
"Selamat membaca.
Semakin lama Sasya mengenal Mom Tantri mereka pun semakin dekat. Sasya mersa sangat bersyukur bisa mengenal Mommy Tantri, karna setelah nenenal Mommy Tantri barulah ia bisa merasakan kasihsayang seorang ibuk.
Mom Tantri sangat menyayangi Sasya, sebagaimana iya menyayangi putri nya sendiri.
Saat ini Sasya suda ada di rumah utama keluarga Abraham, ingin memberi kejutan untuk Mom tantri, tapi langkah nya terhenti ketika mendengar suara yang sangat ia kenal.
"Mom, ada hal yang ingin Zio kasi tau sama Mommy," ucap Zio menatap Mommy Tantri.
Mommy Tantri mengerutkan kening nya, mendengar ucapan putra nya.
"Hal penting apa, nak? apa ini ada hubungan nya dengan Sasya?" Mommy Tantri bertanya.
"Iya, Mom," jawab Zio, ia juga mengangukan kepala nya.
Mommy Tantri tidak lagi bertanya, tapi ia seperti memberi isarat agar Zio menjelaskan semua nya.
"Mommy ingat kan? sama gadis kecil yang aku cari-cari?" tanya Zio.
"Iya, Mommy ingat…," jawab Mommy tantri memberhatikan taut wajah nya 'Zio.
"Terus apa hubungan nya dengan Sasya?" lanjut nya lagi ''bertanya.
"Jangan bilang kau masih merasa bersalah, karena itulah kau tidak mau menikah dengan Sasya," ucap Mom Tantri, karena Zio tak kugaenjawab nya.
"Nggak Mom, bukan karna itu."
"Lalu karna apa Zi? terus apa hubungan nya dengan Sasya?" Mommy Tantri pun kembali bertanya.
"Huhhh!
Zio menarik napasnya panjang, sebelum menjawab pertanyaan dari Mommy nya.
"Sebenarnya …, gadis yang aku cari selama ini…, adalah Sasya," jawab nya menghebus kan napas. sedikit merasa lega.
"Harus nya kamu senang dong, kalau gadis kecil itu adalah Sasya, kalau kau menikah dengan nya, sekalian bisa mengurangi rasa bersalah mu," papar Mommy Tantri.
__ADS_1
"Tapi aku takut Mom, bagai mana kalau dia membenci aku, kalau dia tau kedua orangtua nya meninggal itu karna aku," ucap nya lirih. Dia benar-benar tidak siap kalau Sasya membencinya, apa lagi sampai meninggal kan nya.
Mendengar ucapan Zio, Mom Tantri pun terdiam. Tanpa mereka sadari, Seorang gadis sudah berdiri di belakang mereka, denagan air mata yang sudah membasahi pipi nya.
Jadi, selama ini? Om sudah tau siapa aku? dan juga… aku kehilangan orangtua ku karna Om?" tanya Sasya sambil menangis.
Mendengar ada yang bertanya, Mommy Tantri dan Zio pun melihat ke arah belakang, betapa terkejut nya Zio melihat Sasya ada di belakang.
"Sasya!
"Jawab Om, apa aku kehilangan orang tua ku karna Om?" tanya Sasya lagi.
Sebua tinggujvh pertanyaan yang tidak bisa ia jawab.
"Sasya, kamu tenang dulu Nak, dengerin penjelasan Zio, itu semua bukan sepenuh nya salah Zio, karna saat itu terjadi kecelakaan…."
Flashback
"Mas, apa yang kau lakukan disini?" tanya seorang wanita, saat melihat suami nya di rumah makan, bersama wanita yang sedang hamil.
"Tantri, ngapain kamu di sini?" bukan nya menjawab istri nya dia malah bertanya.
Ardana pun diam, tidak bisa menjawab pertanyaan istri nya.
"Aku ini Istri nya," jawab wanita hamil itu. menatap sinis pada Tantri.
"Jadi selama ini kamu bohongin aku mas, kesibukan yang kamu maksud itu semua hanya kebohongan, aku kecewa sama kamu Mas," papar tantri lalu pergi dari rumah makan itu dengan menangis.
Itu semua tak luput dari penglihatan Zio, yang Ada di rumah makan itu juga.
Karna melihat mommy nya pergi sambil menangis, membuat Zio marah, lalu pemuda itu ingin menemui daddy nya.
Tapi sayang, daddy nya sudah berjalan meninggal kan rumah makan, melihat daddy nya pergi, ia memutuskan untuk mengikuti nya.
Di luar rumah makan, Zio melihat wanita itu bertengkar dengan Daddy nya, masuk kedalam mobil.
Zio pun menaiki motornya, mengingikuti mobil yang di kendarai oleh daddy nya.
__ADS_1
Zio mengejar mobil itu dan menyalip nya.
Ciiiittttt
Untung saja Ardana bisa menghentikan mobil nya tanpa mengenai putra nya.
"Dad Daddy, buka pintu nya!" turun dari motor, Zio menggedor gedor pintu mobil Deddy nya. Ardana pun keluar dari mobil itu.
"Apa yang kau lakukan? bagai mana kalau Deddy menabrak mu?" Ardana menatap putra nya.
"Jadi Daddy lebih memilih wanita yang tidak tau diri itu di bandingkan mommy," marah nya mengitari mobil, membuka pintu secara paksa lalu menarik wanita yang ada di dalam.
"Keluar kau wanita Ja***g," ucap Zio menarik Tisa, lalu mendorong nya hingga terjatuh.
"Zio!
Bentak Ardana melihat putra nya mendorong istri kedua nya.
"Mas, perut ku sakit," wanita itu merintih kesakitan, karna Zio mendorong nya sangat kuat hingga terjatuh.
"Sayang darah," ucap Ardana panik melihat darah mengalir di kaki Istri kedua nya.
Zio juga merasa takut setelah melihat banyak darah yang keluar, dari wanita yang ia dorong.
"Dad kita bawa kerumah sakit," ajak Zio panik juga merasa bersalah.
Ardana pun mengangguk, menggendong istinya ke mobil, sedangkan Zio ia masuk kedepan mengemudi kan mobil nya.
melihat istinya kesakitan sampai tidak sadarkan diri, membuat Ardana takut terjadi sesuatu padap anak dan istri nya.
"Sayang, kamu bertahan ya, demi panak kita," ucap Ardana pelan tapi Zio masih bisa mendengar nya.
"Zio cepat! bentak Ardana membuat Zio semakin panik.
Di satu sisi dia membenci dua orang yang ada di belakang, tapi dia juga merasa kasihan mengingat wanita itu sedang mengandung.
Zio melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi, karena bingung khawatir juga benci bercampur menjadi satu jadi ia kurang pokus tiba-tiba.
__ADS_1
Brrraaak
Suara mobil bertabrakan.