
"selamat membaca."
"Aku ada dimana?" Sasya bertanya dalam hati sambil memperhatikan setempat.
"Akhirnya kamu bangun juga." ucap Zio melihat Sasya yang sudah duduk.
"Sekarang waktu suda menunjukkan pukul delapan malam.
"Om siapa? kenapa saya ada di sini?" Sasya bertanya sambil melihat kearah Zio.
"Kamu tidak perlu tau siapa saya." kata Zio,lalu mendekati Sasya.
"Eh, om maungapain?" Sasya merasa was-was saat Zio mendekati nya menatap nya dengan tajam.
"Suka-suka saya mau ngapain," ucap Zio dia semakin mendekati Sasya yang merasa ketakutan.
"Melihat Zio terus mendekati nya Sasya perlahan mundur sampai di membentur kepala ranjang.
"mau kemana kamu?" tanya Zio naik keranjang membuat Sasya tambah takut.
"Om...,jangan Om saya mohon jangan." ucap Sasya mengelengkan kepala nya. Ia ketakutan melihat Zio terus merangka menaiki janjang.
"melihat gadis itu ketakutan entah mengapa Zio merasa bersemangat untuk mengerjainya.
"Aaaaak!" teriak Sasya saat Zio mendekat kan wajah nya.
"berisik!" bentak Zio menutup telinga nya,karna Sasya berteriak tepat di telinga nya.
"mendapat bentakan dari Zio membuat Sasya terdiam sambil menutup mulut dengan tangan nya.
__ADS_1
"kamu pikir saya berselera melihat bocah sepertimu." ucap nya ia turun dari ranjang mengambil ponsel nya,lalu memperlihat kan video yang ada di ponsel nya.
"Sasya menganga begitu melihat video itu,Ia tidak menyangka mengapa video itu bisa pada orang yang ia panggil Om itu.
"Bisa kamu jelas kan semuanya.atau saya akan menyerah kan ini pada polisi.ucap Zio mangancam Sasya.
"Jangan Om,saya akan menjelaskan semuanya.kata nya dengan wajah semejedih kan mungkin.
"Kalau masalah menderama tidak usah di rugikan lagi dia lah jadinya,maka dari itu ia sering lolos dari tangkapan orang-orang.
"Saya terpaksa melakukan nya,karna saya baru saja dipecat dari pekerjaan. sedangkan saya harus memberikan adik-adik untuk makan." ia menjelaskan sambil menangis agar Zio percaya pada nya.
"Kamu pikir saya akan perca, sayang nya tidak." ucap Zio membuat tangis Sasya berhenti.karna merasa usahanya sia-sia.
"Kok gak mempan sih."ucap nya dalam hati,tapi masih memasang wajah sedihnya.
"Om gak percaya sama saya?"ucap nya memberanikan diri melihat Zio.
"Om, saya mohon jangan lapor kan kami,saya akan melakikan apa saja asal om tidak melaporkan kami.Ia memohon sambil mengejar Zio." padahal Zio hanya ingin duduk di sofa.
"Zio tersenyum ini yang ia tunggu,gadis itu memohon dan akan melakukan apa saja untuk nya.
"Tapi ia masih diam seolah-olah ia sedang berfikir,padahal memang ini lah yang ia ingin kan.
"Baik lah,saya tidak akan melaporkan kalian dengan sarat,kamu harus jadi pembantu saya di rumah ini.
"Apa...,pembantu." ucap nya terkejut mendengar sarat yang di berikan Zio pada nya.
"Apa tidak bisa di tawar lagi,seperti saya mengembalikan apa yang sudah saya curi itu Om." ucap Sasya mencoba untuk menawar.
__ADS_1
"Tidak ada penawaran,kamu mau jadi menantu!, atau saya laporkan ke polisi." pinal Zio tanpa bisa dibantah.
"bukan nya saya tidak mau,tapi saya memang tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah, apa lagi memasak." terang Sasya apa adanya karna memang ia tidak bisa mengerjakan itu semua.
"Saya tidak mau tau,kamu bisa atau tidak,yang penting kamu harus jadi pembantu di rumah ini." tegas Zio sekali lagi.
"Baik lah,saya akan bekerja di sini.tapi ingat ya jangan laporkan kami ke polisi." ucap nya biar lah untuk saat ini ia mengalah nantikan ia bisa mencari jalan agan bisa kabur.
...*********...
"Sasya ada dimana?" Rizal bertanya pada Parhan,karna mereka yang selalu bersama.
"Aku tidak tahu." jawab Parhan dari tadi ia memang tidak bertemu dengan gadis itu.
"Kenapa bisa tidak tahu,bukan nya tadi kalian bersama.tuding Ardi.
"Tadi nya iya,tapi entah mengapa dia bisa tiba-tida tidak ada saat aku tinggal ketoilet.aku pikir dia sudah pulang lebih dulu." ucap nya menjelaskan.
"ini sudah jam sepuluh malam lagi,tapi Sasya belum juga pulang." ucap Rizal merasa khawatir.
"kenapa gak di telepon aja sih."Ardi mengingat kan. meraka sudah kebingungan dari tadi tapi tidak kepikiran untuk menelepon nya.
"tuuut tuuut tuuut!"
"Hallo." jawab Sasya dari sebrang sana.
"Lo lagi ada di mana sih?" tanya Parhan begitu Sasya mengangkat telepon nya.
"udah Lo gak usah banyak Gue ada di mana, yang penting saat ini Gue baik-baik saja." jawab Sasya.karna dia juga tidak tau dimana ia saat ini.
__ADS_1
...*********...
"jangan lupa ya dukungan nya.🙏🙏🙏🙏❤❤❤❤