Om Tampan Dan Pencuri Cantik

Om Tampan Dan Pencuri Cantik
Bab 32


__ADS_3

"Selamat membaca.


Falshback


Pagi-pagi sekali, seorang pria beranak satu sudah sibuk mempersiapkan kapergian mereka.


Kalau biasanya istri nya yang sibuk, kali ini suami lah yang sibuk.


"Mah, buruan dong!" ucap papa Radit pada istrinya.


"Sabar pah, bentar lagi jugak selesai," balas mama Sela.


"Ya sudah Paps lihat putri kecil Papa dulu," ucap nya keluar dari kamar itu, menuju kamar putri nya.


Begitu pPapa Radit masuk ia langsung bertanya. "Sya udah mandi Sayang?" tanya Radit pada putrinya.


"Belum Pah," jawab Anak itu menggeleng.


"Kok gitu," papa Radit mengerut kan kening nya.


"Bik, Sasya kok belum di mandiin?" tanya papa Radit pada pengasuh putri nya.


"Non Sasya nya nggak mau tuan," jawab pengasuh Sasya, yang bernama Esih.


"Kenapa sayang?" tanyanya kembali.


"Kita gak usah pergi ya Pah," pinta nya.


"Kok tumben gak mau pergi," ucap Papa radit mengerut kan dahi.


merasa bingung melihat putri nya, biasanya kalau mau bepergian, putrinya itu sangat bersemangat, tapi kali ini tidak, dia malah meminta agar tidak pergi.


Tapi papa Radit tetap memaksa untuk mebawa kelusrga nya pergi. itu pun hanya mereka bertiga yang pergi, padahal Sasya sudah meminta agar Bik Esih dan Anak nya agar ikut, papa Radit menolak nya, membuat gadis kecil itu merasa sedih.


Setelah semua selesai, sekarang mereka sudah ada di luar rumah.

__ADS_1


Tuan yakin tidak perlu di antar?" tanya pak Joko.


Entah mengapa Pak Joko merasa tidak enak dengan kepergian majikan nya itu.


"Gak perlu pak, " papa Radit Kekeh tetap menolak. Papa Radit mengajak anak dan istri nya masuk kedalam mobil, lalu meningkalkan rumah nya.


Dengan perasaan tak tenang Pak Joko, dan Bik Esih memberikan majikan meraka pergi.


"Pah, aku mau nya sama Bik Esih, " ucap Sasya. Ia merasa sedih karna pengasuh nya tinggal.


"Kenapa gak di ajak aja sih Pah," ucap mama Sela, kasihan melihat putri nya.


Papa Radit melihat kearah istrinya, ia tersenyum menanggapi ucapan istrinya, lalu kembali melanjutkan merjalanan mereka.


Tiba-tiba ada mobil dari depan, melaju dengan kencang, tak tentu arah.


Braaakkk


kembali ke kediaman Papa Radin.


"Mama Papa!


"Bangun Pah, bangun mah.


Sasya terus menangis melhat mama dan Papa nya yang terbujur kakau, di depan nya.


"Jangan nagis lagi Non, " ucap Bik Esih sedih, ia juga ikut menangis.


Baru saja majikan nya itu meninggal kan rumah, saat kembali sudah tidak bernyawa lagi.


"Tapi kenapa bik? Mama gak bangun, papa lagi gak mau bangun jugak, " ucap anak umur empat tahun itu.


Bik Esih tambah menangis, ia sangat kasihan melihat putri majikan nya itu.


Ke esokan hari nya.

__ADS_1


Sasya masih terus menangis memanggil mana dan papa nya, Bik Esih sudah berusaha mendiam kan Nona kecil nya itu, tapi sang Nona tetap menangis.


...*****...


"Pi, Radit dan Sela kan sudah mati, bagai mana kalau kita singkirkan saja anak mereka,agar semua harta kekayaan ini memjadi milik kita, " ucap Hera pada suami nya.


"Apa ngak beresiko mi? " tanya Jefri pada istrinya.


"Ya nggak la pi, kan bukan kita yang melakukan nya, " jawab nya enteng.


"Terus kalau bukan kita? siapa lagi yang melakukan nya? " Jefri balas beritanya.


"Kita suruh orang, yang melakukan nya, " jawab Hera lagi.


"Kalau orang yang melakukan nya, bayaran nya dapet dari mana? "


Udah papa tenang aja kali ini biar Mami yang urus, " ucap Hera, tersenyum karna dia sudah memiliki rencana.


Tanpa meteka ketahui kalau Bik Esih mendengar semua rencana mereka.


Bik Esih buru-buru menemui suaminya, mengatakan pada suami nya kalau Sasya sedang bahaya, jadi mereka harus segera menyelamatkan nya, ia juga mengatakan agar suami nya mengambil barang berharga milik majikan nya.


Bik Esih pun berkemas segera membawa Sasya dan putra nya masuk kedalam mobil. Sedangkan Pak Joko masuk ke ruang kerja majikan nya, mengambil beberapa berkas dan surat penting.


"Pak Joko dan Bik Esih memang tau semua isi rumah itu termasuk tempat dimana penyimpanan barang berharga milik majikan nya, karna mereka sudah sangat di percaya di rumah itu.


"Semua sudah siap Buk? " tanya Pak Joko, saat ia sudah ada di dalam mobil.


"Sudah Pak, " jawab Bik Esih.


Pak Joko menjalan kan mobil nya. Saat mereka keluar melewati gerbang. ada sebuah mobil yang datang, untuk Pak Joko sudah keluar, jadi Bik Esih segera menyuruh suami nya melaju dengan cepat.


Tapi sayang mobil itu berhasil mengejar mereka, orang-orang itu membuat Pak Joko pingsan Sedangkan Bik Esih dan dua anak-anak itu di ikat. mobil itu di bawa lalu didorong kejurang, agar terlihat seperti kecelakaan.


Untung rejeki masih berpihak pada mereka, sebelum mobil meledak mereka berhasil keluar dari dan menyelamat kan diri.

__ADS_1


__ADS_2