
"Selamat membaca.
"Kita sarapan disini aja ya?" ucap Zio, saat sudah sampai di sebuah restauran.
Sasya pun mengangguk, tanda setuju. Lalu Mereka berdua pun keluar dari mobil, masuk kedalam restautan.
Silah kan tuan! mau pesan apa?" pelayan wanita itu datang dan bertanya memberkan mnunya pada Zio dan Sasya, sambil memperhatikan Sasya.
Zio dan Sasya pun Memesan makanan yang mereka ingin kan.
"Sasya, kamu Sasya kan?" pelayan itu bertanya pada Sasya, memperhatikan penampilan nya, ia takut salah orang.
Sasya melihat ke arah pelayan itu. "Deya! kamu Daya kan," balas Sasya. setelah melihat pelayan itu.
"kamu apa kabar?" gak nyangka ya kita ketemu di sini,! Sasya menarik Deya agar duduk di samping nya.
Eh Sya, aku masih kerja," ucap Daya kembali berdiri. meski pun ia merindukan Sasya, tapi pejerjaannya juga penting.
Sedangkan Zio, dari tadi ia hanya memperhati kan Sasya dan Daya yang sedang bercengkraman.
"Gitu ya, padahal aku kangen banget sama kamu," ujar nya, karna sudah lama mereka tidak bertemu.
Gini deh, kamu sebutin nomor HP mu!, tar kita atur biar kita bisa ketemu!" ujar Daya memberi saran.
"Boleh, Sasya pun setuju, ia menyebut kan nomer HP nya, Daya pun mencatan nya di sebuah kertas. karna HP nya ada di belakang.
Setelah mendapat nomer Sasya, Daya pun kembali bekerja, meninggal kan Sasya dan Zio.
Tak berapa lama Daya kembali datang membawa pesanan Sasya dan Zio.
__ADS_1
"Silah kan di nikmati, tuan, Sya. " ucap nya mempersilahkan sambil memberi hormat.
"Gak, perlu pakek gituan kali Day," Sasya merasa kurang nyaman, melihat teman nya itu menunduk pada nya.
"Itu memang sudah peraturan di restauran ini Sya, hormat pada pelanggan," jelas Daya, tersenyum. Sebenarnya bukan pekerjaan nya mengantar pesanan, karna pelanggan nya adalah Sasya, jadilah dia yang mengantar nya.
"Silah kan di makan! aku pamit kebelakang,! sering-sering datang kemari," ucap Daya, lalu pergi dari meja Sasya dan Zio.
Setelah kepergian Daya, Sasya dan Zio pun makan dengan diam, karena mereka memang sudah cukup lapar.
"Sudah berapa lama sih kamu nggak makan?" tanya Zio tersenyum, sambil membersih kan, sisa makanan di mulut Sasya.
"Sasya balik tersenyum, melihat kearah Zio.
Cup
"Gemesin bangat sih," ucap nya sedikit berdiri, mengecup bibir Sasya. membuat gadis itu bertambah malu.
"Nggak perlu malu, anggap aja disini hanya ada kita berdua," timpal Zio tersenyum, kembali duduk di tempat nya.
Sasya tersenyum, kembali melanjutkan makannya sampai selesai. Sedang kan Zio, dia hanya memberhatikan Sasya makan dengan lahap nya.
Selesai sarapan, yang sudah sangat terlambat, mereka melanjutkan perjalanan kesebuah Mal yang terkenal di kota nya. Sampai di Mal itu, mereka keluar dari mobil lalu masuk.
"Kamu bebas, mau membeli apa pun itu !" ucap Zio, melihat kearah Sasya.
Membuat gadis itu tersenyum.
"Benaran Om?" tanya Sasya, bersemangat.
__ADS_1
"Tapi ingat, Beli juga untuk mu," lanjut nya lagi,mengingat kan Sasya.
Karena sebelum-sebelumnya, setiap kali Sasya belanja, selalu mendahului, anak-anak, kalu nggak ketiga teman nya. Yang berujung melupakan untuk nya sendiri.
"Iya Om, iya." Memanyunkan bibir.
Bibir nya, nggak usahbdi msnyunin gitu, bikin orang gemes aja," ucsp nya, berjalan di damping Sasya, menggandeng tangan pacar nya. Sasya pun mulai acara belanja nya.
"Asyik belanja, membuat Sasya tidak sadar kalau ada orang yang memperhatikan dia.begitu pun dengan Zio.
Seorang wanita yang berdan-dan sedikit menor, dari tadi mengikuti Sasya, mengambil beberapa Foto nya, lalu mengirimnya pada kakak laki-laki nya.
Di lain tempat.
Kok bisa, bukan kah waktu itu dia sudah di singkirkan," ucap pria paruh baya, yang bernama Jefri.
Jefri terkejut, saat melihat poto yang dinkirim adik nya. Seseorang yang mirip dengan keponakan nya.
"Coba deh papi selidiki terus, kalau ini memang benar-benar anak itu, kita harus segera menyingkirkan nya," ucap wanita baruh baya, yanga tak lain adalah istri Jefri.
"Harus, Papi nggak mau kalau harus kehilangan semua kekayaan ini," ucap Jefri menimpali ucapan istrinya yang bernama Hera.
Setelah itu Jefri pun mengambil ponsel nya, lalu menelpon seseorang.
Jefri: "Halo, aku punya kerjaan untuk mu!" ucap nya setelah yang ia telvon itu mengangkat nya.
Santo: "pekerjaan apa tuan?" tanya sipenerima telvon itu.
Jefri: "menyelidiki seseorang,!" Jefri pun memjelaskan apa pekerjaan yang harus di kerhakan Santo.
__ADS_1
Santo: "baik tuan, akan saya kerjakan," patuh Santo. menganggupi nya.
Setelah semuanya jelas, Jefri pun mematikan telvon nya.