Om Tampan Dan Pencuri Cantik

Om Tampan Dan Pencuri Cantik
empatbelas


__ADS_3

"Selamat membaca.


"Sampai di kantor Zio langsung membawa Sasya keruangan nya.


Kamu tunggu disini ya! aku hanya sebentar!" perintah nya lembut, begitu sampai di dalam ruangan nya.


mendengar perintah Zio Sasya pun mengangguk. Lalu Zio keluar, karna sudah di tunggu di ruang miting.


Melihat Zio keluar, Sasya pun merebah kan tubuhnya di sofa yang ada di ruangan itu.


Di luar ruangan.


"Eh, sibos bawa cewek lo."


"iya cantik sih, tapi kayak pereman gitu."


"Tapi masih muda lo."


Ucap para karyawan Zio, mereka bergosip melihat Zio membawa seorang gadis kekantor nya.


"Si bos tu, sut sut sut sibos." salah satu dari mereka memberi tahu saat Zio lewat.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya Zaki melihat para karyawan itu bersisik-bisik saat melihat mereka.


Mereka hanya menunduk tanpa berani menjawab.


"Bubar! kerjakan pekerjaan kalian!" ucap Zaki lagi, para karyawan itu pun kembali kemeja masing-masing.


setelah semua nya bubar, Zaki dan Zio pun melanjutkan langkah keruangan meeting.


Cklek!


Zaki membukakan pintu untuk tuannya, lalu mereka masuk. Semua orang sudah duduk di kursi masing-masing.

__ADS_1


"Maaf, kami datang terlambat." ucap Zio saat ia sudah duduk di kursi nya.


"Tidak masalah tuan." ucap Dafa, rekan kerjany.


mereka pun mulai meetingnya, dengan Zaki menjelaskan mareri yang akan mereka kerjakan.


begitu selesai meeting, Zio lebih dulu keluar dari ruang meeting. Ia langsung menuju ruangannya.


Ckleek!


Zio membuka pintu lalu masuk.


sedang tidur rupanya," gumam nya, mendekati Sasya.


"kamu itu sangat menggemaskan kalau sedang tidur."gumam nya lagi, sambil memandang wajah Sasya.


Zio terus memandang wajah Sasya, semakin lama wajahnya semakin dekan, sampai Tiba-tiba Zio menempel kan bibir nya.


"M_maaf, kan s_saya tuan" ucap Zaki terputus-putus, saat melihat tuan nya sedang berciuman, lebih tepatnya sedang mencium orang yang sedang tidur.


"Lain kali! kalau masuk ketuk pintu dulu!" Zio pun berdiri lalu duduk di kursi kebesaran nya.


"Maaf tuan," ucap Zaki lagi sambil mendekat pada Zio.


"Hemm. "Ada apa?"


Ia berdehem lalu bertanya.


"Ini tuan, saya ingin memberikan kan, data tentang." Zaki tidak melanjut kan ucapan nya, dia hanya melihat Sasya. Memberikan berkas yang ada di tangan ny.


Mengerti apa yang Zaki maksud, Zio pun meneeima berkas nya.


"Kamu boleh keluar."

__ADS_1


"baik tuan."


Zaki pun keluar dari ruangan tuan nya, meningal Zio dan Sasya yang sedang tidur.


Setelah Zaki pergi, Zio pun membuka berkas yang diberikan Zaki, lalu membaca nya.


"Jadi, dia pernah tinggal di panti asuhan," ucap nya dalam hati. Terus membaca berkas semua tentang Sasya.


Dia tersenyum, saat tahu kalau Sasya itu adalah gadis kecil yang ia cari. tapi senyumnya tiba-tiba hilang.


" bagai mana kalau dia tau semuanya, dia pasti membenci aku," Zio terus bicara sendiri.


"Tau apa Om? siapa yang yang akan membenci Om? apa yang sedang Om lakukan" tanya Sasya beruntun, membuat Zio terkejut.


Pertanyaan Sasya, membuat Zio gelagapan tidak tahu harus menjawab apa.


"Bukan siapa-siapa kok," jawab nya tersenyum pada Sasya.


Kamu sudah bangun, kita pulang sekarang," ucap nya lagi mengalih kan pembicaraan, agar Sasya tidak lagi bertanya.


Zio berdiri dari tempat nya duduk, mendekati Sasya yang duduk di sofa.


"Kita pulang sekarang? memangnya pekerjaan Om sudah selesai?" Sasya bertanya mengangkat wajah nya, melihat Zio yang berdiri di depannya.


Cup


"sudah sayang, ya sakarang waktu nya kita pulang," ucap nya setelah mengecup bibir Sasya.


mendapat kecupan dari Zio, Sasya pun merasa malu lalu menunduk, menyembunyikan wajah nya yang memerah.


Melihat Sasya terus menunduk, Zio mengangkat wajah Sasya, dia tersenyum melihat wajah Sasya yang merona.


Lalu mengajak Sasya keluar dari ruanganngan nya, Sasya pun menurut mereka pun keluar.

__ADS_1


__ADS_2