
"Selamat membaca.
Malam hari nya.
"Om, besok aku boleh keluar gak?" tanya Sasya, saat ini mereka sedang makan malam.
"Memang nya kamu mau kemana?" Zio balik bertanya.
"Mau katenu sama anak-anak."
"Anak-anak?" beo Zio mengerut kan dahinya.
"Apa anak-anak itu adalah teman-teman mu?untuk apa mau menemui mereka?" tanya Zio lagi. Dia benar-benar tidak suka kalau Sasya bertemu dengan teman nya itu.
"Bukan Om, ini itu anak-anak, ya anak-anak," jawab Sasya, semenjak tinggal bersama Zio, dia sudah tidak pernah lagi bertemu anak-anak itu.
"Baik lah, besok aku akan menemani mu untuk menemui nya," ucap nya. Sasya pun mengangguk tanda setuju.
Selesai makan, seperti biasa, Sasya akan membersih kan piring kotor bekas mereka makan. saat mencuci piring, Sasya terkejut, karna, tiba-tiba Zio memeluk nya dari belakang.
Malam ini kita tidur bersama ya," pinta nya masih memeluk Sasya, bah kan ia sudah meletakan dagunya di bahu Sasya.
Memdengar peemintaan Zio, membuat Sasya tambah terkejut.
Enak saja, gak ada," tolak Sasya, mana mungkin mereka akan tidur bersama.
"Kenapa? kita kan sudah pacaran."
"Kita memang pacaran, tapi kita belum menikah, hanya orang yang menikah lah baru bisa tidur besama."
"tapi itu tidak untuk kita, kita bisa tidur bersama."
"Gak Om, aku gak mau," ucap Sasya tetap menolak.
"Apa? harus di paksa baru kamu mau menuruti ku?" ucap Zio sambil membalik badan Sasya agar menghadap nya.
"Baik lah, kita tidur bersamaβ¦, tapi dengan satu sarat," lanjut nya. Menbuat Zio mengerut kan kening nya.
"Sarat?" beo Zio. Sasya pun mengangguk.
"Gak papa kali ya kalau cuma tidur aja," ucap Sasya dalam hati.
"Sarat apa?" tanya Zio lagi.
"Om harus ngasi kebevasan buat aku," ucap nya melihat reaksi wajah Zio.
"Hanya itu? tidak ada yang lain?" Zio kembali bertamya.
Medengar pertanyaan Zio, Sasya jasi memikirkan sesuatu.
"Ada, kalau om gak keberatan," ucap nya tersenyum, dambil memainkan jari nya
"Katakan saja! apa lagi sarat nya?"
__ADS_1
Sasya diam, pura-pura malu madoh main kan jari nya.
"Katakan saja! apapun itu, asal itu tidak pergi dari ku," ucap nya menatap Sasya.
"A_aku butuh uang," kata nya memberanikan diri lalu menunduk.
"Kenapa harus menunduk?" tanya Zio, nengangkat wajah Sasya.
"Aku malu."
"Kenapa harus malu?"
"Ah sudah lah! jangan bertanya terus!"
Zio malah tersenyum, melihat Sasya yang malu-malu, tanpa ia tahu kalau Sasya hanya pura-pura, agar ia mendapat maunya.
"Boleh todak?"
Sasya kembali bertanya, melihat Zio malah tersenyum melihat nya.
"Memang nya? butuh berapa?"
"Yes, berhasil, Gak perlu capek-capek nyopet dapat duit," ia berkata dalam hati.
"Berapa saja, yang penting ada," jawab nya, tersenyum pada Zio.
"Aku gak salah dong? kalau manfaatin si Om? siapa suruh maksa aku jadi pacar nya. berkata lagi didalam hati.
di dalam kamar, Sasya diam saja berdiri seperti patung.
Sdang kan Zio, dia langsung merebah kan tubuh nya, pura-pura biada saja.
"Kenapa? hanya berdiri saja? ayo sini!" ajak Zio, melihat Sasya yang berdiri di dekat pint.
melihat Sasya hanya berdiri, Zio kembali turun dari ranjang membawa Sasya ke kasur nya.
"Tidur lah!"
"Janji ya Om, hanya tidur." Sasya menatap Zio.
"Memangnya kamu mau yang lain?" Zio pun balik menatap Sasya.
Melihat tatapan Zio, Sasya pun menggelengkan kepala.
"Sudah tidur lah!" ucap nya merebah kan tubuh nya.
Sasya pun mengangguk, juga merebahkan tubuh nya. mereka pun tidur.
Pagi hari nya, dirumah Mommy Tantri.
Ting tong ting tong.
Pembantu pun membukakan pintu.
__ADS_1
Non Kysa!
Ucap bik tanti, begitu melihat siapa tamu nya.
"Silah kan masuk Non!" tanti pun mempersilakan Kysa masuk.
"Siapa bik?" tanya Mom Tantri, menyusul pembantu nya.
"Ini Nya, Non Kysa," jawab tanti.
"Pagi tante."
Kysa nenyapa Mom Tantri.
"Pagi juga Ky."
"Maaf tan, aku ganggu pagi-pagi."
"Gak, ganggu kok. Ada apa ya? tumben pagi-pagi sudah datang?"
Mom Tantri bertanya sambil tersenyum.
"Gak ada apa-apa kok tan cuma kangen aja main kerumah tante."
"Kamu bisa aja, ayo silah kan duduk." Mom Tantri mempersilah kan Kysa untuk duduk di sofa.
"Kak kysa!" ucap Ferdian, saat ia melihat Kysa.
Ferdian!" Kysa pun melihat ke arah Ferdian.
Kysa memang lebih tua dua tahun dari Ferdian, maka dari itu Ferdian memanggil kaka pada Kysa.
"Sendiri kak? suami kakak mana?" yang Ferdian tau Kysa memang sudah menikah.
"Gak ada, kaka sudah berpisah," jawab nya malas. Dia memang malas kalau sudah membagas tentang pernikahan nya.
Kok b_ aduhh." ucapan Ferdian terhanti karna Mom Tantri menyikut tangan nya.
"Maaf ya Ky, Ferdian memang suka kepo," ucap Mom Tantri.
"Gak papa kok tan," ucap Kysa tersenyum.
Beberapa menit mengobrol, Kysa tak juga melihat Zio.
Kamu lagi nyari Zio?" tanya Mom Tantri, melihat Kysa seperti memcari seseorang.
"Iya tan, Zio nya mana ya? dari tadi gak kelihatan."
Zio udak gak tinggsk dirumah, dia tinggal sendiri di apartemen," jawab nya. Kysa pun mengangguk, mereka pun melantut kan obrolan nya.
Jangan lupa ya dukungan iya.ππππ
sepeeti like komen dan Favorit.πππ
__ADS_1