
Hampir setengah jam Mommy Tantri menunggu, tapi tak juga menemu kan kendaraan yang melewat di jalan itu.
Karna sudah lelah menunggu, ahirnya Mommy Tantri mencoba untuk berjalan, ia menyusuri jalanan sepi itu.
Sampai tiba-tiba ada mobil yang datang dan singgah tepat di samping nya.
Nyonya!
Pak Joko turun dari mobil.
Pak Joko, di mana Zio? " tanya Mommy Tantri.
Si Aden, sedang mencari Nona Sasya Nya, "
Jawab Pak Joko.
"Terus Bapak kok tau aku ada dinsini? " tanya Mommy Tantri lagi.
"Si Aden yang ngasih tau nya, dari kemarin Aden dan teman-teman nys terus mencari Nyonya dan Nona Sasya, " jawab Pak Joko, sekaligus menjelaskan.
Pak Joko juga merasa bersalah, karna tidak bisa menjaga Nyonya dan Nona nya, Terlebih lagi, kalau Pak Joko tau ternyata Sasya adalah gadis kecil yang mereka urus selama empat tahun dan iya titip kak di panti asuhan.
"Ya sudah, kalau begitu kita juga harus ikut mencari Sasya, " ajak Mommy Tantri.
"Tidak Nya, Kata Aden mah, Nyonya harus pulang, " Pak Joko menolak ajakan Nyonya nya.
__ADS_1
Karna merasa sudah tidak lagi bertenaga, Mommy Tantri pun menurut masuk kedalam mobil, dan Pak Joko kembali melajukan mobil nya dengan hati-hati.
...**********...
"Lepas kan saya!
Teriak Sasya dari dalam sebuah kamar yang sangat kotor dan bau, kamar itu tidak pantas lagi untuk di pakai.
"Lepas! lepaskan saya!
Sasya masih terus berteria
Gilak ya tu cewek, dari kemarin teriak-teriak mulu, gak cape apa, " ucap pria bertopeng itu pada teman nya.
"Iya, lagian si bos lama bangat sih, " balas yang satu nya lagi.
"Mereka ada empat orang, satu berjaga di luar, tiga lagi ada di dalam, lebih tepatnya di depan pintu kamar di mana Sasya di sekap.
"Memang nya kau mau di penggal oleh tuan, " ucap kedua nya bersamaan.
Setelah itu salah satu dari mereka menelvon bos mereka.
Halo Bos, bagai mana harusbkita apakan gadis ini? " tanya nya begitu bos nya menjawab telvon nya.
"Kalian tunghu saja di ditu! daya akan segera kesana! " ucsp nya langsung mematikan telvon nya.
__ADS_1
...****************...
Sedangkan Zio, sudah dari kemarin dia terus mencari keberadaan Sasya dan Mommy nya. Kalau Mommy Tantri sudah di temukan. sedang kan Sasya belim juga di temukan.
"Bagai mana? apa sudah ada kabar dari anak buah mu? " tanya Zio kepada Rendi.
"Sudah Bos, tapi saat ini mereka sedang mengikiti tersangka, " jawab Rendi.
Berkat Bik Esih dan suami nya, Zio mendapatkan sebuah impormasi. Kalau besar kemungkinan hilang nya Sasya ada hubungan nya dengan om nya, yang bernama Jefri.
Eh bos, disini ada yang aneh deh, dari kemarin aku sudah ingin bertanya sama si bos, " ucap Rendi, seperti mengingat sesuatu.
"Aneh apa? dan kamu mau nanyak apa? " tanya Zio, menatap Rendi.
"Bukan nya nama supir lo, Pak Joko ya? " tanya Rendi.
Zio mengerut kan dahi nya, menatap Rendi dengan tajam. "Di saat seperti ini, sempat-sempat nya lo mikirin nama supir nya Mommy, " ucap Zio.
"Bukan gitu Bos, kemarin pas ngomong sama Suami nya Bik, siapa nanya? " ucap mya malah bertanya.
"Bik Esih, " jawab Zio.
"Ah ya Bik Esih, nama suami nya itu Pak Joko juga, " lanjut nya. Membuat Zio tambah heran.
"Maksud mu, pak Joko itu orang yang sama, sama supir nya Mommy gitu, " ucap Zio memperjelas nya.
__ADS_1
"Nah betul itu. "
Zio kembali mengingat Suara orang yang menelvon nya juga, memsng suara nya tidak asing bsginya tapi ia pikir itu hanya suara di telvon saja.