
"Aku akan menghitung mundur,"
"Sepuluh."
"Sembilan."
"Delapan."
Aku berpikir dan saat detik-detik terakhir, aku menemukan jawabannya, "Tiga ekor burung!"
Mr. Devil tampak kesal, "Baiklah, kamu benar. Datang lagi besok pagi!" Tukasnya.
"Loh? Kenapa begitu? Permainan macam apa ini?" Aku bertanya dengan gusar.
"Aku kesal karena kamu pintar! Sudahlah!" Seru mr. Devil dan kemudian,
Splash!
Ia menghilang begitu saja dan aku kembali ke batu besar. Aneh sekali, dia kesal hanya karena aku pintar dan bisa menjawab semua pertanyaannya. Devil macam apa itu?
Ketika aku berjalan menuju rumahku, mr. Devil memanggilku, "Keira! Aku sudah mempunyai pertanyaan baru dan aku akan menunggumu besok pagi! Sampai jumpa." Katanya lagi. Ia mulai menunggu di batu besar tempatnya semula.
Aku menggelengngkan kepalaku, aku rasa jika aku terlalu lama disini aku akan menjadi gila dan kehilangan akal sehatku.
Bibi Jemima sudah memulai aktifitasnya di ladang. Ia melambaikan tangan ke arahku. Aku tersenyum dan membalas lambaian tangannya.
"Non, ini diminum dulu." Kata Bibi Jemima memberikanku segelas susu sapi segar.
Aku mengambil gelas itu dan menghabiskannya dengan cepat, "Bibi Jemima sudah mengambil susu juga?" Tanyaku.
Bibi Jemima mengangguk, "Sudah non." Jawabnya.
"Oke, terimakasih." Sahutku dan meletakkan gelas itu di pinggir batu.
"Non, hari ini nona Kei akan bermain dengan air. Bawa pakaian ganti yah non." Bibi Jemima berbisik tiba-tiba.
Aku mengerutkan keningki, "Permainan air? Bukankah untuk menyelesaikan level ini aku hanya harus bermain suten dengan pria bertopeng yang sedang menari bodoh di atas batu besar itu?" Tanyaku menunjuk mr. Devil.
Bibi Jemima menggeleng kuat, "Main lompat air Non. Kalau jatuh atau waktunya habis Non harus mengulang dari awal. Saya sudah siapkan sebotol besar susu supaya badan Nona Kei tetap hangat dan kuat." Kata Bibi Jemima yang kemudian turun ke bawah dan mengambil botol susu yang berukuran besar.
Ia memberikannya kepadaku, "Sekarang bi?" Tanyaku.
Bibi Jemima mengangguk, "Selesaikan dengan cepat. Level ini sangat mudah hanya butuh kecepatan dan kekuatan." Jawabnya.
Aku tidak tau harus apa dan harus berjalan kemana untuk menemukan kolam renang atau tempat kubangan airlah paling tidak. Aku melihat botol susu besar itu, apa yang akan kulakukan dengan susu ini?
Aku menghela nafasku dan berjalan sesuai kemana kakiku membawaku. Sampai latar ini berubah menjadi pekarangan sebuah rumah yang sangat luas dan besar.
Aku terpana begitu melihat tempat ini, aku berjalan menuju sebuah pintu. Dan begitu aku membuka pintu itu ada sebuah kolam renang yang sangat panjang dan panjangnya sangat tidak masuk akal. Di atas kolam itu terdapat sesuatu seperti pelampung berbentuk bantal untuk tempat mendarat.
Ada beberapa orang asing yang tidak aku kenal disana, mereka berperan sebagai supporter. Aku mengecek bantalan pelampung itu dan menyentuhnya.
Squish! Squish!
Wow, empuk sekali. Aku memberanikan diri berdiri di atasnya, "Hup!" Aku melompat.
Cukup stabil.
Seorang wanita menarik tanganku dan memintaku untuk segera bersiap-siap. Ia memberikanku nomor 4 di punggung dan di depan dadaku.
Apakah aku berada di urutan keempat? Aku berbaris di barisan sebelah kanan. Aku tidak tau siapa yang harus aku lawan ataukah akan dipilih siapa yang tercepat?
