Om Tampan Dan Pencuri Cantik

Om Tampan Dan Pencuri Cantik
Bab 26


__ADS_3

"Selamat membaca.


"Sya, kamu nggak kasian apa sama Om Zio?" tanya Parhan. sudah satu minggu ini Sasya tinggal bersama mereka.


Sudah satu nunggu ini pula Zio datang ke rumah anak-anak, tapi Sasya tidak mau menemui nya, membuat semua orang merasa kasihan melihat Zio.


"Aku belum siap bertemu dengan nya, Han," ucap nya lirih. Meski pun dia merindukan Zio, tapi untuk bertemu dia tidak bisa.


Entah mengapa setiap kali dia ingin menemui Zio, dia selalu teringan penderitaan nya setelah kehilangan orangtua nya.


"Aku tau, tapi kan, Om Zio tidak sepenuh nya, bersalah Sya," ucap Parhan, Sasya memang sudah menceritakan semuanya pada Parhan.


"Tapi tetap saja, aku kehilangan orangtua ku, itu semua karena dia," Sasya kembapli mepnangis.


Begitu lah setap kali mereka memujuk Sasya, gadis itu akan kembali menangis.


"Ya sudah! kau tidak usah menemui nya! jangan menangis lagi ya!" ahirnya Parhan menyerah untuk membujuk Sasya.


"Ingat Sya, Om Zio itu sudah samgat baik pada kita, kalau bukan karna dia, mungkin sampai saat ini kita masih nenjadi pencuri, jadi pikirkan baik-baik," ucap nya, lalu ia keluar dari kamar itu meninggal kan Sasya sendiri.


Awal nya, Parhan memang membeci Zio karna dekat dengan Sasya, tapi semakin lama ia mengenal Zio, dia juga tau kalau Zio lah yang paling bisa membahagiakan Sasya.


Melihat Parhan keluar, Sasya pun kembali mengunci pintunya, karna dia yakin Zio pasti ada di rumah ini.


"Maaf Om, Sasya belum mau bertemu dengan Om," ucap Parhan. Begitu ia keluar dari kamar Sasya, Zio sudah ada di depan pintu kamar itu.


Karna Sasya memanggil Zio, dengan sbutan Om, mereka juga memanggil Zio Om.


"Huuh!

__ADS_1


Zio menghembus kan napas, bingngung harus bagai mana, agar Sasya mau menemuinya, dia sudah sangat merindukan pacar kecil nya itu.


Tok tok tok


Sya, Buka dong! Om pengen ketemu sama kamu, Om sangat merindukan mu" ucap nya, sambil mengetok pintu kamar Sasya. Dia tau kalau Sasya, mendengar nya.


Tok tok tok


"Sya, Sasya!"


Zio terus memanggil Sasya, tapi tidak mendapat sahutan.


Sudah lelah memanggil tak ada yamg menyahut, ahirnya ia menyerah, meninggalkan kamar pergi keruang tamu.


...****************...


Mungkin hanya ini caranya," gumam nya, setelah ia menemukan satu cara. Mengambil ponsel nya dari saku, lalu menelepon seseorang.


"Bawa semua kunci cadang rumah anak-anak! secepatnya! kalau tidak kau tidak akan mendapat bonusmu bulan ini!" perintah nya sedikit mengancam lalau mematikan telpon nya.


Zaki yang mendapat kan perintah, hanya bisa patuh meski pun merasa heran, tapi dia tetap msegera melaksanakan perintah tuan nya. Segera pergi kerumah utama keluarga Abraham, untung saja dia tau di mana Zio menyimpan kunci itu.


"Peemisi nyonya, saya ijin keruangan tuan, ada yang ingin sa_."


"Tidak perlu, ini kan yang ingin kau ambil?" Mommy Tantri bertanya, memprlihat kan kunci yang ingin Zaki ambil.


"Benar nyonya, kok nyonya bisa tau?" Zaki bertanya heran mengapa nyonya besar nya itu tau apayang dia ingin kan.


"Tadi Zio menelpon ku, katanya kau akan datang menjemput kunci itu," jawab Mom Tantri menjelaskan.

__ADS_1


Setelah mendapat kan kunci nya, Zaki pun pergi, kembali mengendarai mobil nya dengan kecepatan lumayan tinggi, agar bisa segera sampai di rumah anak-anak.


beberapa menit perjalanan akhirnya Zaki sampai di rumah anak-anak.


"Mengapa kau lama sekali!" tuding Zio begitu melihat Zaki keluar dari mobil.


"Kan harus menjemput kunci nya dulu tuan," kata Zaki, memberikan kunci nya pada Zio.


"Banyak alasan," ucap Zio menerima kunci nya.


"Sudah, seksrang kau pulang lah! mungkin besok aku tidak akan kekantor! jadi kau urus dulu urusan di kantor!" perintah Zio. Dia harus bisa meluluh kan hati Sasya, karna dia sudah tidak tahan lagi, terlalu lama jauh, apa lagi tidak bertemu dengan pacar kecil nya itu.


"Baik tuan," patuh Zaki pergi dari situ, kembali ke apartemen nya. Zio pun kembali masuk kedalam, langsung menuju kamar Sasya.


"Mudah-mudahan sudah tidur," gumam nya berjalan mendekati kamar Sasya.


Dengan sangat hati-hati Zio membuka kunci kamar Sasya, sebelum masuk ia melihat ke kanan dan kekiri, agar tidak ada yang melihat nya.


"Aman," gumam nya lagi, ia sudah seperti maling di rumah itu. Dengan cepat masuk kekamar Sasya, Setalah di dalam, ia mendekati ranjang Sasya, ia berjongkok di sambing tempar tidur, menatap wajah gadis yang sangat ia rindukan.


"Aku sangat merindukan mu Sayang," gumam nya pelan, membelsi wajah Sasya. Saat ini Sasya tidur miring.


Cup


Mengecup singkat bibir Sasya, setelah itu berdiri, pelan-pelan ia naik keranjang.


"Bobok bareng ya sayang," ia meminta izin, masuk kedalam selimut yang sama dengan Sasya.


"Ya Om," ia pula yang menjawab. Lalu merebah kan tubuh nya di belakang, lalu memeluk Sasya.

__ADS_1


__ADS_2