
Final Lap,
Iria mengusulkan untuk mengganti mobilku dan aku menurutinya.
"Oke, mau yang mana?" Tanya Iria.
"Mobil biasa saja. Pilihkan untukku. Aku percaya kepadamu." Ucapku.
Akhirnya setelah berpikir cukup lama dan nyaris menghabiskan waktu hanya untuk memilih warna mobil, kami mendapatkan mobil yang kami mau.
Begitulah wanita, memilih berdasarkan warna dan tingkat kelucuan suatu objek.
"Oke, kita mulai!" Kami berseru.
Setelah itu pertandingan sesungguhnya pun dimulai, kami tertinggal jauh dari peserta lain. Tapi karena aku senang mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dan ini berada di dunia game jadi segala yang mustahil akan segera menjadi mungkin.
Di depan kami sudah ada sebuah mobil berbentuk potongan buah semangka,
"Ah, mobil itu lucu sekali!" Seru Iria.
Yeah, itu lucu dan bertambah lucu ketika biji-bijinya merupakan alat untuk menembak dan menyingkirkan lawan.
Plush!
Plush!
Plush!
Biji-biji semangka itu mendeteksi kendaraan yang mendekat dengan mobilnya sehingga ia akan segera menembakan biji-biji itu kepada setiap mobil yang mendekatinya.
Beruntunglah mobil kami dilengkapi dengan alat anti peluru, jadi kami berhasil mendahului mobil semangka yang aneh itu, "See ya' hahahahaha!" Ujarku sombong.
Sesekali sombong bolehlah, begitu pikirku.
Tak lama, dari langit berjatuhan kaleng oli, kulit pisang, potongan pizza, botol saus dengan kecepatan tinggi dan semakin ia ke bawah maka ukurannya semakin besar dan ini cukup untuk menghancurkan satu kendaraan.
Swoosh!
Boom!
Aku menghindar ke kanan karena di sebelah kiriku ada beacon raksasa yang turun dari langit.
"Andaikan aku membawa piring dan mereka berukuran normal aku akan menunggu roti, patties, selada, keju, untuk aku buat menjadi hamburger!" Tukasku.
Iria tertawa mendengarnya, "Kei, awas!" Pekik Iria sambil menarik pakaianku.
Aku membanting stirku ke arah kiri untuk menghindari satu gelondong jagung yang hampir membunuh kami.
"Hampir saja." Sahutku.
"Fokus saja Kei, fokus." Ucap Iria.
"Aku tegang jika terlalu fokus. Aarrgghh!" Tukasku.
Iria menenangkanku, "Tenang, tenang." Kata Iria sambil mengusap lenganku.
Tak lama, mobil peserta di depan menyemburkan oli hitam dari bagian entahlah apa itu.
Ceprot!
Mobil kami menjadi oleng dan berputar-putar karena oli mereka tepat mengenai kami.
"Aaahhhh, Kei. Hentikan ini!" Iria kembali berteriak.
"Aku juga ingin ini berhenti! Aku tidak tau bagaimana menormalkannya!" Pekikku.
"Kendalikan power steeringnya Kei!" Seru Iria.
Aku mencobanya dan terus mencobanya tapi mobil kami terus berputar.
"Ini tidak bisa!" Sahutku sampai akhirnya aku menyerah dan,
Tadaaa, ketika kami berhenti berusaha mobil ini pun berhenti berputar. Permainan yang sungguh aneh.
Kami melanjutkan perjalanan kami, rintangan demi rintangan berhasil kami lewati. Dan yang paling gila adalah ketika kami memasuki akhir dari lap kedua ini, tiba-tiba saja ada yang menarikku dari atas mobil, membantingku, dan mengguncang-guncang tubuhku ke kanan, kiri, atas serta bawah.
Itu mual sekali rasanya.
Kami pun memasuki lap selanjutnya, dimana permainan semakin menggila.
Reli mobil sambil menembaki pengemudi di dalamnya. Mobil di urutan pertama di tempati oleh Mr. Devil, dan yang kedua ditempati oleh Ryusan. Apakah itu Ryu aku tidak tau, dan banyak lagi nama-nama aneh lainnya.
