
"Selamat membaca.
Dari tadi, Zio terus saja teringat, pada gadis kecil yang ada di masa lalu nya. entah mengapa dia merasa gadis kecil itu, memiliki wajah yang mirip dengan Sasya.
Dia terus membayangkan wajah gadis kecil itu. Lalu membanding kan nya dengan wajah Sasya.
"Benar-benar mirip," gumam mya. Lelah membayang kannya tak juga mendapat jawaban, ahir nya Zio menghubungi asisten nya.
"Keruangan ku sekarang!"
Tidak butuh waktu lama asisten Zaki pun datang.
"Ada apa tuan?" tanya Zaki begitu ia masuk.
"Saya mau kamu mencari tau semuanya tentang Sasya! tanapa ada yang terlewatkan!" perintah nya.
"Baik tuan! saya akan mencaritaunya!" patuh Zaki. lalu keluar dari ruangan itu. Agar dia bosa mengerjakan pekerjaan nya.
"Hai bos!" Sapa Diky. Tiba-tiba dia masik, lalu duduk di sofa.
"Bisa ti_."
"Tidak bisa, itu sudah memjadi kebiasaan Gue." ucap Diky memotong ucapan Zio. Lalu merebah kan tubuh nya.
"Eh bos, gimana kabar bocah itu?" Tanya Diky. dia penasaran mengapa Zio menahan gadis itu di apartemen nya,buka nya melaporkan nya kepolisian.
Ngpain Lo nanyak, itu bukan urusan mu."
__ADS_1
"Ya elah, nanyak doang, masak gak boleh."
"Ya, gak boleh! mau dia itu bagai manapun bukan urusan mu."
"Gak Asik Ah, mending Gue telvon dua cecurut, biar rame," ucap Diky mengambil ponsel nya ingin menghubungi dua teman nya.
"Janhan coba-coba! aku lagi gak berminat melihat kegilaan kalian, manding Lo pulang gak usah bikin keributan disini," ucap Zio ia mengusir teman nya itu.
Bisa Zio pastikan kalau mereka bertiga sudah bertemu Zio akan bertambah pusing. padahal dia bukan orang yang ramah, dia juga tidak suka bercanda, entah kebapa dia bisa mendapat kan teman yang jahil dan rusuh nya gak ketulungan.
Mendapat usiran dari Zio, bukan nya pergi Diky malah mempercepat menghubungi dua teman nya.
Maaf bos, mereka sudah ada di bawah sebentar lagi skan sampai," ucap mya tersenyum melihat Zio.
Benar saja, Farzi dan Rendi sudah masuk keruangan nya. membawa berbagai makanan, tidak lupa juga dengan minuman.
Dengan kompak mereka pun menggelengkan kepala, tersenyum pada Zio. melanjut kan langkah menuju sofa dan menata semua makanannya di meja.
Melihat semua makanan sudah tertata rapi Diky pun menarik Zio agar ikut bergabung, karna sudah lama mereka tidak berkumpul dan makan-makan seperti ini.
"Sudah lah bos, kita nikmati saja hidup ini," ucap Diky. Memaksa Zio untuk duduk.
Ahirnya Zio pun menurut, bergabung dengan tiga teman nya.
"Eh, Zi kok Lo ada dua ya?" tanya Rendi mengedip-ngedipkan mata nya.
"Bukan dua tapi tiga tau," timpal Diky, sambil tertawa.
__ADS_1
"Enak saja, Zio itu ada satu," Farzi pun mengangkat lima jari nya.
"Loh kok jari gue jadi banyak." Farzi pun mengedip kan matanya, semakin ia berkedip, jari nya pun semakin bertambah nanyak.
mereka bertiga pun tertawa, dan terus mengucapkan yang tidak penting.
Zio hanya memperhatikan kegilaan teman-teman nya. begitu lah mereka kalau sudah mabuk, maka dari itu, srtiap kali ingin minum-minuman keras mereka akan datang ke kantor Zio.
Mereka juga melakukan nya di siang hari, agar tidak di marah para istri mereka. Ya mereka bertiga sudah berkeluarga, bahkan sudah memiliki anak.
Sedang kan Zio dia masih betah sendiri. Karna ia masih terus mencari gadis kecil nya, padahal sudah belasan tahun lamanya, dia belim juga menemukan gadis kecil itu.
Bosan melihat teman-teman nya yang terus meracau tidak jelas, Zio memutus kan untuk pulang. karna tiba-tiba ia teringat pada Sasya.
Zio pun keluar dari ruangan nya. tidak meliaht Zaki di ruangan nya, lalu ia melihat Susan, dia pun mendekat. Karna meja Zaki dan Susan memang ada di depan ruangan Zio.
"Dimana Zaki?" Zio bertanya, berusaha berdiri dengan benar agar Susan tidak tahu kalau dia sedang mabuk.
"Keluar sebentar tuan, saya tidak tahu kemana," jawab nya. memperhatikan Zio.
Ada apa ya dengan tuan? kok kaya orang lagi mabuk ya?" Susan bertanya didalam hati, karna kalau langsung dia mana berani.
Kamu hubungi dia! katakan srgera keruangan ku sekarang juga!" ucap nya lalu masuk kembali. tidak mungkin dia pulang sendiri. Dalam keadaan sadar saja dia malas menyetir apa lagi saat mabuk seperti ini.
Mendengar perintah tuan nya Susan pun menganguk, meski pun tuan nya sudah masuk. lalu menghubungi Zaki.
jangan lupa ya dukungan nya 🙏🙏🙏🙏❤❤❤❤❤
__ADS_1