
"Selamat membaca.
Selesai berbincang- bincang dengan Mom Tantri, ahir nya Zio memutus kan mengajak Sasya makan di restauran, karna makanan yang di bawa Sasya todak lagi bisa diakan.Tadi dia juga mengajak Mommy nya, tapi sang Mommy menolak, karna ingin bertemu dengan ibu-ibu arisan nya.
"Sya mau pesan apa?" tanya Zio melihat Sasya terus melihat menu nya.
"Aku ingin pesan banyak boleh Om? sekalian untuk anak-anak," ucap nya menatap Zio.
Mendengar pertanyaan Sasya, Zio pun tersenyum dan berkata.
"Boleh Sya. Kebetulan hari ini! aku akan mengajak mu ke sana ingin menunjukkan sesuatu," berithu Zio tersenyum pada Sasya,
"Menunjukkan kan apa?" tanya Sasya penasaran.
"Udah kamu pesan untuk mu saja! kalau untuk anak-anak biar aku yang urus."
Tanoa banyak bertanya, ahir Sasya pun memesan makanan untuk nya dan Zio, sedang kan Zio memesan beberapa nasi kotak untuk mereka bawa.
...****************...
Menembuh perjalanan tiga puluh menit sampai lah mereka di suatu tempat. Sasya mengerut kan kening nya, srperti mengenal tempat itu, tapi kenapa tampak sudah berbeda pikir nya lagi terus memperhatikan tempat itu.
"Om, kayak nya aku mengenal tempat ini deh?"ucap nya masih memperhatikan tempat itu. Zio pun tersenyum.
Tempat apa coba?" tanya Zio mengajak Sasya keluar dari mobil.
"Bukan nya ini t_." Ucapan Sasya terhenti karna ia mendengar suara anak-anak memanggil nya.
"Kak Sasya!
Teriak anak-anak berlari ke arah mereka berdua.
"Tukan aku sudah bilang mengenal tempat ini."
__ADS_1
"Bagaimana tempatnya? kamu sukak?" tanya Zio tersenyum. Sasya mengangguk.
Bagai mana tidak suka, tempat yang awal nya hanya tempan barang rongsokkan, sekatang menjadi rumah yang indah, lenggkap dengan tempat anak bermain.
Ya tanpa sepengetahuan Sasya, Zio membangun rumah yang indah, dengan halaman yang luas, agar anak-anak bebas bermain.
"ingin melihat isi rumah nya?" tanya Zio. Sasya kembali mengangguk.
"Pak, ada makanan di mobil! tolong bawa ke dalam!" perintah Zio pada orang yang berjaga di rumah itu.
Sasya terus memuji ke indahan rumah itu, yang menurut nya rumah itu sudah sangat besar dan indah. padahal bagi Zio rumah itu biasa saja.
"Om, boleh tidak kalau Parhan Rizal dan Ardi juga tinggal disini?" tanya Sasya mengingat teman nya tidak memiliki tempat tinggal.
"Boleh aja, asal mereka tidak lagi mendekatimu," jawab nya sedikit tidak suka Entah mengapa setiap kali Sasya menyebut nama teman laki-laki nya itu, dia selalulu tidak suka.
"Iya Om."
Setelah melihat semuanya, Sasya pun merasa senang, apalagi Zio juga mempekerjakan satu pembantu dan penjaga di rumah itu, di tambah lagi tiga temannya akan tinggal di rumah itu.
...****************...
"Makasih untuk?" Zio bertanya pura-pura tidak tau.
"Untuk semuanya," jawab Sasya tersenyum. Zio pun membalas senyuman Sasya. melanjutkan perjalanan.
"aku sudah berjanji akan membahagiakan mu, jadi ini adalah salahvsatu nya," ucap nya sebelah tangannya menggenggam tangan Sasya.
Empat puluh menit perjalanan, baru lah Zio dan Sasya sampai di apartemen. Begitu sampai mereka turun dari mobil lalu masuk ke gedung apartemen itu.
...***************...
Pagi hari nya.
__ADS_1
Drrrrt drrrrt drrrrt
Ponsel Zio berbunyi, ia pun melihat siapa yang menghubungi nya.
"Mommy," gumam nya, tapi masih di dengar oleh Sasya. Saat ini mereka sedang ada di mejamakan.
"Tante, ya Om?"
Ssstt! Zio memberi isarat pada Sasya sgar diam, karna ia sudah mengangkat telepon dari Mommy nya, dia takut kalau Mom mendengar suara Sasya. Ahir nya Sasya pun diam.
"Ya, ada apa Mom?" tanya Zio.
"Mommy bisakan? ngajakin Sasya jalan-jalan?" Mom Tantri bertanya dari sebrang sana.
"Memang nya? Mommy mau ngajakin Sasya kemana?" Zio pun balik bertanya.
"Mommy mau ngajakin Sasya belanja, Sekalin juga ngenalin Sasya sama temba-teman Mommy," jawab Mom Tantri, dari sebrang sana.
"Ya udah, nanti aku tanya telpon Sasya nya dulu Mom! nanya dia bisa apa nggak," ucap nya seolah-olah Sasya itu jauh.
"Baik lah, kalau Sasya nya bisa! kamu bawa langsung kerumah ya!"
"Ya Mom, yaudah aku telpon Sasya dulu ya Mom."
baik lah."
Sambungan telepon nya pun berakhir, lalu Zio melihat ke arah Sasya.
"Kok Om lihatin aku sih? enang nya Tante ngongong apa?" yanya Sasya, merasa heran karna Zio terus nelihat kearah nya.
"Kamu sipa-siap gih," suruh nya tanpa menjawab pertanyaan Sasya.
"Emang nya kita mau kemana Om," Sasya kembali bertanya.
__ADS_1
"Bukan kita, tapi kau dan Mommy," jawab nya.
"Aku dan tante?" Zio pun mengangguk.