu khawatir" jawab Daren dingin.


Setelah makan malam, mereka bertiga jalan-jalan keliling kota Gdansk.


"Nah ini kampus yang tadi gua bilang ke kalian, besok pagi kita ada jadwal kuliah jam 9" ucap Alfi.


"SHHIIIIT" mobil berhenti mendadak.


"*****, kapan daftarnya? udah masuk-masuk aja" cetus Daren sambil memberhentikan mobil karena dia yang sedang menyetir.


"*******, lo bisa bawa mobil nggak? gue belum mau mati lo ya Ren" ujar Alfi kesal.


"Eh elu yang *******, belum daftar masa udah ada jadwal aja" balas Daren yang diangguki Dicky.


"Ah elah, kan gue udah bilang, lo tenang aja, semuanya sudah gue urus, ni KTM lo berdua" Alfi menyodorkan KTM Daren dan Dicky.


"Wahhh anjirr keren banget lo Fi" celetuk Dicky heboh. Sedangkan Daren tersenyum smirk melihat Dicky.


"Mantap juga lo ya, keras nih dekingannya, hahaha" Daren tertawa keras sambil kembali menjalankan mobilnya.


"Sa ae lo mas Saiko" balas Alfi mengejek.


Sesampainya di rumah, Daren, Alfi dan Dicky bergegas tidur karena jam sudah menunjukkan pukul 23.30 malam.


...


08.00 Pagi


"Halo bos, saya sudah membereskan semua nya, Pria bernama Bryan itu tidak akan bisa menghubungi bos lagi, dan bukti-bukti juga sudah kami lenyapkan"


"Bagus" balas Alfi singkat, lalu kembali masuk kedalam rumah.


"Dari Siapa?" tanya Daren tiba-tiba.


"Bukan siapa-siapa" jawab Alfi singkat.


"Lo nggak ngerahasian sesuatu kan?" tanya Daren lagi.


"Ayo kita berangkat" ujar Alfi seakan enggan menjawab pertanyaan Daren.


"******* gue dikacangin" cetus Daren pelan, kemudian bergegas menyusul yang lainnya.


...


08.30 at Medical University of Gdansk


Mobil yang dikendarai Daren Melaju pelan ketika memasuki perkarangan Kampus. Lalu setelah memarkirkan Mobil, mereka Keluar bersama.


"Eh siapa tu, kayaknya anak baru deh" ucap salah satu seorang siswi.


"Mana?"


"Daren?" ucap seorang wanita yang ternyata adalah Clara.


"Daren? lo kenal Ra?" tanya Jessi yang tak lain adalah teman Clara.

__ADS_1


"Sumpah lo kenal? kenalin ke gue dong Ra!" Pinta Bianca heboh.


"Hih apaansih, gue nggak dekat sama dia" balas Clara kesal karena sedikit cemburu.


"Dih pelit amat sih lo, kapan lagi coba kita itu dapat teman ganteng dari Indonesia lagi" seru Bianca kembali.


"Tau dari mana lo dia dari Indonesia?" tanya Jessi penasaran.


"Ya kan tadi Clara bilang dia kenal, otomatis dia dari Indonesia dong" jawab Bianca Simple.


"Oh iya juga ya" balas Jessi menggaruk kepalanya.


"EH MEREKA KESINI GAES" teriak Bianca heboh. Sedangkan Clara terdiam seperti patung sambil melihat Daren datang kearahnya.


"Hai cantik" sapa Daren genit.



(Kira-kira seperti inilah tatapan genit Daren) ahaha


"OH may GAAAT" teriak Bianca dan Jessi dalam hati.


"Hai juga sayang, kenalin gue Bianca, kamu anak baru ya?" ucap Bianca manja.


"Hih awas, Hai aku Jessi" potong Jessi sambil mengulurkan tangannya.


"Hai juga, kenalin Gue Daren, ini Dicky nah yang sikacamata Alfi, mereka temen-temen gue, dan kita baru banget disini, jadi mohon bantuannya ya" ucap Daren seimut mungkin.


"*******! kumat lagi kelakuannya, mana si Jessi ikut-ikutan, awas aja lo Ren sampai bikin Jessi jatuh cinta sama lo, gue jeblosin lagi lo kepenjara" Alfi mengutuk dalam hati.


Lalu mereka berjalan bersama menuju kelas.


"Kalian kenapa bisa disini?" tanya Clara pelan.


"Rahasia" bisik Dicky pelan sambil terkekeh.


"Lo nggak marah sama gue ki? kan gue udah jeblosin kalian ke penjara" ucap Clara sangat pelan.


"Enggaklah, ngapain marah" balas Dicky tulus. Sedangkan Alfi sibuk memandang kesal kearah Daren karena sedang asik bersenda gurau dengan Jessi dan Bianca.


"Terus Daren kenapa cuek ya sama gue?" sedih Clara sambil memandang punggung Daren.


"Enggak kok, Daren nggak cuek, mungkin dia butuh adaptasi aja, lo tau Darenkan, dia lagi belajar ngontrol emosinya lagi, udah dua tahun lo dia nggak ngebunuh orang lagi" Dicky tersenyum tipis.


"Iya sih, tapi jujur ki, gue seneng ngeliat kalian ada disini" Clara tersenyum tulus.


"Seneng karena ada Daren juga kan?" Goda Dicky.


"Ssttt" Clara mengisyaratkan agar Dicky diam tidak menggodanya.


...


Sekian dulu dari author, makasih buat yang sudah baca, like dan berkomentar, see you next chapter ♥♥♥



salam hangat


 

__ADS_1


 


__ADS_2