
"Selamat membaca.
Setelah semuanya sepakan, Akhirnya Zio dan Sasya akan menikah minggu depan, Sasya pun sudah mengatakan pada Zio kalau dia lah yang akan mengurus semua nya, dan ia sudah mempecayakan perusahaan pada Zio.
Zio pun setuju tapi tetap saja semua masih atas nama Sasya. Dan perusahaan nya sudah ia serah kanbpada adik nya Ferdian.
Tentu tidak mudah membujuk Ferdian untuk bekerja di kantor, tapi Zio dan Mommy mengancam, akan mengeluarkan nya dari daftar ahliwaris, yang membuat pemuda itu mau tidak mau harus bekerja di kantor.
"Non Sasya lagi ngapain,?, " tanya Bik Esih mendatangi Nona nya, yang sekarang sudah ia anggap sebagai putri nya.
Saat ini Sasya afa di ruang tamu, sedang menunggu seseorang.
"Bik, Sasya!, gak pake Non, " protes Sasya.
"Iya Sya, " patuh Bik Esih.
"Ini sudah suang lo, jangan lupa, kamu dan Nak Zio harus pergi bertemuan dengan pak Deyan, " ucap Bik Esih mengingat kan.
"Iya bik, ini juga Aku mau nungguin Om, katanya dia mau jemput aku, " balas Sasya yang memang sudah menunggu kedatangan Zio.
"Ya sudah kalau gitu Bibik tinggal dulu ya. "
"Ya Bik. "
Bik Esih meninggal kan Sasya, iya pergi ke taman belakang.
"Sya panggil Jayyan anak Bik Esih.
__ADS_1
"Ya Jay, " Sasya pun menyahut.
Lalu Jayyan memdekati Sasya duduk di sofa sebrang.
"ada spa Jay, " ucap Sasya lagi, merada bingung.
Apa kau yakin ingin menikah dengan Om Zio?, " tanya Jayyan.
"Iya, aku akan menikah dengan Om Zio, memang nya kenapa, " jawab Sasya tersenyum.
"Tidak, aku hanya heran saja kau ini kan masih muda sedangbkan Om Zio kan sudah_…, " ucapan Jayyan pun terhenti.
"Tua, itu maksudmu, " ucap Zio menyambung.
Zio datang mendekati Sasya, berdiri di dekat gadis pujaan nya itu.
"Hehehehe, Om Zio, ngapain Om datang?, " tanya nya pula cengengesan.
"Bukan urusan mu, " jawab Zio kesal.
Zio dan Jeyyan memang tidak akur, Jayyan yang suka menggoda Zio, sedang kan Zio yang tidak suka becanda, mbuat mereka jadi sering bertengkar.
"Dih, si Om sensi amat sih, udah kayak cewek yang lagi pms, " ucap nya malah mencari gara-gara.
"Jay bisa tidak kau diam saja, " ucap Sasya kesal.
"Iya dah aku diam, demi kamu apa pun akan aku lakukan, " balas nya monggoda Sasya sambil mengedipkan matanya, niat nya ingin memanas-manasin Zio.
__ADS_1
"Berani ka_. "
"Sudahlah Om, tidak usah di ladenin, " cegah Sasya yang melihat Zio ingin mrmbalas ucapan Jayyan.
"Hmm, kita berangkat sekarang, " ajak Zio menarik tangan Sasya, membawa gadis itu keluar dari rumah.
Sasya pun menurut, mengikuti langkah Zio, sampai di luar rumah, mereka masuk kedalaman mobil.
Meskipun Zio yang memegang kendali atas perusahaan, tapi Zio selalu mengajak Sasya jika ada meeting penting dan bertemu klyien penting.
Kalau Sasya dan Zio pergi menemui kliyen, lain hal nya dengan Ferdian yang sedang pusing di kantor.
"Ayo lah Zak, tolong aku, jangan kasi tau kakak kalau aku sudah membuat kliyen kita marah, " pinta Ferdian pada Zaki.
"Ya Zio memberikan tugas padanya untuk mengurus perusahaan, tapi harus di dampingi dengan Zaki, asisten pribadi nya.
"Baik lah, kali ini tuan saya bantu!, dan nanti saya yang akan bicara pada kliyen kita dan menjelaskan semuanya, " balas Zaki.
Zaki benar-benar bingung melihat dua bos nya itu, padahal terlahir dari wanita yang sama dan ayahnya juga sama, tapi mengapa sifat kedua nya sangat berbandik balik.
"Tengks bro, " ucap nya merasa lega.
"Bra bro an lagi dia nya, " ucap nya d as lam hari, ia menggelengkan kepala nya.
Tolong dukung Krya mak ya 🙏🙏🙏🙏🙏
Seperti like komen favorit dan vote nya 🙏🙏🙏🤗
__ADS_1
Love you 💞💞💞💞💞💓💓💓💓💓💓