
"Selamat membaca.
"Mendapat telvon dari Susan, Zaki pun kembali ke kantor, padahal dia ingin menemui orang yang ia suruh mencari tahu tentang Sasya.
"Ada ap_," ucapan Zaki terhenti saat ia melihat keadaanruangan atasan nya itu.
"Perasan baru saja aku keluar dari ruangan ini, tapi kenapa sudah jadi seperti ini," ucap Zaki dalan hati. Lalu melihat tuan nya yang ada di kursi kebesaran nya.
Dia yakin kalau tuan nya sudah mabuk, karna ia melihat minuman yang ada di meja Zio.
"Ada apa tuan?" tanya Zaki begitu ia ada di depan Zio.
"Antarkan saya pulang!" perintah Zio, ia memegangi kepala nya yang terasa pusing.
Tapi tuan, tuan kan sedang mabuk, apa tidak ber_."
"Sudah tidak usah banyak bicara! kamu antarkan saya sekerang juga!" Zio sedikit membentak, memotong ucapan Zaki.
"Satu lagi! beres kan ini semua! dan suruh orang untuk mengantarkan mereka pulang."
Zaki pun mengangguk, karna tidak mau kenak marah lagi.
"Apa ada ya orang nabuk di siang bolong begini?" guman nya pelan agar tuan nya tidak mendengarnya. heran juga melihat tiga teman atasan nya itu.
Sebelum mbawa Zio keluar dari ruangan, ia lebih dulu memerintahkan Susan untuk membersih kan ruangan Zio, juga menyuruh orang untuk mengantarkan tiga orang yang sudah setengah sadar itu.
Zaki pun mengantar Zio pulang ke apartemen, meski pun dia sedikit khawatir pada Sasya, karna saat ini Zio sedang mabuk, tapi dia bisa apa dia hanya menjalan kan perintah.
"Sudah sampai tuan." ucap Zaki setelah mereka sampsi di depan gedung apartemen.
"Hemm! pulang lah!" ia mengusir Zio.
setelah mengucap kan itu, Zio keluat dari mobil. berjanan sempoyongan Zio masuk kedalam lift, untuk membawa nya ke unit apartemen nya. Sampai didepan apartemen Zio pun masuk begitu saja.
Mendengar suara pintu terbuka, Sasya pun melihat ke arah pintu. Saat ini Sasya sedang membersihkan ruang tengah.
Tumben Om pulang jam segini? ini kan masih siang?" tanya nya, masih melanjut kan pekerjaannya.
Memang nya tidak boleh? kslau aku pulang siang?" tanya Zio sambil mendekati Sasya.
"Boleh, kan terserah Om mau pulang jam berapa," jawab nya. Tanpa melihat Zio yang mendekati nya.
__ADS_1
Haaap!
Zio langsung memeluk Sasya begitu ia tiba di belakang Sasya.
Untuk sesaat Sasya diam, sampai ia mencium nafas Zio yang bau alkohol.
"Om mabuk ya?" Sasya bertanya berusaha melepaskan diri dari pelukan Zio.
Meskipun aku mabuk, aku masih sadar, tidak usah takut."
Tapi Om, jangan seperti ini."
Lalu kamu mau nya seperti apa?" Zio bertanya sambil membalik badan Sasya. membawanya duduk di sofa yang afa di ruangan tengah itu.
Sasya pun menurut, mereka sama-sama duduk.
"aku mau mengatakan sesuatu padamu, " ucap nya menatap Sasya.
Om mau mengatakan apa? Ya sudah katakan aja!" Sasya menjauh kan diri dari dekat Zio.
Meski pun Zio mengatakan masih sadar, tetap saja merasa takut, karna meteka hanya berdua.
Memang mya aku makanan apa?" Sasya malah bertanya karna tidak mengerti apa arti dari ucapan Zio.
"Kau memang tidak bisa di makan, tapi kau lebih enak dari pada makanan," jawab nya lagi membuat Sasya tambah bingung.
"memang nya a_."
"Sudah lah! kalau terus bertanya, kapan aku bisa bicara," ucap nya memotong ucapan Sasya.
Baik lah! aku tidak akan bertanya lagi, memang nya Om mau mengatakan apa?"
"A_aku menyukai mu, kau harus jadi pacar ku, " kata nya memaksa.
Mendengar perkataan Zio, Sasya pun terdiam.
"Om jangan mengada-ngada ya, itu nama nya Om memaksa, apa lgi saat ini om sedamg mabuk," ucap nya bukan nya menjawab Zio.
"Jadi kau menolak ku? kau tidak mau jadi pacar ku?" Zio menatap Sasya.
"B_bubegitu Om, saat ini Om kan lagi ma_mabuk."
__ADS_1
ucapan Sasya terputus-putus sangkin takut nya melihat tatapan Zio.
"B_baik lah, aku mau jadi pacar Om," ucap nya masih terputus-putus, karna Zio terus nenatap nya. Baru kali ini Sasya merasa takut, saat Zio menatap nya.
"Gitu dong," ucap nya tersenyum lalu memeluk Sasya.
"Bisa ya? dia tiba-tiba tersenyum? padahal tadi wajah nya sangat menyeramkan," Sasya berucap dalam hati. tidak berani menolak saat Zio memeluk nya.
"Baik lah mulai sekarang kita pacaran," ucap nya, setelah melepas kan pelukan mereka. Sasya pun hanya mengangguk.
"Di lain tempat.
"Tante!
"Kysa!
ucap mereka bersamaan. lalu mereka pun berpelukan.
Dulu Kysa samgat mencintai Zio, beberapa kali dia mengatakan perasaan nya, tapi Zio selalu menolak nya, dengan alasan sudah menganggap dia sebagai adik.
Udah lama ya tan? kita gak ketemu?"
Iya, semenjak kamu menikah, kita sudah tidak lagi pernah bertemu," ucap Mommy Tantri.
"Tante lagi ngapain disini?" tanya Kysa, mengalih kan pembicaraan mereka.
Karna dia tidak suka, mengungkit tantang pernikahan nya.
"Bisa, Tante lagi belanja," jawab nya, smbil mencari seseorang.
"Tanti kesini sama siapa? sama Zio ya tan?" tanya Kysa, karna melihar Tantri sedang mencari seseorang.
"Gak tante lagi nyariin Ferdian, dia yang nemamin Tante."
"Gi mama kalau kita ngobrol nya di situ aja!" Kysa mengajak Tantri ke kafe dekat mereka.
"boleh." Mommy Tantri pun setuju. Lalu mereka pergi kekafi itu.
mohon dukungan nya ya.ππππ
seperti like komen dan subscriberππππ
__ADS_1