
Jaring itu dengan cepat menarik dan mengangkatku, di tengah keputusasaanku ada tangan seseorang yang menggunting jaring-jaring itu dan mengeluarkanku dari sana.
Kami berenang dengan cepat dan segera mencari permukaan. Nafasku hampir habis karena kolam ini panjang sekali.
"Huaaaahhh! Te.. terimakasih." Sahutku terengah-engah.
"Namamu Keira, kan?" Tanya pria itu.
Aku melihat ke arahnya, siapa pria asing ini?
"Siapa namamu?" Tanyaku.
"Kamu mengalahkanku di permainan teka-teki pagi ini." Katanya tersipu malu.
"Hah? Kamu mr. Devil? Tidak mungkin!" Sahutku.
Bukankah aku akan bertemu dengan orang yang paling kubenci dan membenciku? Apakah dia membenciku?
"Lalu bagaimana aku tau kalau kamu menang di permainan teka teki pagi tadi?" Tanya pria yang mengaku sebagai mr. Devil itu.
"Apakah ini wajah aslimu?" Tanyaku lagi, berbeda sekali dengan bayanganku. Aku membayangkan mr. Devil adalah sosok pria yang menyeramkan dengan tatapan mata yang tajam dan seringainya yang seram.
Namun, bayanganku salah. Dia tampan sekali, bahkan mengalahkan Zen.
"Tentu saja, bagaimana menurutmu wajahku tanpa topeng?" Tanya mr. Devil.
"Bayanganku? Baiklah aku akan katakan dengan jujur, pertama kali yang kulihat adalah matamu. Matamu sangat tajam, dan tampak kejam jadi kupikir wajahmu akan seram." Jawabku melirik mr. Devil takut-takut dia akan tersinggung.
"Hahahaha."
Ternyata dia tertawa.
"Aku hanya menunjukkan wajah asliku padamu Kei. Aku terkesan padamu. Aku membencimu? Ya, sangat karena kamu mengalahkanku tidak hanya dua kali, tapi tiga kali. Ingat alat peledak itu?" Tanya mr. Devil sambil menunjuk pelipisnya yang mempunyai bekas jahitan cukup panjang.
Aku mengangguk tanpa merasa bersalah, "Aku tidak suka orang lain mempermainkanku." Sahutku singkat, "dan aku tidak akan minta maaf karena telah menyebabkan ketampananmu berkurang." Aku melanjutkan opiniku.
"Berarti kamu mengakui aku tampan?" Tanyanya setengah menggodaku.
Aku tertawa, "Hahaha."
"Tapi kamu memang tampan. Siapa namamu?" Tanyaku.
"Itu akan menjadi soal keduamu." Jawab mr. Devil menyeringai lebar.
"Berikan kepadaku petunjuknya." Ucapku.
__ADS_1
"Oke. Namaku di ambil dari timur tengah kamu bisa sesuaikan dengan wajahku. Tidak rumit namun tidak mudah. Arti namaku adalah laki-laki yang dibawa oleh Tuhan dan namaku bisa kamu temukan di dalam Alkitab." Jawab mr. Devil.
Aku bersiul kagum. "Wow, berat sekali namamu dan kamu menginterpretasikan dirimu menjadi mr. Devil? Why?" Tanyaku.
"Mmmm, temukan dulu namaku setelah itu aku akan memberitahukan alasannya kepadamu." Sahutnya.
Aku memikirkan nama yang tepat untuknya. Ia berkulit sawo matang, bermata hazelgreen, mempunyai janggut yang membuatnya tampak seksi, bentuk tubuhnya tidak kecil namun tidak terlalu besar juga, siapakah nama yang cocok untukmu?
Aku memperhatikan wajahnya, dan dia tampak tidak keberatan dengan itu. Kemudian aku memalingkan wajahku dan kembali memikirkan namanya tapi kali ini aku mempersempit pemikiranku. Nama timur tengah yang berarti Laki-laki yang dibawa oleh Tuhan dan ada di Alkitab.
Aku pernah mendengar salah satu kitab yang mempunyai arti seperti itu, aku yakin pasti ini namanya.
Aku mengulurkan tangan kananku, "Hai, Amos." Sahutku ceria.
Mr. Devil sontak berdiri dan berkacak pinggang di hadapanku, "Bagaimana caramu mengetahuinya?" Tanya mr. Devil.
"Mudah saja. Namamu ada di dalam Alkitab. Siapa lagi kalau bukan Amos." Sahutku.
Wajah mr. Devil tampak kagum, "Baiklah. Namaku Amos Alden." Jawabnya.
"Hai Amos." Ucapku lagi.
Kemudian Amos memberikan koin untukku sesuai dengan yang tertera yakni 1000 koin.
