Om Tampan Dan Pencuri Cantik

Om Tampan Dan Pencuri Cantik
Enam


__ADS_3

"Selamat membaca."


Glek!


Zio menelan ludah nya, saat melihat Sasya, tertidur di sofa dengan televisi yang menyala, tapi bukan itu yang membuat Zio menelan ludah nya. Posisi Sasya tidurlah yang membuat Zio sampai menelan ludah.


bagai mana tidak, kalau Sasya tidur hanya mengunakan kaus Zio yang kebesaran. kalau dia berdiri sih tidak masalah tapi ini dia tertidur.


"Bangun, hey bangun," Zio mencoba membangun kan Sasya dengan menggoyangkan tangan nya. tapi tidak berhasil dia malah mengubah posisi nya mencari yang nyaman.


tidak berhasil membangun kan dengan cara baik-baik lalu Zio pergi ke bapur.


Buyuurr!


"Bocor Parhan bocor," ucap Sasya, tiba-tiba berdiri dari Sofa tempat nya tidur.


mendengar Sasya menyebut nama seseorang Zio merasa tidak suka.


"Enak ya tidur terus, kamu disini itu jadi pembantu, jadi kamu harus bekerja bukan nya enak-enakan tidur," ucap Zio meningikan suara nya,lalu menatap Sasya yang masih setengah sadar.


"Saya sudah selesai membersih kan seluruh ruangan Om, kalau memasak Om sendiri yang melarang nya, jadi saya tidak masak lah. jelas nya, menatap Zio kesal. Sedikit pun ia tidak takut, meski pun Zio menatap nya dengan tajam.


Niat Zio tadi hanya ingin membangun kan Sasya, karna tidak bisa bangun jadilah dia menyiramnya.


"Kau cukup berani ya," ucap nya, berjalan mendekati Sasya.


Melihat Zio berjalan ke arah nya membuat Sasya melangkah mundur, sampai ia menabrak Sofa dan terjatuh.


Zio terus melangkah, sampai ia tepat ada di hadapan Sasya. lalu Zio menunduk.


Sasya merasa takut, karna sekarang wajah Zio tepat di hadapan nya.


Deg!

__ADS_1


Klau Sasya mrrasa ketakutan, lain hal nya dengan Zio. Ia malah deg-degan saat menatap wajah Sasya.


"Om...Om m mau apa?" tanya Sasya ter beta.


Bukan nya menjawab, tapi Zio terus menatap nya sampai tiba-tiba Zio menempel kan bibir nya tepat di bibir Sasya hanya menempel.


Mendapat perlakuan itu Sasya pun terkejut. untuk sesaat Sasya terdiam dalam keterkejutan nya.


"Aaaaakk....


Teriak Sasya, begitu ia tersadar padahal bibir Zio masih mmenempel di bibir nya.


"Kenapa kau suka sekali berteriak?" Ia bertanya tapi sedikit membentak Sasya.


"Apa yang Om, lakukan?" Sasya balik bertanya. sambil memeluk tubuh nya sendiri.


"Memang nya apa yang kukakukan?" tanya Zio pula. Mereka terus bertanya tanpa ada yang menjawab.


"Oh," ucap nya singkat.


Dia ber Oh saja, untuk menutupi ke gugupan nya, meninggal kan Sasya di sofa lalu masuk kekamar nya.


"Dasar Om sinting," maki nya,ia pun berdiri, dengen sejuta jekesalan lalu masuk kekamar nya.


"Braaakkk....


Sasya membanting pintu, padahal Zio sering membentak nya, tapi sedikit pun ia tidak takut.


"Dasar bocah," ucap Zio dikamar nya,saat mendengar Sasya membanting pintu kamarnya.


"Dia samasekali tidak takut madaku," gumam nya, padahal dirumah dan dikantor dia sangat di takuti semua orang. Tapi itu tidak berlaku untuk Sasya.


...****************...

__ADS_1


"Mom, kenapa kak Zio harus tinggal di apartemen?" tanya Ferdian, dia mendekst pada Mommy Tantri, meletekan kepala nya di pangkuan Mommy nya.


Saat ini Mommy Tantri duduk di Sofa di ruang tamu.


"Sudah lama kakak mu ingin tinggal di apartemen, tapi Mommy yang melarang nya," jawab Mommy Tantri.


"Kenapa nggak Mommy, larang lagi," ucap nya, mengangkat tangan Mommy Tantri meletak kan nya dikepalanya,agar sang Mommy mengelus nya.


Ferdian memang ramah manja dan sedikit playboy, dan sipat nya masih kekanakkan,meski pun umur nya sudah dua puluh tuju tahun.


berbeda dengan Zio yang irit bucara dingin tidak terlalu suka berurusan dengan wanita, dan sangat menyeramkan kalau sudah marah.


...******...


"Sya, sebenarnya lo kerja dimana sih?" tanya Parhan, mereka bicara melalui videokal.


"Gue kerja di apartemen, jadi pembantu srperti yang lo pada saranin kemarin," jawab nya.


"Benaran,kan lo kerja jadi pembantu?" kali ini Ardi yang bertanya. Dia takut kalau Sasya bekerja yang tidak-tidak.


Ya iya lah, emang lo pikir Gue kerja apaan," jawab Sasya tidak suka dengan pertanyaan Ardi. untung saja saat ini mereka berjaihan kalau tidak sudah pasti ia menghajar Ardi.


"Gue cuma gak mau aja lo kerja yang gak benar, itu aja Sya," ucap nya. Dan dua teman nya pun mengaggukan kepala.


Benar, Sya. dari pada lo kerja gak benar,mending lo pulang kita masih sanggup kok ngasi lo makan, ya walu pun dengan mencuri," ujar Parhan. Dia memang sudah menyayangi Sasya seperti adik nya.


"Gak kok, lo semua tenang aja, Gue kerja nya benaran jadi pembantu, tar kalau sudah saat nya Gue akan menemui kalian Oke." ketiga teman nya punmengangguk.


obrolan mereka pun berahir.


...*****...


"jangan lupa ya dukungan nya.🙏🙏🙏🙏🙏❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2