
Mohon saran dan kritiknya....
°
°
°
Masih banyak yang harus aku lakukan untuk melindungi Ave dari tangan penjahat seperti Paman Husni. Aku ingin segera menikahinya, tetapi terganjal menaati adat yang ada. Ave adalah anak bungsu di mana dia tidak boleh melangkahi kakaknya menikah terlebih dahulu. Jika aku tak menikahinya cepat maka nyawanya akan terancam. Apa yang harus kulakukan? Semua hal ini membuat bingung.
Dulu Aah dan Paman membuat perjanjian di depan Hakim dan Jaksa mengenai hal warisan. Jika salah satu anak lelaki keluarga Malik menikah terlebih dahulu maka warisan itu akan jatuh ke tangan anak yang menikah. Di sini pada akhirnya akulah yang menikah terlebih dulu. Yang aku takutkan bukan diriku, tetapi Ave yang menjadi ancaman Paman Husni. Jika menikahi anak orang nomer satu di kota ini dan warisan itu jatuh ke tanganku maka segala aset kekayaan Malik dan Jayanatra akan berjaya. Itulah sebabnya mengapa banyak pemuda yang mengincar Ave untuk menjadi istrinya. Kekayaan keluarga Jayanatra tak akan habis dimakan tujuh turunan.
"Salim ...."Ave menepuk-nepuk bahuku saat sedang melamun di gazebo.
Aku meliriknya sejenak dan memandangi dirinya sebagai wanitaku. Semakin hari aku semakin menyayanginya dan ingin selalu melindunginya. Ave tidak pernah tahu bahwa ia menjadi sasaran empuk bagi Paman Husni atau pemuda lainnya yang mengincar kekayaan Jayanatra.
"Salim kok melihat Ave seperti itu?" Ave bertanya dengan wajah herannya.
"Karena Ave cantik hari ini," kataku spontan. Jujur ia memang cantik dengan balutan rok selutut dan baju lengan panjang.
"Aduh, Mas Salim ngegombal, nih," sahut Mas Bowo yang membuat wajahku merah yang tiba-tiba muncul.
Ave tersenyum.
"Mas Bowo bikin kaget orang saja tiba-tiba datang," sahutku.
"La wong mas wis ning kene tekan kowe lungga. Ya kowe ae ora ndelok, Mas."( La sejak tadi mas sudah di sini waktu kamu duduk. Kamu saja yang tidak melihat)
Oh, ya aku baru sadar jika di bawah Gazebo ini ada kolam ikan. Di mana tiap pagi Mas Bowo membersihkan kolam yang mudah kotor. Mengapa aku tak melihatnya ya?
"Wes ... wes ... wong dimabuk cinta ora isa ndelok apa -apa," (Sudah -sudah orang yang dimabuk cinta itu tidak bisa melihat apa-apa) sahut Mas bowo berlalu pergi.
Aku jadi tambah malu.
"Salim .... "Panggilnya lagi dengan suara pelan.
"Iya ada apa?" Aku berkata dengan gugup saat bertatapan mata dengannya.
__ADS_1
"Anterin Ave ke toko buku sore ini, ya," pintanya sambil memegang sebuah buku yang terkena tumpahan susu cokelat.
"Oke nanti Salim anter." Aku menyanggupi permintaannya.
Aku melihat punggung belakangnya saat ia pergi dari hadapanku. Tersenyum sendiri saat mengenang masa lalu di mana Ave selalu meminta gendong di punggungku.
*****
Ave's Pov
Memang aku cantik? Baru kali ini Salim memujiku cantik. Aku jadi malu sendiri saat Mas Bowo mengetahui kata pujian Salim.
"Non Veve wes ayu. Nggak usah berkaca lagi," sahut Mbok Sum dengan memanggil nama kesayangannya untukku.
"Ah, si Mbok. Ave nggak cantik, kok," jawabku sambil melihat Mbok Sum mengambil pakaian kotor dari dalam kamar.
Mbok Sum hanya terkekeh mendengar perkataanku.
"Mbok waktu menikah sama Pak Rusman--tukang kebun-- apa Mbok bahagia?" Tanyaku sebelum Mbok Sum pamit pergi.