"Kei, kita akan mengincar Mr. Devil. Dengan terpaksa kalau itu Ryu, kamu harus menyingkirkan dia juga." Kata Iria menjelaskan.
"Tidak masalah, aku sudah terbiasa menyingkirkan seseorang sejak aku masuk ke dalam permainan ini." Jawabku dingin.
__ADS_1
Ya, itu nyata. Perasaanku sudah hilang begitu pula dengan rasa kemanusiaanku karena di dunia permainan ini aku harus menjadi seperti mereka supaya aku tetap bertahan dan meraih kemenangan.
"Oke." Sahut Iria pelan nyaris tak terdengar di antara deru mesin kendaraan.
Aku tau dia pasti merasa bersalah, tapi aku mengatakan yang sebenarnya.
"Iria, jika aku memenangkan level ini maukah kamu menjadi temanku untuk seterusnya sampai aku keluar dari dunia ini?" Tanyaku.
"I...itu tidak mungkin Kei, ka..karena aku sudah di atur untuk menjadi rivalmu bukan temanmu." Jawab Iria, ada kesedihan di dalam suaranya.
"Kita bisa melawan itu semua asal kamu memiliki keinginan yang kuat. Aku akan membantumu untuk mendobrak sistem permainan ini dan mengacak-ngacaknya. Namun sebelum itu kita habisi dulu semua yang ada di lap ini. Pegang kemudiku!" Perintahku tiba-tiba.
Aku mengambil senapan laras panjang yang sudah di sediakan di dalam mobil ini, itu sebabnya kenapa aku memilih mobil ini. Selain ini berwarna pink, bentuk mobil ini elegan dan ada hiasanya teddy bear besar di bagian depan serta belakang mobil.
Aku mengokang senapanku dan kuarahkan ke ban belakang mobil yang berada di depanku,
Dor!
Psssh!
Yes!
"Iria ambil kiri dan terus lurus, jangan turunkan kecepatan mobil ini!" Perintahku.
Iria mengacungkan ibu jarinya tanpa menoleh ke arahku, aku memberanikan diri mengambil kesimpulan kalau dia paham.
Dor!
Prang!
Mobil itu membalas tembakanku,
Dor!
"Aarrgghh." Seru pria itu memegangi dadanya.
Wusshh!
Mobil kami berhasil melewati mobil itu, dan dengan cepat di sambut dengan rentetan senapan oleh pengemudi depan.
""Bisakah aku menembaknya saja?" Tanyaku.
"Boleh! Saat ini fokus kita menang! Ini final lap, lakukan apa yang ingin kamu lakukan!" Iria berseru.
Baikah,
Dor!
Kami sekali lagi berhasil melewati kendaraan pada urutan ketiga, dan sekarang aku harus berhadapan dengan Ryu.
Setelah kemarin aku membunuh dan memotong Zen menjadi dua bagian sekarang aku harus menghabisi Ryu dan bukan tidak mungkin, besok aku akan berhadapan dengan diriku sendiri.
Aku mulai mengincar roda belakangnya,
Dor!
Pssshh! Terdengar angin keluar dari ban mobilnya, tapi Ryusan tetap mampu membawa mobil ini dengan kecepatan stabil.
"Iria, masuk dari kanan! Aku akan mengincar ban depannya sekarang!" Tukasku
Iria mengangguk dan membawaku sejajar dengan mobil Ryusan, "Ryu!" Panggilku, "maafkan aku!"
Dor!
Pssshhh!
Mobil Ryu mulai oleng, tapi Ryu tidak melakukan pergerakan apa pun.
"Iria, bisa jaga supaya kecepatan mobil ini stabil. Ada yang aneh dengan Ryusan, mendekatlah!" Ujarku.
Iria kembali mengangguk dan menurutiku. Aku menggunakan kesempatan itu untuk mengetuk kaca mobil Ryu,
Tok... tok
"Ryu! Hei Ryu!" Aku terus memanggilnya tapi Ryu sama sekali tidak merespon.
Aku mengampil senapanku dan,
Dok...dok
Dok...dok
Dok...dok
"Ayolah! Ryu! Ini aku Ryu! Ryu!"
