My Upside Down World

My Upside Down World
Mr. Devil


__ADS_3

Pagi hari itu aku tidak terbangun. Tubuhku seperti habis di tinju oleh orang-orang satu kampung. Aku bersumpah pagi ini aku tidak akan bergerak dari ranjangku!


Baru saja sumpah itu aku deklarasikan, seseorang mengetuk pintu kamarku.


Tok...tok


"Non! Non Keira. Ada tamu non." Kata Bibi Jemima.


Tamu? Iria? Memang dia belum mengunjungiku lagi setelah acara balapan gila kemarin itu.


Aku membukakan pintu untuk Bibi Jemima, "Iria yah Bi?" Tanyaku.


Bibi Jemima menggelengkan kepalanya, "Bukan Nona Iria non, laki-laki." Jawab Bibi Jemima.


Laki-laki? Siapa? Lelaki yang kukenal di dunia permainan ini hanya ada dua, yaitu Ryu dan Zen. Hebat sekali jika ada idola laki-laki yang aku gemari datang ke tempatku.


"Halo Kei." Sapa pria itu.


"Hai, Zen." Sahutku.


Sudah kuduga, tidak mungkin idolaku datang menghampiriku kan? Uniknya lagi aku sudah menghabisi Zen berkali-kali tapi bagaimana bisa dia tetap hidup?


"Bisa keluar sebentar?" Tanya Zen.


"Tunggu aku di luar dulu yah, aku akan mengganti pakaianku sebentar." Jawabku tersenyum sopan.


Tak lama aku sudah mengganti piyamaku dengan kaos santai serta rok celana (skort) warna senada.


Aku mengajak Zen untuk membantuku mengerjakan pekerjaan di ladang, asas pemanfaatan.


"Aku tidak menyangka kamu bisa melewati level delapan dengan cepat dan tanpa mengulang level. Aku menyaksikanmu bertanding, aku semakin kagum kepadamu Kei. Bisakah kamu memikirkanku sedikit saja?" Tanya Zen.


Aku mencabut jagung-jagung dari pohonnya, "Aku setiap hari memikirkanmu kok Zen. Apa kamu tidak ingat? Saat aku membelahmu, aku memikirkanmu. Saat aku menghujam kakimu dengan pedangku, aku juga memikirkanmu. Jadi?" Jawabku.


Zen kembali tersenyum, "Bukan itu maksudku. Aku hanya berpikir kenapa kamu memilih Ryu?" Tanya Zen.


"Karena aku ingin kembali ke duniaku secepatnya." Jawabku dingin.


Aku sudah memutuskan untuk tidak pernah memakai hatiku di dunia ini karena segalanya hanya permainan. Hanya ada aku, aku, aku, dan Ryu yang dapat aku percaya.


Ding....dong...ding...dong


Suara pembaharuan notifikasi berbunyi, "New Character Unlocked."


Karakter baru? Siapa dia?


Aku melihat kepada Zen, "Siapakah dia Zen?" Tanyaku.


Zen mengangkat bahunya, "Aku tidak tau."


Kami berhenti sesaat karena seorang karakter memasuki set permainan ini,


"Mr. Devil!" Bisikku saat melihat karakter baru itu.


Mr. Devil melambaikan tangannya kepada kami dan menghampiri kami. Langkah kakinya tegas dan tanpa ragu.


Ini kedua kalinya aku bertemu dengan Mr. Devil. Pertama kali bertemu dengannya saat kami balapan mobil kemarin. Tidak tampak jelas raut wajahnya karena ia bertopeng dan kali ini pun ia tetap memakai topengnya, hanya saja saat ini aku bisa melihat tatapan matanya dengan jelas.


Tak terbaca, itulah kesan pertamaku saat tatapan mata kami bertemu.


"Keira si Pemberani. The struggle one, huh?" Sapa Mr. Devil mengulurkan tangannya kepadaku.

__ADS_1


"Thank you, and how about you? The devil one, huh?" Balasku meraih tangan Mr. Devil.


Dia tertawa, "Aku senang denganmu Keira." Kata Mr. Devil.


"Kei saja. Ada perlu apa kamu menemuiku?" Tanyaku tanpa basa basi.


"Berkenalan saja, hal yang wajar bukan? Beramah tamah atau saling mengenal satu sama lain, tidak ada yang salah dengan itu, kan?" Mr. Devil bertanya lagi, raut matanya berubah seketika karena dia tersenyum.


"Silahkan tapi aku sedikit sibuk saat ini. Nice to meet you mr. Devil." Sahutku beranjak pergi dari sana.


Namun, Mr. Devil sudah menghadang jalan di depanku, "Aku akan membuka topengku kalau kamu berhasil mengalahkanku di level ini." Katanya.


"Aku tidak terlalu peduli sebenarnya kamu mau memakai atau melepas topengmu." Jawabku dingin dan dengan dibantu oleh Zen aku berhasil melewati Mr. Devil yang ternyata sangat menyebalkan itu.


***


Mr. Devil selalu menungguku di atas sebuah batu besar di perbatasan antara rumahku dengan jalan besar yang menuju ke arah pasar.


"Apa sebenarnya yang kamu lakukan disini?" Tanyaku kepada mr. Devil


"Menunggumu." Jawabnya singkat.


Aku mengerutkan keningku, "Menungguku? Untuk apa?" Aku bertanya kembali.