__ADS_1
Nomor punggung 1 dan 2 sudah memulainya. Aku melihat kolam ini seperti tanpa ujung.
Byur!
Prriiit!
Mereka berdua terjatuh di tempat yang berbeda kemudian menghilang, eh? Kemana mereka? Aku melihat ke sekelilingku tapi aku sama sekali tidak menemukan mereka. Aneh sekali.
Wanita tadi memintaku untuk bersiap,
Prrriiit!
Aku melompat ke bantalan pelampung pertama, kedua, ketiga, keempat,
Hup
Hup
Hup
Hup
Entah sudah berapa kali aku melompat dan kolam renang ini tidak berujung.
Byur!
Lawanku terjatuh ke dasarnya dan ia tidak pernah mengambang atau bahkan muncul lagi ke permukaan.
Aku memejamkan mataku berusaha untuk tetap fokus.
Hup
Hup
Aku tidak tau sudah melompat berapa kali, sampai
Byur!
Aku terjatuh dan tiba-tiba saja ada yang menarikku ke bawah air.
Blup
Blup
Blup
Aku berenang mencari tepian, dan aku menemukannya. Seseorang mengangkatku dan memberikanku nomor kembali, kali ini nomorku 7.
"Hei! Aku sudah melompat entah sudah yang keberapa ratus tapi tidak ada apa pun disana! Jadi aku harus melompat sampai mana? Atau sampai kedua kakiku patah!" Tukasku kesal.
"Disana tidak kosong akan ada yang menunggumu di ujung sana." Jawabnya santai.
"Tidak ada!" Sahutku bersikeras.
"Ada! Kamu baru melompat sebanyak 521 kali! Kumpulkan koinmu sampai seribu atau dengan kata lain seribu lompatan barulah kamu akan bertemu dengan seseorang yang sangat kami benci." Jawab orang itu.
Sembarangan sekali! "Apa kamu tau kalau aku manusia? Tidak akan ada manusia yang sanggup melompat sampai 1000 lompatan! Sungguh gila!" Aku semakin kesal dan gusar.
Aku tidak memikirkan siapa yang sangat aku benci! Semua yang ada disini, aku membencinya. Apa disana nanti semua orang akan melawanku? Aku tidak takut!
Bagaimana caraku bertahan melompat? Aku berpikir,
__ADS_1
Susu!
Aku mencari botol susu yang diberikan oleh Bibi Jemima tadi dan meminumnya setengah. Ah, segarnya. Tapi bagaimana caraku membawa susu ini?
Aku memainkan pinggirannya dan betapa terkejutnya aku, ukuran botol ini mengecil! Aku segera mengalungkannya ke leherku.
Aku berbaris menunggu giliran.
"Nomor punggung 7, silahkan." Sahut host acara itu.
Aku kembali bersiap,
Hup!
Hup
Hup
Hup
Aku melompat dangan cepat. Apa susu itu susu ajaib yang membuat energiku meluap-luap? Entahlah tapi aku merasa seperti dilahirkan kembali.
Aku mengincar koin besar dan jam waker.
Hup
Hup
Huk
Oh, aku melewati pohon besar yang tadi sudah berhasil aku lewati. Berarti aku sudah melebihi 521 poin. Aku harus melompat lebih semangat lagi.
Aku kembali melompat,
Hup!
Hup
Hup
Dan tiba-tiba saja ada yang menarikku kembali ke dalam air. Aku tidak jatuh! Aku akan marah saat nanti aku tiba ke tepian.
Aku berenang menyusuri kolam itu, dan dari sisi kananku ada net raksasa yang biasa dipakai untuk menjaring ikan. Net itu sekarang akan menangkapku! Tidak mungkin! Dia mengikuti arah berenangku. Aku berusaha berenang untuk menjauh tapi net itu menahanku.
Blup
Blup
Blup
Aku tidak pernah jahat terhadap seekor ikan atau hewan laut mana pun tapi mengapa net ini mengincarku?
Srek
Srek
PleK!
Tidak mungkin! Net itu berhasil menangkapku!
Aku menggigit ujung net dengan gigiku, tapi ini keras sekali. Aku tidak bisa membebaskan dirimu sendiri! Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?
__ADS_1
...----------------...