"Loh iyo toh Cah Ayu. Simbok seneng idup karo pak'e sampai saiki. Ana apa toh Cah Ayu? Cah Ayu ora seneng karo Salim?" Jawab Mbok Sum terlihat bahagia. [Simbok senang hidup bersama Bapak sampai sekarang. Ada apa Cah Ayu? Cah Ayu tidak suka sama Salim ]
Mbok Sum malah tertawa. "Ya ampun Cah Ayu. Mbok pikir ada apa Cah Ayu dengan Salim. Tidak apa-apa Cah Ayu jika tidak bisa masak. Nanti bisa belajar sedikit-sedikit. Yang paling penting dalam hubungan suami istri adalah kepercayaan dan komunikasi yang baik," lanjut Mbok Sum memberi petuah.
Aku mengangguk saja.
"Sudah jangan banyak pikir Cah Ayu. Salim terima Cah Ayu apa adanya. Tidak menuntut apapun dari Cah Ayu. Ya, sudah mbok mau mencuci dulu," ucap Mbok Sum setelah memberi nasehat kepadaku.
Kepercayaan dan komunikasi hal penting dalam menjalin hubungan? Apakah aku bisa? Aku berharap aku bisa menjadi istri yang baik untuk Salim.
*****
"Cah Ayu arep nang endi?" tanya eyang Yaya di serambi depan saat bertemu.
"Ave mau ke toko buku, eyang." Jawab Ave santun.
"Karo sapa? Ojo dewean," tanya eyang Yaya lagi.
"Ave pergi sama Salim, Eyang," ujar Salim yang sudah ada di hadapan mereka berdua.
__ADS_1
"Oh, yo wes. Ati-ati yo Cah Ayu, Le."
Ave dan Salim mencium tangan Eyang Yaya sebelum pergi.
Di dalam mobil mereka berdua sedang asyik mendengarkan lagu Surat Cinta untuk Starla dengan pemikiran sendiri.
Sudah hampir satu jam perjalanan mereka ke Toko Buku yang jaraknya lumayan jauh dari rumah. Tidak ada percakapan apapun hanya mata yang saling memandang bahwa ada cinta di pelupuk mata mereka.
"Ave mau membeli buku apa?" Salim menanyai Ave yang sedang bingung dengan memilah buku.
"Ave juga tidak tahu. Ave bingung. Kata Pak Rustam suruh membeli buku Managament Keuangan saja." Tetap dengan posisinya yang agak membungkuk.
"Memang Pak Rustam nggak bilang harus beli karangan siapa?" Kata Salim yang juga ikut membungkuk.
"Nggak ada," jawabnya pendek.
"Ya sudah biar Salim yang mencari yang bagus," timpal Salim dan mulai mencari buku.
"Hmm ... sebenarnya...." Kata Ave terbata-bata.
"Iya Ve ada apa?" Jawab Salim yang masih mencari buku.
Salim melihat Ave yang sedang memilinkan bajunya. Salim tahu pasti ada yang ingin Ave katakan.
"Ave mau ngomong apa?"
"Hmm, bagaimana kalau kita kencan hari ini? Kata Ayu dan Rani. Kita harus kencan berdua saja jangan diganggu oleh siapa pun," ujar Ave dengan polos.
"Kencan?" Itulah pikiran Salim yang masih kaget dengan permintaan Ave.
"Ave mau pergi kencan ke mana?" tanya Salim dengan sigap.
"Terserah Salim saja."
"Bagaimana kalau kita beli minuman kesukaan Ave dan duduk di kafe?" timpal Salim yang di-iyakan oleh Ave.
Dengan hati yang riang Ave hanya kencan berdua dengan Salim. Jika saja Ave tak berbohong untuk membeli buku maka Eyang Uti tak akan mengijinkan. Meskipun Salim dan Ave sudah terikat oleh tali pertunangan, mereka tak boleh seenaknya pergi berdua. Harus ada yang menemani mereka. Itulah peraturan yang harus dipatuhi mereka.
\=Bersambung\=
__ADS_1
Masih mengikuti kisah cinta mereka? Ayo terus beri dukungan kalian.