
Bismillahirramanirrahim
•••
Setelah hubungannya dengan Clara berangsur membaik, Daren kembali kerencana awalnya, yaitu membunuh Nancy.
Pukul 18.00
"Tok Tok Tok" Daren mengetuk pintu Nancy.
"Eh Daren" ucap Nancy kaget ketika tahu yang berada di depan pintu rumahnya ternyata Daren.
"Hai juga cantik" balas Daren dengan manis sambil memberikan bunga kepada Nancy.
"Masuk dulu yuk ren, oh ya kok lo gak ngasih tahu gue dulu sih kalau mau main kesini?" tanya Nancy sambil tersenyum manyun.
"Hehe biar suprise gitu, tapi gue tetep boleh masuk kan meskipun nggak bilang-bilang dulu?"
"Boleh dong, masa nggak boleh, oh ya lo duduk saja dulu, biar gue ambilin minum sebentar, eits lupa, mau minum apa lo?"
__ADS_1
"Apa saja deh, yang penting berwarna" jawab Daren asal yang di angguki Nancy.
Disaat Nancy lagi didapur. Daren segera berdiri dari bangku untuk melihat sekeliling sambil bergumam "hemm sepertinya gue harus bener-bener nyiapin ini dengan detail, jangan sampai gue bikin kesalahan seperti sebelumnya, ingat ren, lo baru saja jadi calon tersangka, jadi lo harus bener-bener ngebuat rencana dengan sangat matang, jangan asal ngebunuh"
Ketika Daren lagi asik melihat sekeliling isi rumah Nancy, sang pemilik akhirnya muncul dengan berbagai macam minuman dan makanan.
"Wahh enak nih kayaknya, buat gue nih nan?" tanya Daren bahagia.
"Yaiya dong, kalau bukan buat lo, buat siapa lagi?" ucap Nancy sambil mencium lembut pipi Daren.
Mendapat ciuman secara tiba-tiba, tubuh Daren mendadak mematung, "Anjirr, dasar juga ni cewek, main nyosor aja, baru juga gue rayu sedikit, sudah berani nyosor-nyosor" kekeh Daren dalam hati.
Namun meskipun begitu, Daren tetap merasa senang karena usahanya untuk mendekati Nancy malah berjalan mulus.
"Ren, Dareeenn" panggil Nancy karena melihat Daren malah bengong.
"Eh iya, kenapa?" tanya Daren kaget.
"Lo kok bengong? mikirin siapa? pacar lo ya?" tanya Nancy kepo.
__ADS_1
"Hah, pacar? ya enggak lah, punya saja enggak, gimana mau mikirin" ucap Daren berbohong sambil tertawa.
Mendengar Daren yang belum memiliki kekasih, membuat hati Nancy benar-benar senang bercampur bahagia. Saking senangnya Nancy langsung memeluk Daren erat, bahkan tanpa ragu Daren pun membalas pelukan Nancy diikuti dengan kecupan tipis di pucuk kepala Nancy.
Disaat Daren dan Nancy lagi sedang berpelukan, tiba-tiba ponsel Daren berdering, lalu segera saja Daren melihat siapa orang yang sudah menganggu rencananya.
"My Love?" tanya Nancy kaget.
"Hah? itu nyokap gue nan, maklum jomblo, jadi nama nyokap gue buat my love, biar nggak keliatan amat jomblonya, ya sudah gue permisi bentar ya, mau angkat ni telfon" ujar Daren sambil bergegas pergi.
"Kok lama banget sih ngangkatnya? lo juga dimana sekarang? katanya mau jemput gue malam ini, kok sudah jam 19.00 nggak sampai-sampai juga? apa jangan-jangan lagi pacaran ya sama Nancy, makanya jadi lupa sama gue" tanya Clara ketus.
Mendengar Clara menyebut nama Nancy membuat Daren tersedak, "ukhuuk, apaan sih kok bawa-bawa tu orang, lagian dengerin ya, bentar lagi aku kesana kok, tenang saja, aku nggak mungkin lupa sama kamu, tiga puluh menit lagi aku bakal sampai disana, aku sekarang lagi ada urusan sebentar, dan nggak bisa aku tinggal, jadi aku mohon pengertiannya, bye bye ra!" ucap Daren sambil sedikit menahan emosi.
....
Makasih buat yang udah nungguin dan makasih buat yang udah mau baca dan coment, see you next chap guys ♥
...
__ADS_1
salam hangat
suci nazifah