Om Tampan Dan Pencuri Cantik

Om Tampan Dan Pencuri Cantik
Bab 27


__ADS_3

"Selamat membaca.


Sudah tengah malam tapi Zio belum juga tertidur, dia malah asyik memandangi wajah pacar kecil nya yang sedang terlelap.


Awalnya Zio nemeluk Sasya dari belakang. Tapi, Sasya merubah posisi nya sendiri, jadi menghadap pada Zio, membuat pria iru puas memandangi wajah cantik Sasya.


Tak terasa bagi pun datang, saat Sasya terbangun, ia di suguhi wajah tampan Zio, tanpa sadar ia pun tersenyum.


"Apa aku terlalu merindukan Om, sampai berhayal kalau Om ada di sini bersama ku," gumam nya tersenyum memandangi wajah tampan Zio, Lalu nenyentuh nya.


"Tapi kok seperti nyata," gumam nya lagi menarik kembali tangan nya.


Dengan cepat Zio menarik tangan Sasya, meletakannya kembali di pipinya.


"Kalau rindu? kenapa tidak mau bertemu?" suara itu pammpu membuat Sasya terkejut. Pikir nya hanya halusinasi nya saja.


"Kenspa Om ada disini?" tanya nya menjauh kan diri dari Zio. lagi dan lagi Zio menarik pinggang Sasya.


"Maukemana?" tanya Zio menatap Sasya.


"Lepas, Om! akukan sudah bilang tidak mau bertemu dengan Om!" Sasya terus berusaha melepaskan diri.


"Harus bagaimana lagi? agar kau bisa memaafkan ku?" tanya Zio sendu, kaliini dengan wajah datar.


Sasya diam saja, tidak bisa menjawabnya. Ia hanya bisa menangis.


"Kamu tau Sya, selama ini aku juga tersiksa, aku sudah mencarimu kemana-mana, tapi tidak menemukan mu…," ucap nya menghapus air mata Sasya.


"Kamu ingat? saat kecelakaan itu?" Sasya menggeleng.


"Aku sudah berjanji akan selalu menjagamu, dan kamu juga berjanji akan selalu ada di sisiku. Tapi kenapa saat aku terbangun kamu tidak ada. Itu membuat ku sangat tersiksa dan merasa bersalah," lanjutnya, ia juga ikut menangis.


Memang benar ia selalu mencuri Sasya, tapi setelah ia bisa membangun kembali perusahaan nenek nya yang sempat bangkrut. itu lah mengapa Zio tidak bisa menemukan Sasya.


Om mohon ya! beri maaf mu untuk Om," pinta nya mereka masih berbaring di tempat tidur.


Sasya mengangguk, lalu memeluk Zio, mengeras kan tangis, karna ia juga sangat merindukan Om tampan nya itu.

__ADS_1


"Sudah! hapus air matanya!" melepaskan pelukan nya, menghapus air mata Sasya dengan tangan nya.


Cup


Mengecup bibir Sasya.


"Om apaan sih," Sasya menunduk tersipu malu.


"Hari ini Om akan menuruti semua keinginan mu," ucap nya, mengangkat wajah Sasya.


"Benar kah? memangnya Om tidak kekantor?" tanya Sasya, ia masih sesenggukan. Zio pun menggeleng kan kepala nya.


"Hari ini kusus untuk mu," Zio mencolek hidung Sasya. Membuat gadis itu tersenyum, kembali memeluk Zio.


"Maafin, Sasya ya Om, karna sudah menyalahkan Om," ia meminta maaf, masih memeluk Zio.


"Om juga minta maaf, terlalu lama mencari mu," balas Zio mengusap-usap ramput Sasya.


Cukup lama mereka berpelukan, melepaskan rindu, padahal baru seminggu ini tidak bertemu.


Kita tidur lagi aja ya, Om masih ngantuk," ucapny merebah kan tubuhnya, lalu menarik Sasya kedalam pelukan nya.


"Jadi kamu mau nya apa Sayang?" bertanya melepaskan tubuh Sasya.


"Jalan-jalan," jawab nya manja.


"Baik lah, tuan putri."


Om kelur gih! aku mau mandi dulu!" patuh Zio turun dari tempat tidur.


Cup


Zio kembali menaiki ranjang mengecup bibir Sasya. Setelah itu baru lah ia benar-benar keluar.


"Om," Sasya memanyunkan bibir, sambil menggerutu, yang tidak didengar lagi oleh Zio.


"Apa yang Om lakukan?" tanya Parhan membuat Zio terkejut.

__ADS_1


Bagaimana tidak terkejut, begitu ia keluar, sudah mendapati Rizal Ardi dan Parhan di depan kamar Sasya, ditambah lagi mereka menatap Zio.


Glekk


Zio menelan ludah, saat melihat tatapan tiga pria, yang sudah menjadi keluarga bagi Sasya, tapi hanya sebentar, bukan sifat nya takut pada orang, orang lah yang takut pada nya.


"Memangnya kemapa? kalian tidak perlu tau urusan orang pacaran," ia memcoba biasa saja. balik menatap tiga pria itu dengan tajam.


Sekarang gantian, tiga pria itu lah yang menelan ludah, melihat tatapan Zio. Tanpa berani bertanya mereka meninggal kan Zio di depan kamar Sasya.


Melihat ketiga nya pergi, Zio juga pergi keruang tamu.


Setengah jam kemudian.


"Loh kok Om ada di sini?" tanya Sasya mendapati Zio ada di ruang tamu.


"Om sedang menunggumu," jawab nya memperhatikan penampilan Sasya.


Penampilan Sasya memang sudah berubah menjadi peminim, semenjak ia dekat dengan Mom Tantri.


Sasya!


Kamu cantik sekali, Nak," puji Bibik melihat menpilan Sasya.


"Bibik bisa aja," Sasya tersenyum.


"Gitu dong, tersenyum, jangan marahan lagi ya! kasihat tu si aden," si Bibik menunjuk Zio.


Sasya kembali tersenyum, menanggapi ucapan si Bibik.


"Sudah, ayo kita berangkat," Zio mengajak Sasya.


"Sarapan dulu Den!" ucap Bibik mengajak majikan nya itu. Ya majikan karna Zio lah yang memberinya gaji.


"Gak usah Bik, sarapan di luar saja," Zio menolak sambil tersenyum. Karna dia hanya ingin berdua dengan Sasya.


Bibik pun tersenyum, seolah mengerti, apa tujuan majikan nya itu.

__ADS_1


"Ayo!


Zio kembali mengajak Sasya, memegang tangan gadis itu, keluar dari rumah. Lalu mereka pun meninggal kan rumah anak-anak.


__ADS_2