"Berhadapan denganku." Jawab mr. Devil lagi.


"Apa untungnya untukku? Sudahlah, aku sedang lelah." Sahutku bergegas pergi meninggalkan mr. Devil yang nasih berdiri di atas batu.


Beberapa hari kemudian, Iria datang membawa kopi kesukaanku.


"Wah, kamu tau kesukaanku. Sudah lama sekali aku tidak menikmati tiramisu mochacinoku. Terimakasih Iria." Sahutku dan menyesap kopi yang sangat aku rindukan itu.


"Kei, apakah Mr. Devil sudah datang menemuimu?" Tanya Iria.


"Kamu harus menang melawannya untuk dapat sampai ke level sepuluh." Kata Iria menjelaskan.


"Begitukah?" Tanyaku


"Yep. Level Mr. Devil tidak segila kemarin. Tidak banyak aksi, tapi kamu diharuskan berpikir." Iria menjelaskan lagi.


"Semacam teka-teki?" Tanyaku.


Iria mengangguk, "Coba saja. Mr. Devil akan memberikanmu kesempatan untuk mencoba terlebih dahulu. Tapi aku sarankan untuk berhati-hati dan jangan mudah terjebak dengan pertanyaan yang ia berikan karena ia akan mengambil nyawamu." Jawab Iria panjang.


Apa yang harus kulakukan? Belajar? Sudah bertahun-tahun aku tidak memegang buku dan aku rasa otakku tumpul.


"Baiklah, besok aku akan mencobanya. Terimakasih untuk saranmu." Ucapku.


Keesokan harinya aku menemui mr. Devil, "Hei." Sapaku.


"Mau bermain denganku?" Tanya Mr. Devil bersemangat.


"Harus kan?" Sahutku.


Mr. Devil tertawa kemudian ia berkata, " Aku akan mengambil satu nyawamu, bagaimana? Kamu berani?" Tanya mr. Devil.


"Bisa apa lagi aku. Mau tidak mau harus mau kan?" Ucapku lemas.


"Gadis pintar. Aku akan memberikanmu percobaan satu kali saja. Jika kamu berhasil menjawab pertanyaan pertama kamu akan mendapatkan satu tambahan nyawa. Berpikirlah." Kata Mr. Devil.


"Aku harus apa?" Tanyaku lemas.

__ADS_1


"Mudah saja. Kita akan bermain suten (suit)." Jawab Mr. Devil.


Aku mengangguk, "Kalau cuma itu aku sanggup." Jawabku optimis.


"Oke, kita mulai .."


"Rock, scissors, papper, one two three, play with me..." Mr. Devil bernyanyi sambil berdansa.


Aku menggoyangkan jariku seirama dengan lagu yang di nyanyikan oleh mr. Devil.


"....play with me.."


Aku berhenti dengan tangan terkepal sedangkan Mr. Devil berhenti dengan tangan mencapit,


"Yes!" Seruku semangat.


Matanya menyiratkan tanda tidak suka karena ia kalah, "Belum selesai. Tiga kali bersuten. Giliranmu bernyanyi." Tukas mr. Devil.


"Rock, scissors, papper. One, two, three, play with me..." Ketika lagu berhenti tangan kami pun ikut berhenti.


Aku berhenti pada posisi tangan terbuka, sedangkan mr. Devil berhenti pada posisi tangan terkepal,


Aku menang lagi, "Yes!" Sahutku.


Mr. Devil semakin tidak suka kepadaku, "Sudah selesai. Tidak ada tiga kali!" Sahutnya kesal.


"Loh, kamu bilang tiga kali ya tiga kali dong!" Balasku tidak mau kalah.


"Tidak! Aku akan mulai pertanyaan pertama. Dengarkan baik-baik Keira." Sahutnya.


"Oh, aku lupa memberitahumu. Permainan ini menggunakan waktu. Setiap pertanyaan akan kuberikan waktu 60 detik untuk menjawabnya, aku baik sekali, kan?" Sambungnya lagi.


"Baiklah. Apa pertanyaan pertamamu?" Tanyaku.


"Oke, bersiaplah! Apa yang mempunyai enam kaki dan bisa terbang?" Tanya Mr. Devil.


Pertanyaan macam apa itu?! Aku berpikir keras menjawabnya...


Tik...tok


Tik...tok


Detik jam berlalu dengan cepat sekali tapi aku belum menemukan jawabannya.


"Waktumu tersisa 20 detik lagi, Keira." Kata Mr. Devil mengejutkanku.


Sialan! Aku tidak menemukan jawabannya!


...----------------...


Sambil mikir, baca karya temenku dulu yuk gengs.


Blurb :


"Aku belajar menerima dan mencintai mu dengan sepenuh jiwa, tapi kau malah main belakang dengan kakakku"


Kenyataan yang tidak pernah ia bayangkan sama sekali, dengan matanya ia melihat sang kakak berada dalam kungkungan suaminya. Rasa bergetar, panas, dingin semua menyatu merasuk dalam jiwa hingga membentuk menjadi amarah, dendam dan rasa ingin menghancurkan yang besar.


Akan tetapi kenyataan lain menampar kesadarannya, kenyataan yang membuat seluruh sarap kewarasannya menoleransi semuanya.


Akankah Namira bertahan dan menerima semuanya begitu saja?

__ADS_1



__ADS_2