Om Tampan Dan Pencuri Cantik

Om Tampan Dan Pencuri Cantik
Bab 35


__ADS_3

"Selamat membaca.


Tuuuur tuuut tuuut


Pak Joko menelpon Zio, setelah ia sadar dari pingsan nya.


Pak Joko: Aden, nyonya den Nyonya, " ucapnya panik setelah Zio mengangjat telvon nya.


Zio: Mommy kenapa Pak? ada pap dengan Mommy? " tanya Zio.


Pak Joko: "Anu Den, Nyonya dan Nona…. "


Pak Joko tidak melanjut kan ucapan nya, membuat Zio tambah panik.


Zio: "Ada apa Pak? jangan membuat ku khawatir, " ucap Zio panik.


Pak Joko: Nyonya dan Nona Sasya diculik Den, " ucap Pak Joko ahir nya memberitahu.


Zio: "Apa Pak? terus sekarang Bapak ada di mana? " tanya Zio lagi.


Setelah mendapat jawaban dari Pak Joko, yang akan mengirim kan di mana dia saat ini, Zio pun lamhsung mematikan sambungan telepon nya.


"Zaki, ayo kita pergi, " Ajak Zio. dengan wajah panik nya.


Zaki yang melihat wajah panik Zio pun tak lagi bertanya, ia langsung mengikuti kangkah Zio yang terburu-buru.

__ADS_1


Sampai di luar mereka langsung menuju mobil Zio. "kita ketambat ini, " Zio menunjukan tempat yang akan mereka tuju.


"Baik tuan ucap Zaki, melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi. hanya butuh waktu sepuluh menit, mereka sudah sampai di mana tempat Pak Joko berada.


"Pak, apa yang sudah terjadi? " tanya Zio pada Pak Joko yang masih ada di dalam mobil.


"Nyonya dan Nona di bawa orang bertopeng Tuan, " Jawab Pak joko memberi tahu.


Kemana mereka membawa mommy dan Sasya? " Zio kembali bertanya.


Pak Joko diam, tidak tau harus menjawab apa, karena ia dibuat pingsan oleh orang bertopeng itu.


Karna tidak mendapat kan jawaban apa pun dari Pak Joko, Zio pun kembali menelpon ketiga teman nya agar datang ke apartemen nya.


Setelah itu Zio membawa Pak Joko, pergi meninggal kan tempat itu, sedangkan Zaki mulai memeriksa seluruh cctv yang ada di sepanjang jalan.


Gue mau lu bertiga mencari di mana Sasya dan Mommy berada. " ucam nya peda ketiga nya.


"Terus, soal yang tadi gimana dong? " tanya Rendi.


"Makanya gue nyuruh lo semua datang kemari, kalau masalah kekantor nya Naya cukup satu orang saja, " ucap nya melihst ke arah Rendi.


"Gue, " Rendi menunjuk diri sendiri.


"Emang si Sasya kemana, " kali ini Diky yang bertanya.

__ADS_1


Zio menjelaskan semua nya, ketiga teman nya pun mengerti, lalu memgerjakan pekerjaan nya masing-masing.


Sedangkan Zio, sebelum pergi mencari Sasya, ia lebih dulu menghubungi Parhan Rizal dan juga Ardi, agar ketiga nya juga ikut mencari Sasya.


Hari sudah malam, tapi pencarian Zio tak memnuah kan hasil.


...********...


"Tolong lepas kan saya! " ucap Mommy Tantri, saat ini ia duduk di kursi, dengan tangan dan kaki yang terikat.


"Bisa diam tidak! " bentak otang yang bertopeng itu, dengan menunjukan pistol nya.


Mommy Tantri diam, tidak lagi berkata karna ia sudah sangat ketakutan.


Sasya kamu di mana nak? " tanta nya didalam hati.


Iya dan Sasya memang di pisah kan, entah kemana orang-orang itu membawa Sasya, Mommy terus berdoa semoga ada orang yang menolong nya.


Pagi hari nya.


"Aku di mana, " gumam Mommy Tantri, lalu ia duduk.


Ia marasa kepala nya sangat sakit. " Mengapa aku ada disini? " guman nya lagi, ia terkejut saat ini sudah ada di minggir jalan yang sangat sepi.


"Mengapa mereka melepaskan aku? apa sebenarnya yang mereka ingin kan? Lalu di mana Sasya? " berbagai pertanyaan ada di pikiran Mommy Tantri.

__ADS_1


Meski pun masi belum mendapatkan jawabannya, Mommy Tantri tidak lagi memikirkan itu, karna saat ini yang ada di pikirannya hanya lah bagai mana ia bisa pulang, ia tauhu saat ini anak-anak nya pasti sedang khawatir dan memcari nya kemana-mana.


__ADS_2