Om Tampan Dan Pencuri Cantik

Om Tampan Dan Pencuri Cantik
Bab 23


__ADS_3

"Selamat membaca.


Sebelum menemui teman-teman nya, Mom Tantri mengajak Sasya belanja beberapa baju, den mengajak nya kesalon.


Setelah semuanya selesai, siang hari nya, Mom Tantri dan Sasya, baru smpai di restoran XX, untuk bertmu teman-teman Mom Tantri.


"Maaf ya Ibuk-Ibuk, kita datang nya terlambat," ucap Mommy Tantri, mengajak Sasya untuk duduk di samping nya.


"Gak papa kok buk Tantri," ucap buk wanda tidak masalah.


Emang nya kemana dulu buk? kok bisa terlambat?" tanya buk lika, katna tidak biasanya Mom Tantri datang terlambat.


"Ini buk, abis di nemanin calon mantu belanja kesalon setelah nya barudah kita bisa datang kemari," jawab Mom Tantri memjelaslan.


"Wah, jadi ini ya buk? pacar Zio, yang kemarin ibu ceritain?" satu ibuk lagi bertanya. melihat kearah Sasya.


"Kemarin Mommy Tantri memang bercerita, kalau putranya Zio sudah memiliki pacar, tapi para ibuk-ibuk tidak percaya.


"Ia buk, ini dia Calon mantu saya, pacar sekaligus calon istri anak saya," Mom Tantri pun menjawab dengan semangat.


"Benaran buk Tantri, kalau ini pacar nya Zio? buk Tanri gak lagi menyewe orang kan buat ngaku-ngaku jadi pacar nya Zio?" ibuk Tiyi, bertanya, menatap Sasya.


"Ini lah salah satu nya, mengapa Mom Tantri mengenalkan Sasya pada teman-teman nya, karena teman-temannya menduga kalau Zio itu sudah tidak normal.


Bukan tanpa alasan sih mereka berpikir seperti itu, karna Mom Tantri sidah bebetapa kali menjodoh kan Zio dan mengenalkan nya pada putri mereka, tapi Zio sama sekali tidak mau, membuat mereka berpikir yang tidak-tidak.


"Mommy tidak bohong kok tante, aku memang pacaran…," Sasya menghentikan ucapan nya, merasa bingung harus memanggil apa bada Zio, tidak mungkin kalu dia memanggil Om, yang ada Ibuk-ibuk itu semangkin tidak percaya, dan menganggap kalau Mommy Tantri itu menyewanya.


semu orang melihat kearah Sasya, menunggu lanjutan dari ucapan Sasya.


"Aku memang pacaran dengan Mas Zio," lanjut Sasya ahirnya, menurut nya hanya panggilan itu lah yang melintas di pikiran nya.


"Tu kalian dengar kan, apa kata calon menantu saya," ucap Mom Tantri. Sebenarnya dia tidak suka kalau mbahas tentang putra nya, padahal teman-teman nya hanya salah sangka.

__ADS_1


"Sukur lah kalau begitu, kami pikir selama ini, Zio itu sudah suka pada sesama," ucap ibuk yang satu nya lagi.


Setelah mendengar pengakuan Sasya, semua orang pun meminta maaf karana sudah berburuk sangka pada Zio.


"Sudah lah buk! kita tidak perlu membahas nya lagi, kan sudah ada bukti nya," ucap Mom Tantri. Semua nya setuju, mereka pun lanjut mengobrol.


...****************...


Malam hari nya.


Kapan kalian akan menikah?" mendengar pertanyaan Mommy Tantri, membuat Sasya tersedak.


Uhuuk uhuuk uhuuk


Pelan-pelan sayang!" ucap Mom Tantri, sedangkan Zio mengusap punggung belakang Sasya.


Saat ini mereka masih ada di rumah utama.


"Mommy apaan sih nanyak kayak gitu," ucap Zio.


"Salah Mom," jawab nya seperti ada ketakutan di mata nya.


"Salah nya dimana Zi?" Mom Tanri bertanya melihat putra nya.


"Jangan bilang kalian berbohong? kalian pura-pura pacaran seperti kata teman-teman Mommy tadi," menstam kedua mya bergantian.


"Gak Mom, kita memang benaran pacaran, tapi Zio takut kalau untuk menikah Sasya belum siap," zelas nya. Mbuat Mom Tantri bernapas lega.


"Benaran Sasya, kamu belum siap? menikah dengan Zio?" Mom Tantri bertanya pada Sasya.


Mendengar pertanyaan Mommy Tantri, Sasya menunduk, tidak tau harus menjawab apa. Dia memang merasa nyaman bersama Zio, dia juga mencintai Zio, tapi kalau untuk menikah dia belum siap, karana dia tidak ingin terburu-buru.


"Baik lah, Mommy akan menunggu, sampai kau siap menikah dengan putra Mommy," ucap nya ahir nya, tidak mau memaksa.

__ADS_1


"kalau gitu, kami pulang dulu ya Mom, kan aku harus nganterin Sasya pulang," ucap Zio berpamitan.


"Kok pulang sih, nginap di rumah Mommy ya Sya, mau ya sayang" pinta Mom Tantri menatap Sasya. Ia sangat berharap kalu Sasya mau menginap di rumah nya.


Sasya pun melihat ke arah Zio, seolah meminta pendapat, Zio pun mengangguk kan kepala nya tanda setuju.


"Baik lah Mom, aku akan menginap di sini."


Mendengar Sasya mau menginap di rumah nya, Mom Tantri pun merasa sangat bahagia.


"Oo, jadi Mommy udah melupakan aku iya?" ucap Ferdian, langsung meletakan kepala nya di bahu Mommy Tantri.


"Dasar, anak manja," Zio melempar kan bantal sofa pada Ferdian.


"Baru pulang? habis jalan sama siapa? Andin Sendi Rara atau Cika?" tanya Mommy Tantri menyebutkan berapa pacar Ferdian.


"Gak ada satu pun dsri meteka, aku sudah putusin mereka semua," jawab nya enteng. Membuat Sasya menganga.


"Kamu pacaran sama cewek sebanyak itu?" tanya Sasya tidak habis pikir, mengapa ada satu cowok pacaran dengan banyak cewek pikir nya.


"Hahahaha!


"Itu belum semua, masih beberapa," jawab nya lagi.


"Jadi kamu merasa Bangga? bisa pacaran dengan banyak cewek?" kali ini Zio yang bertanya.


"Iya dong," jawab Ferdian tersenyum. Zio pun menggeleng kan kepala nya.


Sebenarnya Mommy Tantri sedih melihat sifat anak-anak nya, karena ulah suaminya membuat sifat kedua putranya jadi seperti itu.


Yang satu sangat menutup diri dari wanita, yang satunya lagi sangat suka mempermain kan wanita.


Tapi sekarang dia bahagia, melihat Zio sudah menemukan wanita yang bisa merubah nya, meski pun masih irit bicara, tapi melihat Zio mau tersanyum dan menjalin hubungan dengan Sasya sudah membuat hatinya bahagia.

__ADS_1


Sedangkan puntanya yangsatu, masih sama suka mempermainkan wanita. entah sampai kapan putra nya itu akan seperti itu.


__ADS_2