
"Selamat membaca.
Di dalam mobil, Zio dan Sasya hanya diam saja, Zio yang merasa kesal pada Sasya, sedang kan Sasya tidak tau harus bagai mana.
"Kita mau kemana tuan? lanjut bekerja atau pulang?" Zaki memberani kan diri untuk bertanya.
"Pulang!
jawab kedua nya bersamaan, lalu kembali diam.
Zaki pun mengemudi kan mobil nya ke arah jalan pulang, sambil sesekali melihat orang yang ada di belakang nya, dari kaca yang ada di depan nya.
"Om, Om marah ya?" Sasya bertanya, sudah tidak tahan lagi di diam kan oleh Zio. Padahal sudah jelas kalau wajah Zio menunjukan kemarahan
"Hemm!
Zio hanya berdehem, masih merasa kesal, apa lagi saat ia mengingat tangan Sasya yang di pegang Parhan.
"Tadi kan aku sudah meminta izin sama Om, kalau aku mau bertemu dengan teman_temanku."
"Meminta izin untuk bertemu kan! bukan untuk berpegangan tangan," ucap Zio kali ini ia menatap Sasya.
Ahir nya Sasya pun diam, lain hal nya dengan Zaki.
Mendengar ucapan Zio, Zaki pun ingin tertawa, dia baru tahu kalu tuan nya sedang cemburu.
"Tadi nya dia heran melihat tuan nya tiba-tiba menyuruh berhenti, dengan wajah yang memerah seperti menahan narah, ternyata karna cemburu.
"Kenapa kau tersenyum! ingin menertawakan aku!" ucap Zio pada Zaki.
"Tidak tuan," ucap Zaki kembali pokus kejalan, agar mereka cepat sampai.
"Kau kembali lah kekantor! lanjut kan pengecekan barang!" perintah Zio saat mobil sudah sampai di depan gedung apartemen nya.
"Baik tuan," patuh Zaki. melihat tuan nya dan Sasya turun ia pun melajukan mobil nya kembali ke kantor.
"Om, aku minta maaf, kalu aku salah," kata nya mengekor di belakang Zio.
"Kalau salah! jadi maksudmu kamu itu tidak salah," ucap nya, masuk kedalam lift.
"Ya, salah nya di mana coba? aku izin sama Om itu untuk ketemu sama mereka."
__ADS_1
Ternyata ucapan Zio yang tadi tidak ia pahami sama sekali, lebih tepatnya pura-pura tidak paham.
"Sya aku kasi izin untuk bertemu! bukan untuk berpegangan tangan," Zio merasa geram pada Sasya.Ia keluar dari lift, lalu masuk kedalam apartemen.
"Itu hanya berpegangan tangan, apa salah nya? Om bahkan sudah pernah mencium ku," ucap nya pula, ingin tersenyum tapi ia tahan.
Sebenarnya Sasya sudah tau kalau Zio itu sedang cemburu, dia ingin kalau Zio mengakui nya langsung
"Salah Sya jelas salah! kalau aku menciummu wajar! karna kau itu pacar ku," Zio tambah geram melihat Sasya.
"Bilang aja kalau Om itu cemburu! apa susah nya sih," ucap Sasya ahirnya tersenyum.
"Kamu sengaja ya mau ngerjaain aku." Zio mengangkat Sasya membaringkan nya di sofa, lalu menggelitikinya.
"Ampun Om! ampun!"
Sasya terus tertawa sambil meminta ampun.
"Jadi kamu sudah tahu, kalau aku sedang cemburu!" Zio berhenti menggelitiki Sasya.
"Benaran Om, cemburu? memang nya Om cinta sama aku?" tanya Sasya sambil duduk.
"Kamu mau aku jawab yang jujur atau tidak?" Zio bertanya sambil mengambil tangan Sasya untuk ia pegang.
"jawab yanh jujur."
Haahuu!
Sebelum menjawab Zio menarik napas terlebih dshulu.
"Sebenar nya, aku sudah suka sama kamu itu sejak kita pertama bertemu," ucap Zio kembali mengingat saat ia pertama bertemu dengan Sasya.
"Kok bisa, saat itu kan Om menatap ku dengan tajam, seperti ingin menerkam ku," kata nya mengingat saat ia dan Zio bertabrakan.
"Sudah lah! yang pastinya aku sangat mencintaimu! mulai sekarang kau hanya milikku!" ucap nya tersenyum.
Mendengar pengakuan Zio, Sasya menunduk menyembunyikan pipi nya memerah. Meskipun dia kurang percaya, tetap saja merasa malu.
"Kamu tidak percaya?" Melihat Sasya yang diam saja.
"Jadi, aku harus bagai mana agar kamu percaya?" Zio kembali bertanya. Menata Sasya dengan serius.
__ADS_1
"aku percaya Om," ucap Sasya merasa tidak tahan dengan tatapan Zio.
"Aku bukan pria yang romantis Sya! tapi aku akan berusaha, agar aku bisa mebuat mu bahagia! kamu percaya kan kalau aku bisa bahagiain kamu."
Sasya pun mengangguk. Zio tiba-tiba memeluk nya.
"Kamu harus janji Sya, kalu suatu saat nanti kamu tau tentang satuhal, kamu tidak boleh ninggalin aku!" ucap Zio, membuat Sasya merasa heran.
"Tentang apa Om? apa Om punya masalah?" Sasya bertanya, saat Zio sudah melepaskan pelukan nya.
Zio hanya tersenyum mendengar pertanyaan Sasya.
"Sudah lah! tidak perlu kamu pikirkan!" ucap nya tersenyum.
beberapa sesaat mereka berdua pun terdiam, saling memandang.
"Apa saja yang kalian laku kan hari ini?" tanya Zio, takut hilap terlalu lama memandang Sasya.
"Banyak, aku ngajakin mereka makan berbelanja, pokoknya banyak hal yang kami lakukan," jelas nya membuat Zio kembsli menatap nya.
"Om tenangaja, aku sudah menganggap mereka itu seperti keluarga, jadi aku hanya milik Om."
Cup
Sasya mengecup bibir Zio, agar tidak kembali marah.
benar saja mendapat kecupan dari Sasya, warah Zio kembali cerah dan tersenyum.
"Jangan mancing-mancing sayang aku sudah menahan diri dari tadi," ucap Zio, Sasya pun menyengir.
Tiba-tiba Zio.
*
*
*
*
Sisa nya bisa pikirin masing-masing ya apa yang akan mereka lakukan🤔🤔🤔
__ADS_1