
"Selamat membaca.
Menempuh perjalanan cukup jauh, sampai lah Jefri di sebuah rumah usang yang sudah tak lagi berpenghuni.
"Dimana gadis itu? " tanya Jefri begitubia masuk kedalam.
"Ada Bos, dia sedang tidur, dari kemarin dia terus teriak-teriak mintak di lemaskan, " jawab nya sekaligus menjelaskan.
Jefri pun masuk kedalam kamar itu, begitu ia masuk kedalam, sudah mendapati Sasya yang tertidur di lantai dengan kaki dan tangan terikat.
Maafin Om, Sya, karena Om harus melakukan hal ini pada mu, " ucap nya memperhatikan Sasya.
Sasya yang mendengar ada suara pun terbangun, dengan susah payah Sasya berusaha untuk duduk.
"Anda siapa? tolong lepaskan saya!" tanya Sasya sekaligus meminta agar pria itu melepaskan nya.
"Apa kau tidak mengenal ku? " bukan menjawab atau menuruti Sasya, Jefri malah balik bertanya.
Sasya diam, memperhatikan pria paruh baya yang ada di hadapan nya, tapi sayang dia tidak mengenali pria itu.
"Maafkan Om Sayang, " ucap nya tersenyum pada Sasya.
"Om, spa kau Om ku? " tanya Sasya terus memperhatikan Jefri.
"Iya, aku ini Om kamu, kakak nya Papa mu, " jawab Jefri, kali ini ia mendekati Sasya. Lalu berjongkok di depan Sasya.
__ADS_1
"Kamu anak yang sangat cantik, " lanjut nya, lalu mengelus rambut Sasya.
Kalau kua itu Om ku, kau tidak akan melakukan ini pada ku, " balas Sasya manjauh kan kepala nya dari tangan Jefri.
"Kalau itu, ada alasan nya mengapa Om melakukan itu, " ucap Jefri lagi.
Sasya yang mendengar kan ucapan Om nya pun tersenyum.
"Alasan, alasan karna ingin menguasai harata meninggalan Papa ku, iya kan, " ucap Sasya memandang remeh pada Jefri.
Jefri pun terdiam, mendengar ucapan Sasya, karna apa yang di katakan gadis itu memang benar,
"Aku tigak sudi punya Om, yang rela menyingkirkan keponakan nya, hanya karna harta, " sambung Sasya lagi, melihat Jefri yang masih terdiam.
"Maaf…, Om zanji tidak akan menyakitimu lagi, dan Om akan merawat mu dengan baik, " ucap nya, sebenar nya dia menyayangi Sasya, tapi karna hasutan dan permintaan Istri nya Hera, Menbut ia jadi jahat, dan gila harta.
"Jadi Om harus apa? biar kamu percaya sama Om? " tanya Jefry tetap mencoba membujuk Sasya.
"Ti_."
Braaakk
Seseorang mendobrank pitunya dari luar, mebuat ucapan Sasya terhenti.
"Bawa dia ke kantor polisi! " perintah Zio pada Rendi.
__ADS_1
Ya orang yang mendobrak pintu itu adalah Zio dan Rendi.
Rendi yang mendapat perintah pun segera mendekati Jefri dang memutar tangan nya ke belakang.
Lepas, kan saya! memangnya kalian siapa? " ucapnya sekaligis bertanya pada Rendi.
Kau tidak perlu tau siapa kami, " jawab rendi membawa Jefri, keluar dari kamar itu.
Sedangkan Zio ia sudah mendeksti Sasya dan memeluk gadis itu.
"Sya…, Om minta maaf, tolong suruh mereka melepas kan Om! " jerit Jefri yang sudah di bawa oleh Rendi.
"Kamu gak papa, kan? mana yang sakit? mereka nyakitin kamu? atau mereka berbuat sesuatu sama kamu? " tanya Zio beruntun, sembil memeriksa keadaan Sasya.
"Sasya gak papa Om, mereka cuma ngurung Sasya aja, " jawab nya menghentikan tangan Zio yang melihat keadaan nya.
Zio merasa lega, melihat keadaan wanita pujaan nya baik-baik saja, lalu iya mengajak Sasya untuk pergi keiuar dari rumah usang itu.
"Sya, kamu gak papa kan? " tanya Parhan begitu melihat Sasya keluar dari dalam rumah usang itu.
Parhan mendekati Sasya dan ingin memeluk gadis itu.
"Apa yang ingin kau lakukan! " bentak Zio melihat Parhan yang ingin memeluk wanita pujaan nya.
Parhan yang mendapat bentakan pun menghentikan gerakan nya yang ingin memeluk Sasya.
__ADS_1
"Sudah aku gak papa kok Han, " jawab Sasya, membuat Parhan bernapas lega.
setelah itu mereka pun meninggal kan tempat itu, Zio dan Sasya satu mobil, dengan di supiri oleh Zaki, yang lain nya membawa orang-orang suruhan Jefri dan Jefri nya ke kantor polisi.