
Mohon saran dan kritiknya....
°
°
°
Setelah sebulan istirahat di rumah karena keadaannya, kegiatan Ave kembali di isi dengan kesibukannya untuk memasuki masa kuliah. Sejak tadi pagi ia bersuka ria dan bernyanyi kecil.
"Cah Ayu, eling pesan eyang. Kuliah sing pinter. Ojo pacaran karo wong liyo. Kowe wes ana calon tunangan." Pesan Eyang Yaya sebelum Ave masuk kedalam mobil dengan Salim yang menyetirnya. (Nak ayu,ingat pesan eyang. Kuliah yang pandai. Jangan pacaran dengan yang lainnya. Kamu sudah ada tunangan)
"Iya eyang Yaya. Ave mengerti." Ave mengiyakan apa yang di katakan kakeknya.
"Non, hari ini hari pertama ospek perkenalan sampai nanti sore." Salim memberitahu karena Salim adalah ketua Ospeknya.
"Salim nanti jangan sampai semua orang tahu tentang hubungan kita ya," pinta Ave sambil meminum vitaminnya.
"Iya non tenang saja. Salim sudah tahu."
Ave membuka pintu mobil dan menghela napas panjang sebelum melangkahkan kakinya menuju lapangan terbuka.
"Selamat pagi semua untuk mahasiswa dan mahasiswi baru. Selamat datang di Universitas ini. Perkenalkan saya, Sariwati sebagai wakil ketua Ospek yang akan membacakan peraturan untuk mengikuti segala kegiatan selama tiga hari kedepan." Gadis yang berkacamata sedang membicarakan peraturan yang ada.
Cukup lama pidato yang di sampaikan membuat Ave menguap lebar karena bosan.
"Hei ... kau yang di sana. Silakan berdiri!" Teriak Bisma kepada Ave yang ketahuan menguap.
Ave menoleh ke kanan dan ke kiri. Bingung siapa yang dipanggil kakak ospek tersebut.
"Kamu yang dipanggil." Suara di sebelah memberitahu.
"E-h iya kak. Ada apa?" Gelagapnya bingung.
"Karena saya lihat kamu tidak mendengarkan saya. Maka perkenalkan diri kamu."
Ave menggaruk kepalanya seperti orang tolol.
"Lah kok malah bengong sih kamu. Cepat tahu!!!" Bentak Bisma lagi.
"Baik Kak. Nama saya Aveliena Josephine Jayanatra. Panggil saja saya. Ave atau Avel."
Semua anak-anak yang sedang berdiri di lapangan menoleh kepada Ave. Mereka memiliki pemikirannya sendiri tentang siapa Jayanatra tersebut.
"Kau anaknya Jayanatra?"
Ave terdiam sejenak apakah ia akan menjawabnya atau tidak.
"Jayanatra pemilik perkebunan teh satu-satunya di kota ini?" Tanya Bisma penasaran sekali.
"Lah kakak sudah tahu kok masih tanya," sewot Ave yang tak ingin disinggung masalah keluarganya.
__ADS_1
"Kamu ini jangan kurang ajar, ya. Biarpun kamu anak presiden sekalipun kami tak akan mengistimewakan kamu," kata salah satu kakak ospek bernama Gayatri.
Gayatri menghampiri Ave untuk dihukum, tetapi dicegah oleh Salim.
"Apaan, sih, Lim? Kamu tahu 'kan anak ini kurang ajar di hari pertama ospek." Gayatri marah karena tak bisa menghukum Ave.
"Non, hati-hati sama cewek satu itu, ya. Dia bisa jadi jahat seperti monster," bisik Salim pelan.
"Biarin deh. Aku pengen tahu dia seperti apa. Sok cantik," dengkusnya kesal.
*******
Hari pertama ospek membuat Ave kesal setengah mati. Untung dua sahabatnya ikut kuliah di tempat yang sama.
Prang ...
Ave terjatuh ke lantai beserta makan siangnya karena Gayatri menyenggol kakinya waktu jalan.
"Ups ... sorry. Kakiku nggak sengaja," kata Gayatri sinis.
"Vel, lu kagak apa-apa?" Tanya Ayu dan Rani bersaman.
"Tidak apa-apa kok," sahut Ave sambil menatap tajam ke arah Gayatri yang sedang duduk menikmati makanannya.