__ADS_1
Dok...dok..
Prang!
Akhirnya kaca sialan itu pecah, dan aku bisa menyentuh Ryu.
"Iria! Berhentilah di depan mobil Ryu, kumohon." Pintaku
"Dilarang berhenti Kei. Maafkan aku!" Ucap Iria
"Oke, majulah ke depan mobil Ryu." Pintaku lagi.
Iria menurutiku dan aku berusaha membuka pintu mobilku dan memanjat kap mobil Ryu,
"Keira! Apa yang kamu lakukan? Kamu gila!" Jerit Iria.
Aku tidak mempedulikan ucapan Iria, dan dengan berhati-hati aku melompat ke kap mobil Ryu, "Tetap jalankan mobil ini." Ucapku.
Dor!
"Aaauuucchh! Damn!" Kakiku tertembak oleh Mr. Devil.
"KEIRA!" pekik Iria.
Aku bergelantungan di atas kap mobil, "Ryu, bangunlah! Ryu!"
Aku berusaha membalikan tubuhku dan mengarahkan senapanku ke Mr. Devil,
Dor!
Prang!
Tembakanku mengenai kaca mobilnya
"Kei, tangkap ini! Aku baru saja mengambil senjata ini!" Tukas Iria melemparkan sebuah benda berat.
"Apa ini?" Tanyaku, kemudian aku sadar apa itu.
Granade.
Aku memanjat kap mobil Ryu, dan memecahkan kaca jendelanya lebih lebar supaya aku bisa masuk, dan
Splash!
"Sialan! Si brengsek ini!" Tukasku marah. Ryusan ternyata hanya sebuah balon.
Aku kesal sekali! Mereka membodohiku!
Aku melajukan mobilku dengan cepat hingga aku sejajar dengan mobil Mr. Devil.
Aku membuka kaca jendela mobilku dan bisa kulihat seringai lebar di wajahnya yang tertutup topeng. Aku menghadang mobil Mr. Devil dan tanpa ragu aku melemparkan granat itu tepat di kaca depan mobilnya.
Kemudian aku menancapkan gas mobilku,
Duar! Duar! Duar!
Aku bisa melihat mobil Mr. Devil hancur berkeping-keping. Aku terus melajukan mobilku tanpa hambatan sampai garis finish.
Teeet....teett
Suara terompet kemenangan berkumandang, Iria menyusulku dan memelukku, "Kita menang Kei!"
Aku membalas pelukannya, "Terimakasih Iria kamu telah menuruti keinginan berbahayaku!" Seruku memeluknya.
Tap... tap
Suara langkah sepatu pria mendekati kami, "Selamat kamu telah melaju hingga level ini. Aku akan datang lagi untuk memberikan informasi tentang level selanjutnya bersiaplah." Kata pria itu.
"Mr. Devil!" Panggilku.
Namun, pria itu pergi dengan hanya memberikan lambaian tangan kepadaku.
...----------------...
Guys, mampir ke karya temanku yuk,
Terpaksa Menikahi Suami Sahabatku
Author: nazwa talita
Demi mendapatkan biaya operasi sang ayah yang mengidap penyakit jantung, Nabila Kanaya terpaksa menikah dengan Sean Ibrahim, lelaki yang tak lain adalah suami dari sahabatnya.
Sandra Milea, seorang model terkenal yang
namanya sedang naik daun di dunia entertainment, terpaksa meminta sahabatnya untuk menikah dengan suami tercintanya demi mendapatkan seorang anak yang sudah lama didambakan oleh Sean dan juga mertuanya. Bukan karena Sandra tidak bisa mempunyai anak, tetapi, Sandra hanya belum siap kehilangan karirnya di dunia model jika dirinya tiba-tiba hamil dan melahirkan seorang anak.
__ADS_1
Lalu, bagaimana nasib pernikahan Kanaya dengan suami sahabatnya itu? Akankah Kanaya menderita karena menikah tanpa cinta dan menjadi istri rahasia dari suami sahabatnya? Ataukah Kanaya justru bahagia saat mengetahui kalau suami dari sahabatnya itu ternyata adalah seseorang yang dulu pernah singgah di hatinya?