
"Selamat membaca.
Hari-hari pun berlau, tak terasa sudah dua mingu ini Sasya bekerja di apartemen Zio.
Dua minggu ini pula lah Zio selalu tersiksa, karna dimata nya Sasya selalu terlihat mengoda, padahal Sasya hanya memakai kaos nya saja, tanpa menggoda nya.
"Kenapa kau suka sekali memakai baju ku?" tanya Zio, saat melihat Sasya kembali memakai kaos nya.
"Tidak papa, lebih nyam saja, dari pada baju yang Om beli itu," jawab nya tanpa melihat Zio. karna ia sedang membersih kan meja makan dan mencuci piring bekas mereka makan.
"lalu apa guna nya baju-baju yang ku berikan pada mu?" tanya Zio melihat Sasya yang terus membelakangi nya.
"Berikan saja bada orang yang membutuhkan" jawab nya enteng" masih terus melanjut kan pekerjaan nya.
Bukan nya Sasya tidak mau memakai baju yang di berikan Zio,dia hanya tidak suka karna baju-baju nya nya peminim, sedangkan dia lebih suka memakai baju kaos dan celanap jens.
"Kalau bicara itu lihat orang nya. Zio membalikan badan Sasya agar menghadap padanya.
Deg Deg Deg!
suara degup jantung mereka.saat mata mereka saling menatap.
"Ma_Maaf Om, tapi aku kan lagi bersihin ini" ucap Sasya terputus-putus. lalu ia menunjukan piring yang ada di tangan nya. dan mengalih kan pandangan nya.
Karna ia tidak sanggup bertatapan dengan Zio.
Baik lah, segera selesaikan mekerjaan mu!" perintah Zio, Ia tidak jadi marah, malah memperhati kan Sasya.
Patuh Sasya, ia kembali mengerjakan pekerjaan nya. Tanpa ia ketahui kalau Zio terus memperhatikan nya.
tak berapa lama Sasya sudah selesai dengan pekerjaan nya.
"Ahir nya selesai juga," ucap nya, lalu membalik badan.
Bruukkk!
"Maaf Om," ucap Sasya, merasa bersalah karna telah menabrak Zio.
"tidak masalah," kata Zio, singkat lalu iaeninggal kan Sasya.
__ADS_1
Ia merasa jantung nya tidak aman jika di dekat Sasya. Padahal selama ini dia tidak pernah tertarik dengan wanita mana pun. selain pada gadis kecil, yang pernah berjanji pada nya akan datang jika sudah dewasa nanti.
Huh!
"Untung aja Om menyebal kan itu pergi. Ini lagi jantung kenapa sih, gak bisa di ajak kompromi," Sasya terus bergumam. Ia pun meninggal kan dapur menuju ruang tamu.
...*...
Hik hik hik!
"harus nya kamu kamu itu pergi saja, tinggal kan suami mu yang tidak berguna itu. Ucap Sasya bicara sendiri, pada serial yang ia tonton.
saat ini dia sedang menonton serial istri yang tersakiti.
"kenapa kau mebangis?" tanya Zio tiba-tiba.Ia terkejut saat melihat Sasya sedang menangis
"Aku menangis karena melihat itu," jawab Sasya sambil menunjuk ke arah Televisi yang menyala.
Tek!
Zio mematikan Televisi itu.
"Tidak usah menonton nya! kalau hanya membuat mu menangis!" ucap nya duduk di samping Sasya. Hari ini dia memang libur, karna ini hari minggu.
"Om, kenapa di mematikan?" mengganggu saja." gerutu nya.
"Untuk apa di lihat kalu hanya mbuat kita menangis."
"Yang menangis itu kan aku, bukan Om."
"Ya, memang kau yang menangis, tapi aku melihat nya, itu menbuat aku tidak suka."
"Tapi kan ak Emm...."
ucapan Sasya terhenti karena Zio membungkam mulut Sasya dengan bibir nya.
hal itu pun memberhentikan perdebatan meteka.
Sasya diam saja, karna dia masih terkejut dengan tindakan Zio yang tiba-tiba.
__ADS_1
karna Sasya diam saja, tidak menolak atau pun berteriak seperti kemarin-kemarin, Zio pun melanjut kan ciuman nya.
dstu detik!
dua detik!
tiga detik!
Sasya masih diam,tidak membalas juga tidak menolak. mebuat Zio semangkin betani, lalu ia menggigit kecil bibir Sasya agar terbuka.
Mendapat gigitan dari Zio, Sasya pun membuka mulut nya, hal itupun Zio jadikan kesempatan.
Ia memasuki mulut Sasya, dengan lidah nya. Dengan lincah nya menari-nari di dalam mulut Sasya.
Sedangkan Sasya, ia diam saja karna bingung harus apa, ini kali pertama ia berciuman dengan pria.
Merasa Sasya sudah mulai kehabisan napas, Zio menghentikan ciuman nya. lalu menatap Sasya.
Ditatap seperti itu Sasya pun menundukan kepala nya,karna merasa malu. entah mengapa kali ini ia tidak menolak Zio.
"Lain kali kalau aku sedang memcium mu, jangan lupa membalas nya," ucap nya.
Tanpa sadar Sasya pun mengaguk. Hal itu pun membuat Zio tersenyum.
"Apa, membalas nya," ucap Sasya setelah ia tersadar apa yang di ucap kan Zio.
"Ya, setiap kali aku memcium mu, kau harus membalas nya."
"Enak saja, emang nya Om itu siapa? teman bukan sahabat bukan, Apa lagi pacar."
"Harus jadi pacar mu dulu ya? baru boleh memcium mu?"
Iya dong, kan memang harus pacaran dulu baru boleh ciuman," ucap nya.
tanpa ia sadari telah terjebak dalam omomangan nya sendiri.
"Itu barusan aku sudah mencium mu, jadi aku sudah menjadi pacar mu," ucap nya, sambil mengusak kepala Sasya. Lalu pergi dari situ.
Mendapat perlakuan seperti itu, Sasya pun terdian, sambil memegangi kepala nya yang di sentuh Zio.
__ADS_1
...**********...
jangan lupa ya dukungan nya.🙏🙏🙏🙏🙏❤❤❤❤