"Ngapain kamu lihat aku seperti itu?" Gayatri berdiri dari tempat duduknya. Tangannya akan melayangkan tamparan.
"Lu tahu kagak sih siapa Avel itu? Awas hati-hati. Ntar hidup lu kelar," amuk Ayu dengan melindungi Ave.
"Kelar?" Gayatri mengapitkan kedua tangannya." Aku tidak peduli kamu anak orang terkaya di kota ini. Kamu itu anak kurang ajar. Tahu tidak!!!"
Ave tak mengerti apa salahnya. Apa karena perkataannya tadi pagi di lapangan membuat Gayatri marah?
"Oke. Kalau aku yang salah. Aku minta maaf." Ave merendahkan diri.
"Maaf? Aku nggak butuh maafmu," ucap Gayatri menyiram Ave dengan segelas air.
"Gayatri! Apa yang kamu lakukan?" Salim marah melihat kejadian ini.
"Salim?" Gayatri kaget ketika Salim mencengkeram pergelangan tangannya.
"Aku tidak suka dengan caramu. Kau memperlakukan adik kelas dengan seenaknya sendiri," tuduh Salim menatap benci pada Gayatri.
"Salim, ini bukan sebenarnya..." Suara Gayatri tersedat.
"Sudahlah Gayatri. Sudah menjadi kebiasaanmu sejak dulu." Salim terlihat cemas saat melihat pakaian Ave basah kuyup.
"Ayo kita pulang, Ve," ajak Salim menggandeng tangan Ave.
Ave terbengong saja saat Salim membawanya pergi dan menutup pakaiannya yang basah dengan jaketnya. Gayatri terlihat kesal melihat pemandangan itu.
__ADS_1
*****
Di dalam mobil Ave tak hentinya menangis. Ia terlihat tegar di luar, tetapi ia rapuh. Ia tak menyangka jika ia disiram air. Tak pernah dibayangkan olehnya karena selama ini tak pernah ada yang memperlakukan seorang Aveliena seperti tadi.
"Sudah, Non. Jangan menangis lagi," pinta Salim.
"Lu juga salah Salim. Seharusnya jaga tunangan lu," kata Ayu dengan sinisnya.
"Iya maafin Salim, Non Ayu. Non Ave nggak mau sampai hubungan kita diketahui."
"Ya biarin aja toh. Biar mereka tahu. Siapa lu itu, Salim?" Sahut Ayu lagi sambil mengeringkan rambut Ave yang basah.
Salim merasa bersalah karena membiarkan Ave sendirian.
"Kayaknya gua tahu tuh cewek ya," timpal Rani sambil memikirkan sesuatu.
"Nah gua tahu sekarang. Tuh cewek yang tadi pagi gua lihat di gerbang sekolah," jawab Rani dengan suara khasnya.
"Maksud lu apa, Ran?" Tanya Ayu.
"Tuh cewek cemburu sama lu, Vel."
Avel berhenti menangis dan memandangi sahabat cemprengnya.
"Kok bisa?" Tanya Ave dengan suara serak.
"Iya tadi pagi kan lu dianter sama si Salim. Satu mobil lagi." Akhirnya Rani mengerti kenapa Gayatri sampai marah seperti itu.
"Tapi lu kagak suka sama si Gayatri itu kan Salim?" Tuduh Ayu dengan geramnya.
"Tidak, Non Ayu. Mana mungkin Salim suka sama dia."
Salim menatap ke arah Ave yang sudah berhenti menangis.
"Awas lu kalau nyakiti Avel. Gua lapor eyang Yaya. Baru tahu rasa, Lim." Ayu marah lagi.
Salim mengangguk.
"Sudah lu keluar dulu dari mobil," perintah Ayu mengusir Salim.
"Buat apa, Non Ayu?"
"Buat apa katanya? Gua sama Rani mau gantiin bajunya Avel. Lu mau eyang Yaya tahu kalau cucu kesayangannya kayak ini."
"Lah kok bengong sih lu, Lim? Sono keluar dulu," usir Ayu kasar.
Salim menuruti perintah Ayu. Untung kaca mobilnya gelap hingga tak terlihat dari luar.
\=Bersambung\=
***Sepertinya Ave punya saingan nih. Ada Gayatri yang suka sama Salim. Salim pilih mana, ya?
__ADS_1
Yuk ... beri like kalian atau komentar yang membangun. Terima kasih****