
"Selamat membaca.
Malam harinya
"Om!
Sasya memanggil Zio sambil mengelus rambut tebal milik Zio.
"Hemm!
jawab Zio melihat kearah atas, menikmati elusan dari Sasya.
Saat ini mereka sedang ada di sofa ruang tamu, dengan posisi Zio yang meletakan kelalanya di atas pangkuan Sasya.
"Aku boleh nanya sesuatu nggak?" tanyan Sasya terus mengusap rembut Zio.
"Boleh, memangnya mau tanya apa? " Zio balik bertanya. Siap-siap mendengarkan pertanyaan Sasya.
"Saat kecelakaan itu terjadi…? Om sempat tidak melihat wajah mamah tidak?" Sasya bertanya, sambil melihat kearah atas, agar ia tidak menangis.
Sebelum menjawab pertanyaan dari Sasya, ia lebih dulu menghentikan usapan tangan Sasya, lalu duduk menghadap Sasya.
Kenapa bertanya degitu?" bukan nya menjawab ia malah balik bertanya.
"Jujur ia tidak sanggup menjawab nya, karena saat itu mama Sela menangis, melihat kearah nya.
Mama Sela, adalah mama nya Sasya.
Sasya diam, ia juga tidak tahu kenapa ia mertanya seperti itu.
Melihat Sasya diam saja Zio pun kambali bertanya. "Apa kau merindukan mereka?"
Sasya mengangguk, memang benar kalau ia merindukan orang tuanya.
"Besok kita pergi ke satu tempat" ucap nya menggenggam tangan Sasya.
"Satu tempat," beo Sasya menatap heran pada Zio.
"Udah, gak usah menatap Om sepaeri itu! besok juga kamu tau, kita akan pergi kemana."
Setilah itu Zio mengajak Sasya untuk segera tidur. Sasya pun menurut mengikuti langkah Zio, masuk kedalaman kar masing-masing.
__ADS_1
Pagi harinya
"Om bangun!" membangun kan sambil mencubit hidung Zio, membuat pria itu sulit untuk bernafas.
Haap
Zio menarik Sasya.
Bruuk
Sasya jatuh tepat di atas tubuh Zio. Satu dua tiga detik, mereka bertatapan.
"Kenapa? pagi-pagi sudah mengganggu Om, Hem,? Zio bertanya sambil membelai wajah Sasya.
"Mana ada, aku gangguin Om," elak nya tersenyum. Ia memandangi wajah tampan Zio.
"Kalau bukan menggangu, laku itu apa namanya," balas nya nencubit hidung Sasya.
"Sakit Om," adu nya memegang hidung nya.
"Makanya, jangan berani mengganggu," ucap nya membalikan posisinya, kenjadi di atas tubuh Sasya.
"Jangan seperti ini Om!" ucap nya mulai takut, melihat tatapan Zio.
Bukan nya mendengar kan ucapan Sasya, Zio malah mendekat kan wajah nya.
Cup
mengecup kening Sasya, kembali mengelus wajah nya, menatap nya dengan minat.
"Om, ak_ emm."
Zio membungkam mulut Sasya dengan bibir, menghentikan ucapan Sasya.
mendapat serangan dari Zio, Sasya hanya diam, tidak menolak tidak juga membalas nya.
"Sya, balas Sya!" Zio berucap setelah melepaskan ciuman nya.
Haaah huuh
Sasya nenarik nafas, lalu menghembuskan nya. pencoba mengikangkan kegugupan nya.
__ADS_1
Lagi, Zio kembali mencium Sasya, kali ini Sasya membalas nya. Zio terus menciumi Sasya, dari bibir turun ke leher.
menyingkap baju yang di kenskan Sasya, lanjut memain kan gunung kembar itu, sesekali menyesap nya,. membuat gadis itu melenguh.
Eeehhh
Lenguh Sasya, menikmati sentuhan dari Zio. Mendengar lenguhan Sasya membuat Zio tambah bersemangat.
Derrrt derrrt derrrt
"Ponsel Om_."
"Biarkan saja!" ucap nya memotong ucapan Sasya. Kembali membungkam mulut gadis itu.
Derrrt derrrt derrrt
Ponsel nya kembali bersuara membuat Zio menghentikan kegiatannya. Ia duduk membiarkan Sasya yang masih berbaring.
" Siapa sih,! ganggu aja," geram nya memambil ponsel nya, tanpa melihat siapa yang menelpon ia mengangkatnya saja.
Melihat Zio mengamgkat Sasya pun merapikan kembali baju nya yang di singkap oleh Zio.
"Halo tuan, sa_," ucapan Zaki terputes.
"Hemm, ada apa kau menghubungiku?" tanya nya kesal, memotong ucapan asisten nya.
"Bukan nya Tuan, yang menyuruh saya datang ke apartemen,! untuk menjemput Tuan dan Nona, sekarang saya sudah di depan," jelas Zaki, sudah lama ia menunggu di luar membunyikan bel tapi tak ada yang membukakan puntu.
"Ah ya, aku lupa," ucap nya mematikan nya
begitu saja.
"Ah ya, saya lupa," beo Zaki dari luar, ia kesal pada tuan nya tapi tidak bisa marah.
"Sudah sekarang kamu siap-siap! aku akan membawa mu kesatu tempat," ucap Zio, melihat Sasya sudah duduk di tepi ranjang.
Tanpa bertanya, buru-buru Sasya keluar dari kamar Zio, langsung masuk kekamar nya.
"Apa yang kau lakukan Sasya?" ia bertanya pada dirinya sendiri, memperhatikan dirinya di cermin, melihat bekas ciuman yang Zio berikan tadi.
"Tapi kok enak ya?" gumam nya, Ini kali pertama ia mendapat kan serangan seperti itu dari Zio.
__ADS_1