***
Pagi itu aku menghampiri Mr. Devil yang selalu menunggu di atas batu tapi pagi itu tidak nampak mr. Devil disana. Dimanakah ia?
"Amos! Amos! Hei Amos! Aku datang!" Aku terus berteriak memanggil namanya.
Aku kembali ke rumahku dan mengerjakan aktivitas rutin pagiku. Dan seperti biasa bibi Jemima selalu siap membantuku.
"Bibi terimakasih ya untuk susunya kemarin. Itu membuatku kuat dan bertahan. Aku tidak tahu bagaimana nasibku tanpa bibi. Sekali lagi terimakasih yah." Ucapku kepada bibi Jemima.
Bibi Jemima tersenyum, "Amos disembunyikan oleh pemilik sistem permainan ini dan tugasmu adalah mencari pemilik sistem dan mengalahkannya. Jika kamu menang melawan dia maka kamu tidak hanya membebaskan dirimu sendiri tapi juga membebaskan orang-orang yang ditawannya." Kata bibi Jemima.
"Apa maksudnya? Dan bagaimana caraku menemukannya? Aku belum menyelesaikan level 9 karena Amos tidak dapat kutemukan." Jawabku.
"Dia! Dia mengambil Amos karena dia tidak suka Amos dekat denganmu maka itu dia mengambilnya sama seperti dia mengambil Ryu." Jawab bibi Jemima.
"Bagaimana dengan Iria? Kemana ia pergi? Apakah sistem sialan ini juga mengambilnya dariku?" Tiba-tiba aku teringat Iria.
"Ya karena Iria juga dekat denganmu." Jawab bibi Jemima.
"Lalu apa yang harus aku lakukan?" Tanyaku.
__ADS_1
Bibi Jemima menunjuk pegunungan di belakang rumah kami, "Pergilah ke balik gunung itu di sana kamu akan menemukan pemilik sistem ini."
Aku mengangguk, "Baiklah. Apa saja yang harus kubawa?" Tanyaku.
"Apa saja yang kamu punya." Jawab Bibi Jemima.
Aku mengerutkan keningku, "Bi, apakah bibi tau siapa pemilik sistem ini?" Tanyaku.
Bibi Jemima menggeleng, "Hadapilah dan bebaskan cinta sejatimu dengan begitu kamu akan bisa kembali ke duniamu." Jawab Bibi Jemima.
Dan tiba-tiba saja di depanku sudah ada tas backpack besar dan aku sudah memakai pakaian bertualang.
Aku mengangguk, "Baiklah, kembali lagi aku titipkan rumahku kepadamu dan terimakasih." Ucapku.
Tas ini besar dan berisi banyak barang tapi aku tidak merasakan berat sama sekali. Beban hidupku lebih berat.
Perjalananku cukup panjang kali ini dan aku rasa aku akan bertemu dengan tokoh karakter yang lain bukan. Sewaktu Amos muncul, tidak ada pemberitahuan tentang karakter baru yang muncul. Apa karena si pengatur sistem ini sedang sibuk menawan orang-orang? Mulai dari Ryu, Zen, Iria dan Amos. Kenapa dia tidak mengambil Bibi Jemima? Dan mengapa Zen dimunculkan terus padahal saat awal aku bermain Zen dan Ryu sedang di sekap di suatu tempat? Aneh sekali permainan ini.
Jadi, apa pun yang kutemui nanti itu adalah kopian dari karakter asli. Baiklah, aku akan waspada.
Aku terus berjalan hingga matahari tepat di atas kepalaku. Aku memutuskan untuk beristirahat di sebuah tempat, sepertinya ini jamur payung raksasa dan aku ada di bawahnya.
Baru saja aku memulai membuka ranselku, tiba-tiba jamur itu bergerak ke samping dan berusaha memakanku, wait!
Jamur payung berusaha memakanku! No way!
Klup!
Klup!
"Aaaaa!" Aku berteriak dan segera berlari. Jamur yang aneh kenapa dia memakanku, dan ternyata aku yang lebih aneh kenapa aku berlari dan masuk ke dalam hutan penuh jamur payung ini? Kei bodoh!
Klup!
Klup!
Tunggu, aku punya pedang. Entah bagaimana tapi di tanganku tiba-tiba memegang sebilah pedang panjang.
Zrink!
Aku memotong kepala jamur tersebut, dia tidak mati! Aku rasa aku bermimpi buruk! Dia tidak mati tapi kepalanya bertambah menjadi dua!
Dan sekarang aku dikelilingi jamur-jamur kelaparan ini!
Bagaimana cara mematikan jamur ini? Aku berpikir sambil terus berlari.
__ADS_1
...----------------...