
"Selamat membaca.
"Mama mama."
Gsdis kecil itu memangil mama nya yang ada di dalam mobil, Entah bagai mana cara nya ia bisakeluar dari dalam mobil itu.
Eghh
Zio terbangun, denga berat ia mebuka matanya, betapa terkejut nya dia saat melihat ke adaan mobil mereka yang sudah terbalik, dan dia hanya sendiri di dalam mobil, entah di mana keberadaan Daddy dan ibu tiri nya Zio pun tidak tahu.
"Anak itu," gumam nya, saat melihat ada anak kecil menangis memanggil mama nya.
Zio berusaha semampu nya agar bisa keluar dari dalam mobil itu.
"Akhh
Zio merintih kesakitan setelah ia keluar, ia mendekati gadis kecil yang sedang menangis.
"A_adik k_kecil jangan menangis ya," ucap Zio terpitus-putus, karna menahan sakit.
"Om, tolongin mama dan papa aku! mereka masih ada di dalam situ!" ucap anak kecil itu, menunjuk kearah mobil yang ada di dekat mobil nya.
Zio pun melihat ke arah yang di tunjuk Anak kecil itu, dia terkejut melihat dua orang dibdalam mobil, dan Daddy nya yang sudah keluar dari mobil mereka.
Duuuaarrr
kedua mobil itu meledak, Zio pun memeluk gadis kecil itu, setelah itu dia pun kehilangan setengah kesadaran nya, tapi masih bisa mendengar anak kecil itu bicara.
"Om bangun, jangan tinggalin Sasya, Sasya gak ada teman nya Om, Om harus menemani ku," ucap gadis kecil itu, Zio pun masih bisa mendengar apa yang gadis kecil katakan.
"Om gak akan pergi, kamu jangan nangis ya! tetap lah di sisi Om!" ucap nya tersenyum. padahal wajah nya sudah berlumuran darah.
"Om janji! tidak akan ninggalin Sasya?" mengangkat jari kelingking nya.
"Janji!" Zio menaut kan jari nya. Setelah itu dia tidak sadarkam diri.
...****************...
Satu bulan pun berlau
__ADS_1
Sudah satu bulan ini Zio mengalami koma, sampai saat ini dia belum juga sadar kan diri.
Egghh
Tantri memdekati putra nya.
"Zio kamu sudah sadar Nak," Tantri mendekati putra nya.
"Mom di mana Gadis kecil yang bersama ku?" Zio langsung bertanya pada mommy nya.
"Gadis kecil yang mana Nak? MommyTantri pun balik bertanya.
"Gadis kecil, yang bersama ku Mom."
"Tidak ada Gadis kecil, Nak."
"Ada Mom, dia bersamaku, aku sudah berjanji akan selalu menjaganya," ucap nya menangis.
"Zio tenangin dirimu, Nak!"
MommyTantri merasa kasihan melihat putra nya. Dia pikir Zio separti itu karna merasa bersalah.
"Nggak, Nak! kamu nggak boleh pergi! kamu masih lemah!" larang Mommy Tantri beeusaha menahan Zio agar tidak pergi.
Doook Doteer!
Mommy Tantri memanggil dokter.
Flashback of
...****************...
"Begitu, Nak, Mommy juga ngak tau kemana kau pergi, saat itu kami tidak bisa langsung mencarimu, karna keadan nya tidak memungkin kan," ucap Mommy Tantri, setelah ia menceritakan semua nya.
Setelah kecelakaan itu terjadi, mereka juga mengalami kebanggkrutan, karna keluarga dari istri kedua suami nya marah besar, dan membuat mereka bangkrut.
"Sya, aku minta maaf, tolong jangan benci aku ya," pinta Zio memegang tangan Sasya.
"Aku gak tau Om, tapi yang pasti aku kecewa sama Om, kenapa Om gak ngomong daribawal kalau Om mengenal aku."
__ADS_1
"Aku takut kalau aku jujur, kamu akan membenciku, aku gak siap dengan itu semua," ucap nya, menatap Sasya.
"Untuk sementara, zinkan aku menenangkan diri Om," ucap nya menarik tangannya dari genggaman Zio.
"Baik lah…, aku kasi waktu, tapi jangan lama-lama!" ucap nya, sebelum Sasya pergi dari hadapan nya.
Sasya pun pergi dari rumah itu, melihat Sasya pergi Mommy Tantri pun mendekat, pengusap punggung putra nya.
"Sabar, Nak, Biarkan Sasya nenangin diri dulu," ucap nya Zio pun mengangguk.
Saat keluar dari rumah Sasya terkekut sudah mendapati Zaki ada di depan.
"Silahkan masuk, Nona!" Zaki membukakan pintu.
"Aku mau pergi sendiri," Sasya menokak ingin melewati mobil nya begitu saja.
"Maaf Nona, saya di perntah kan tuan untuk mengantarkan Nona, kerumah Anak-anak," ucap nya menahan Sasya, agar masuk kedalam mobil.
Rumah yang di maksud Zaki, adalah rumah yang Zio bangun husus untuk anak-anak.
Akhirnya Sasya pun masuk kedalam mobil.
"tanpa bertanya Zaki membawa Sasya kerumah Anak-anak, karena memang hanya itu lah tujuan nya.
Menembuh perjalanan tiga puluh menit, Sasya sampai di rumah itu.
"Sasya, kamu kenapa? kok kayak habis nangis gitu?" tanya Parhan, mendekati Sasya, lalu memeluk nya.
"Han!" membalas pelukan Parhan.
"Kamu kenapa? cerita sama aku!" Sasya malah tambah menangis di melukannya, akhirnya Parhan tidak lagi bertanya.
cukup lama Sasya menangis madih dalam posisi berdiri. Merasa lebih tenang, akhirnya Parhan mengajak Sasya untuk duduk.
Sasya!
Rizal dan Ardi datang mendekat pada Sasya.
"Kok sendiri? di mana Om Zio?" Ardi bertanya karna biasanya kalau Sasya datang selalu bersama Zio.
__ADS_1
Rizal menyenggol nya, mengisarat kan agar Ardi diam, karena dia melihat Sasya sedang menangis.