
"Selamat membaca.
Setelah mengetahui semua nya, Sasya berniat merebut kembali apa yang menjadi miliknya. Dengan bantuan Zio Pak Joko dan Bik Esih, dia yakin akan bisa merebut harata yang seharus nya adalah milik nya.
Sekarang mereka ada di ruang tamu, sedang memeriksa berkas dan surat-surat nya, mereka juga mendapat sedikit impormasi tentang perusahaan itu, kalau Om dan bibik nya sudah memalsikan semua tanda hak kepemilikan, dan beberapa saham telah berpindah tangan.
Maka dari itu, Zio harus memiliki rencana yang matang jika ingin merebut nya kembali.
Bagai mana om? " tanya Sasya saat ini mereka sedang mendiskusikan bagai mana cara nya agar bisa masuk kedalam perusahaan milik Sasya.
"Gini aja, nanti Om minta tolong sma Farzi dan Rendi, untuk mencari tau lebih dulu bagai mana keadaan di sana, " ucap Zio.
"Ya sudah, terserah Om saja, " ucap nya menyerah ken semua nya pada Zio.
karba dia benar-brnsr tidak mengerti tentang itu semua.
"Om!
"Hemm!
"Om janji ya, jangan pernah lagi tinggalin Sasya, " ucap nya menatap Zio.
"Kamu gak usah takut, Om nggak akan pernah ninggalin kamu, " balas Zio, membslas tatapan Sasya.
Untuk sesaat mereka saling diam.
sampai tiba-tiba Zio kembali buka suara.
__ADS_1
"Bisa tidak kita menika saja, " pinta Zio kiba-tiba.
Sasya terkejut mendengar mermintaan Zio.
Bukan nya Sasya tidak mau, Om, tapi Sasya minta waktu, " ucap nya sendu, takut menyakiti meresaan Zio.
"Sampai kapan Sya, kamu kan tau Mommy jiga sudah ingin kita segera menikah, " balas Zio matap Sasya dengan serius.
"Biar Sasya sekolah dan berajar dulu Om, biar Sasya bisa mengurus perusahaan, dan banggain mama dan papa, " ucap nya balas penatap Zio.
Sebenarnya Sasya juga sudah mencintai Zio, tapi dia juga ingin menjadi wanita yang sukses, tidak seperti sekarang ini. Bahkan memeriksa berkas yang sudah ada ditangan nya sampai sekarang dia tidak mengerti sama sekali.
Jadi dia mau belajar dan berusaha membahagiakan orang tua nya, meski pun telah tiada tapi Sasya tetap ingin orang tua nya merada bangga pada nya. Terlebih lagi itu memang milik nya.
Baik lah, Om akan berusaha sabar menunggumu, " ucap Zio akhirnya.
"Makasih ya Om, " ucap Sasya merasa bahagi.
Sangkin bahagia nya Sasya sampai memeluk Zio.
"Sudah jangan memancing Om, takut nya kepancing gak bisa nahan lagi, " ucap nya rondom.
Zio pun tersenyum lalu melepaskan pelukan Sasya.
"Apaan sih Om. " timpal Sasya menunduk.
Sasya merasa malu mendengar ucapan rondom dari Zio, karena sekarang dia sudah mengerti apa itu arti ucapan Zio.
__ADS_1
"Ya sudah, kita tidur sekarang ya, " ucap nya tersenyum mengedipkan mata pada Sasya.
"Ya Om, kita tidur sekarang ya, selamat malam Om, " ucap Sasya pula. ia langsung berlari dari dekat Zio, langsung masuk kekamar nya.
Zio tersenyum melihat tingkah Sasya, yang menurut nya sangat menggemaskan.
"Dasar bocah, " ucap nya bicara sendiri.
Zio pun ikut meninggal kan ruang tamu, dia juga masuk kekamar nya dendiri.
Sedang kan Sasya, di dalam kamar nya, gadis itu malah tersenyum mengingat wajah tampan Zio, dan membayangkan bagaimana nanti jika ia benar-benar menikah.
"Hi lucu kali ya, " gumam nya saat membayangkan sesuatu.
Di kamamar Zio.
tuuuut tuuuut tuuuut
Suara hp yang sedang memanggil.
Diky: "Halo ada apa Bos? " tanya Diky begitu ia mengangkat telvon dari Zio.
Zio: "Besok ajak yang lain untuk menemui ku, " ucap nya.
Diky: "Untuk apa? " ia kembali bertanya.
Zio: " Sudah tidak usah bertanya! ingat besok datang kekantor! " balas nya, setelah itu ia mematikan telvon nya.
__ADS_1
"Dasar, Bos gak ada akhlak, " gerutu Diky melihat hp nya yang sudah mati.