
"Selamat membaca.
"Sya!
"Sasya!
Begitu masuk, Zio memanggil-manggil Sasya, tapi orang yang di panggil tak juga menjawab.
"Di mana sih, kok tumben bisanya nunggin di sini," gumam nya meletakan tasnya di atas sofa.
"Tidak menemukan Sasya diruang tamu dan dapur Zio pun masuk kekamar Sasya.
Ceklek!
Zio nembuka pintu lalu masuk.
"Maaf Sya, aku masuk." Ia meminta izin tapi hanya dalam hati.
Bukan nya masuk kekamar nya dia malah masuk kekamar Sasya.
"Ternyata dia sedang mandi," gumam nya merebah kan tubuh nya di atas ranjang.
Ceklek!
Sasya pun keluar dari kamar mandi, hanya mengunakan handuk yang menutupi tubuh nya sabatas lutut. Tidak memperhatikan apapun dengan santai nya ia berjalan kedepan lemari yang ada di dekat janjang nya
Sedangkan Zio,begitu mendengar suara pintu yang terbuka Zio pun melihat ke arah pintu.
Gleek!
Menelan ludah saat melihat penampilan Sasya.
Aaakk!
__ADS_1
Apa yang Om lakukan di kamarku?" Sasya bertanya, membalik badan membelakangi Sasyadan menyilangkan tangan nya didada.
"Tadi aku sudah meminta izin untuk masuk, tapi kamu tidak mendengar nya," ucap nya dengan santai.
"Kapan, kenapa aku tidak mendengar nya," heran Sasya masih berdiri di tempat nya.
Tanpa ia sadari kalau Zio sudah duduk di tepi ranjang tapat di belakang nya.
"Tadi saat kamu masih di dalam kamar mandi," ucap nya menarik Sasya kepangkuan nya. Lalu ia memeluk Sasya.
Didalam keterkejutan nya, untak Sasya terdiam belum sadar dengan perbuata Zio.
Satu detik.
Dua detik.
Tiga detik.
Ia bertanya setelah ia sadar apa yang sudah Zio lakukan,berusaja melepaskan diri dari pelukan Zio.
"Sya, jangan terus bergerak! nanti sesuatu bisa terbangun," ucap nya sntai masih terus memeluk Sasya menghirup wangi tubuh Sasya.
"Kalau gak mau dia bangun, ya udah Om lepasin aku!" Sasya mencoba membujuk Zio karna dia tau apa yang akan bangun.
"Gak bisa, kali ini kamu harus membantu ku."
"Maksud Om, embantu apa? Om Jangan macam-macam ya," ucap Sasya menatap Zio.
"Gak macam-macam Sya, cukup satu macam aja," Zio pun tersenyum pada Sasya yang menatap nya.
"Gak ada, mau satu macam dua macam tetap gak boleh," ucap nya ingin berdiri dari pangkuan Zio.
Naas nya saat ingin berdiri handuk yang melilit di tubuh nya malah terlepas.
__ADS_1
"Aaaakk!
Teriak Sasya, melihat handuk nya sudak ada di pangkuan Zio. lalu berlari kembali kedalam kamar mandi.
Sedangkan Zio, dia tercengang menganga melihat tubuh polos Sasya, ia tidak menyangka bisa melihat pemandangan yang sangan indah, tapi cukup membuat nya tersiksa.
"Sekarang Om keluar! aku gak akan keluar dari kamar mamdi ini kalau Om masih afa di situ," teriak nya dari dalam kamarmandi.
Mendengar teriakan Sasya, Zio pun keluar dari kamar itu, karna sesuatu nya juga sudah meronta-ronta didalam sarang nya.
"Ya, aku sudah keluar," ucap nya menutup pintu kamar Sasya.
meninggal kan kamar Sasya ia pun menuju kamar nya sendiri, begitu sampai di kamar ia langsung masuk kedalam kamar mandi, untuk mencuci otak dan pikirannya agar pikiran kotor itu pergi dari pikiran nya.
Setelah Zio pergi dari kamar nya Sasya pun keluar, memakai baju yang serba panjang agar semua tertutup.
"Begini lebih baik," gumam nya melihat penampilan nya di cermin. Keluar dari kamar nya menuju meja makan
Menghabis kan waktu setengah jam di kamar mandi, baru lah Zio keluar. Memakai baju santai, setelah itu ia keluar dari kamar nya menuju dapur ingin mencari makanan, terlalu lama bermain air membuat nya merasa lapar.
Saat melewati meja makan, melihat ada makanan dia pun mendekat.
"Siapa yang memasak ini?" Ia bertanya sambil duduk di samping Sasya, ia biada saka seolah tidak ada yang terjadi.
"Aku Om," jawab nya singkat merasa malu pada Zio.
"Apa sudah kamu coba?" Zio kembali bertanya. Sasya pun hanya mengangguk.
"Baik lah, mari kita makan," ucap nya semangat, terlebih lagi dia memang sudah lapar.
"Hemm, lumayan," ucap nya setelah mncoba masakan Sasya. Lalu memakab nya.
Mendengar ucapan Zio Sasya pun merasa senang, ia akan terus belajar agar lebih pintar lagi memasak nya.
__ADS_1