
"Selamat membaca.
Sampai di apartemen Zio langsung masuk ke dalam kamar nya, karena masih merada kesal pada gadis itu.
melihat Zio masuk kekamar Sasya pun masuk kedalam kamar nya.
"Si Om, kenapa sih? gak mungkin kan dia marah? karnagak di pesanin bakso."
Sasya bicara sendiri, heran juga melihat perubahan Zio.
"Sudah lah terserah dia saja," gumam nya, ia pun mulai merapikan pakainnya, yang di bawa Parhan tadi.
setelah selesai memberes kan semua nya ia pun menjatuhkan tubuh nya di kasur. lalau terlelap.
Lain hal nya dengan Zio, dari tadi dia gelisah di dalam kamar nya. entah mengapa dia merasa todak suka saat melihat Sasya dekat dengan orang lain, meski pun itu teman-teman nya sendiri.
...****...
"emmhhh!
Sasya terbangun dari tidur nya, saat ia merasa perut nya yang lapar. turun dari ranjang lalu keluar dari kamar. Saat ini waktu menunjukan jam sembilan malam.
"Gak ada makanan kagi," gumam nya. lalu ia kedapur, membuka lemari untuk mencari mi instan, tapi sayang tidak ada.
Abis lagi," gumam nya lagi. kali ini ia berjalan kearah kulkas lalu membuka nya.
Bahan-bahannya sih ada, tapi sku gak bisa masak. Apa aku kekamar nya si Om aja?"
Ia terus bergumam sendiri, sambil mondar mandir di depan kulkas.
Tok tok tok.
Sasya nengetuk puntu kamar Zio. Ia memutuskan untuk kekamar Zio karna tidak tahan dengan rasa lapar nya.
__ADS_1
Mendengar pintu kamar nya di ketuk Zio merada heran tapi ia tahu kalau itu Sasya. Turun dari ranjang mengbil laptop bersandar di kepala ranjang.
"masuk!" ucap Zio. Pura-pura mengotak atik laptop nya.
Mendengar Zio mengatakan masuk, Sasya pun masuk kekamar Zio. Dia melihat Zio yang bersandar dikepala ranjang dengan laptop di pangkuan nya.
"Ada apa?" tanya Zio tanpa melihat Sasya. Seolah-olah dia sibuk dengan laptop nya.
Maaf Om…" aku ganggu ya?" ucap Sasya merasa tidak enak, terlebih ia melihat Zio seperti mengerjakan sesuatu.
"Katakan saja ada apa! apa yang kau inginkan!" ucap nya masih pokus pada laptop nya.
A_aku lapar Om," ucam nya merasa tidak enak.
Nama nya saja dia menjadi pembantu, tapi tidak bisa memasak. Setiap kali dia mau makan, Dia harus mengharap Zio memasak ataupun membeli makanan untuknya.
"Kalau kamun lapar ya tinggal makan! apa susah nya!" kata nya masih dengan posisi nya.
Ya susah la Om, karna yang mau di makan itu tidak ada," ucap nya melihat Zio yang masih sibuk.
"Kamu tunggulah di luar! srbentar lagi makanan nya akan datang!"
Baik lah," ucap nya lalu ke luar dari kamar Zio.
Setelah Sasya keluar, barulah Zio mengangkat wajah nya, menutup laptop nya, mengambil ponsel nya lalu memesan makanan untuk mereka.
Zio teeus memperhatikan Sasya yang lagi makan, saat ini mereka sudah ada di meja makan.
Merasa di merhatikan Sasya pun melihat ke arah Zio dan bertanya.
"Ada apa Om?"
"Tidak ada apa-apa," jawab Zio.
__ADS_1
kenapa Om terus memperhatikan ku?" tanya Sasya lagi. Zio diam karna bingung harus menjawab apa.
"Sudah lah! kau lanjutkan saja makan nya!" ucap nya karna tidaa mendapat jawaban atas pertanyaan Sasya.
"Baik lah!"
Sasya pun melanjut kan makan nya, begitupun debgan Zio, mereka makan dengan diam.
...*****...
Pagi hari nya di meja makan.
"Selamat pagi Sasya," sapa Zaki sambil tersenyum. Bukan nya menyapa tuan nya dia malah menyapa Sasya.
"Pagi jugak kak Asisten," jawab Sasya membalas senyuman Zaki.l
Dia memang sudah mengenal Zaki, karna setiap hari pria itu selalu menjemput dan mengantar Zio.
"Kenapa kau harus tersenyum? setiap kali bicara pada nya?" tanya Zio. Ia memang bertanya pada Sasya, tapi tatapan nya tertuju pada Zaki.
"Glekk!
Zaki menelan ludah saat mendapat tatapan dari Zio dia pun langsung menunduk.
"Memang nya salah ya Om? kalau aku tersenyum? senyum itu kan ibadah." ujar nya ketus. Begitulah dia, kalau sedang bicara pada Zio, sangat berbeda jika bicara pada Zaki.
"Salah, sangat salah, karna aku tidak sika kau tersenyum pada orang lain " ucap nya. lalu berdiri dari tempat nya duduk.
"Apa kamu lupa? kalau kamu itu adalah pacar ku!" Bisik Zio, lalu ia meninggal kan Sasya, sebelum gadis itu memjawab nya.
Sasya pun diam terkejut memdapat bisikan dari Zio,saat ia nigin menjawab Zio sudah tida adaligi di dekat nya.
Sejak kapan aku jadi pacar nya? jadi pembantu nya saja aku terpaksa," ucap nya dalam hati.
__ADS_1
Jangan lupa ya dukungan nya.🙏🙏🙏🙏❤❤❤❤