Om Tampan Dan Pencuri Cantik

Om Tampan Dan Pencuri Cantik
delapan: bertemu teman teman


__ADS_3

"Selamat membaca.


Siang hari nya.


Setelah satu jam lama nya Sasya membujuk Zio agar mengijin kan nya untuk pergi menemui teman-teman nya, ahir nya dia mendapat kan izin. tapi sayang tidak sesuai dengan keinginan nya.


Ya Zio mengijin kan nya untuk pergi, tapi harus diantar oleh nya. padahal Sasya sengaja ingin keluar, agar dia tidak terus berduaan dengan Om tampan nya yang nenyebalkan itu.


"Belok kiri Om! tunjuk Sasya, dia yang menjadi penunjuk jalan, karna Zio tidak tahu jalan nya.


"Ini dia tempat nya. ucap nya lalu turun dari mobil.Tapi Zio menahan nya.


"Bukan nya ini warung bakso? katanya kau ingin bertemu teman-teman mu dan ingin mengambil baju-baju mu?" Zio brtanya sambil memperharikan warung bakso yang sederhana itu.


"Iya Om, tapi kita ketemu nya disini, dan untuk daju-baju ku, nanti biar mereka yang bawa." hawab nya lalu keluar dari mobil Ia pun brjalan masuk ke warung itu, memesan empat mangkok bakso kesukaan nya dan teman-tenan nya, tanpa mengingat Zio,


lalu ia memilih tempan duduk yang nyaman menurut nya, karna dia tidak mementingkan orang lain.


Melihat Sasya masuk dan duduk di warung itu, Zio pun keluar dan ikut duduk di dekat Sasya.


"Sya!" Panggil Parhan.


Mendengar nama nya di panggil Sasya pun menoleh.

__ADS_1


"Parhan! ucap nya berdiri dari tempat nya duduk.


Parhan pun berlari, kearah Sasya, memeluk nya begitu saja tanpa memperhatikan orang yang ada di samping Sasya .karna dia sudah sangat merindukan gadis itu.


Melihat Sasya di peluk oleh Parhan, Zio merasa tidak rela.


"Siapa kau? mengapa kaumemeluk nya?" Zio bertanya sambil menarik Sasya dari pelukan Parhan. lalu menarik Sasya kebelakang nya.


Aku ini teman nya," jawab Parhan, ia memperhatikan Zio.


Zio memperhatikan Parhan. Ia merasa seperti pernah melihat Parhan tapi dia tidak ingat dimana ia melihat nya. Spai tiba-tiba ia teringan, dengan video ysngbada di ponsel nya.


"Ini dia ni pe_ Auww.," ucapan Zio terhenti, karna Sasya menginjak kaki nya.


"Om, jangan katakan pada teman-teman saya, kalau Om tau kami ini penciri," bisik nya saat Zio menatam nya," Sama sekali dia tidak takut dengan tatapan Zio.


Sasya tifak mau kalau Parhan tau dia bekerja untuk Zio karna ancaman piria itu yang akan melaporkan mereka.


Apa imbalan nya? kalau aku tidak mengatakan nya?" bisik Zio beryanya.


"Apa saja, saal kan Om diam!" jawab nya asal, tanpa memikirkan apapun. Biar lah teman-teman nya tau kalu dia seorang pembantu.


Melihat Sasya berbisik- bisik dengan orang yang ada di samping nya, ketiga pemuda itu pun merasa heran.

__ADS_1


"Say, kenapa Lo malah bisik-bisikan sih? lo kenal sama ni Om-Om?" tanya Parhan. Ia menayap Zio tidak suka.


"Ini itu anak majikan Gue, tadi itu majikan Gue gak ngijinin Gue pergi sendiri, jadi dia nemani Gue deh," jawab nya asal, dan mengajak teman-teman nya untuk duduk. Kebetulan pesanan nya pun sudah datang.


"Sudah lah, nggak usah bahas yang Ngak penting, mending kita makan aja, ni bakso nya sidah datang" ucap nya agar teman-teman nya tidak lagi banyak bertanya.


Melihat Bakso sudah ada di meja, mereka pun duduk, dan menarik satu persatu mangkok bakso yang ada, lalu menikmati nya denan tawa dan candaan. tanpa memikir kan Zio yang menatam meteka tidak suka karna terlau dekat pada Sasya . ditambah lagi Sasya binar-benar tidak mengingat nya sama sekali.


"Lalu aku makan apa?" tanya Zio, tiba-tiba lalu ia menatap Sasya. Dia tidak menyangka Sasya setega itu pada nya.


"Memang nya Om mau? makan di tempat seperti ini?" bukan nya menjawab, Sasya malah balik bertanya. Dia memang tidak memesan bakso nya untuk Zio, karna ia pikir Zio tidak mau Mskan bakdo di tempat seperti ini


Zio tidak memjawab, dia malah menatap Sasya.


"Sudah lah, kita pulang saja" ucap nya. Ia berdiri lalu membawa Sasya pergi. tak lupa Zio meninggal kan beberapa lembar uang.


Sasya pun menurut, dan mempawa tas nya yang di bawa parhan tadi, mereka pun keluar dari warung bakso itu.


"Sasya tidak menyangka kalau Zio akan semarah ini. Dia pun terus menatap Zio, dia melihat ada kemarahan di wajah Zio, jadi tidak berani bertanya.


Mereka sudah ada di dalam mobil. "apa Om menyebal kan ini marah, karna aku tidak memesan kan bakso untuk nya" Sasya bertanya didalam hati yang tidak mungkin bisa didengar Zio.


Hening tidak ada yang bersuara. entah apa yang membuat Zio semarah itu, spa iya karna Sasya tidak menesan bakso untuk nya, entaj karena melihat Sasya dekat dengan teman-temsn nya Zio pun tidak mengerti.

__ADS_1


jangan lupa ya dukungan nya.🙏🙏🙏🙏🙏❤❤❤❤


__ADS_2