Om Tampan Dan Pencuri Cantik

Om Tampan Dan Pencuri Cantik
tigabelas menemui anak-anak


__ADS_3

"Selamat membaca.


Seperti janjinya, hari ini Zio menemani Sasya menemui anak-anak yang ingin dia temui.


"Kita sudah sampai Om," ucap nya, saat mereka sampai di tujuan.


"Tempat apa ini?" tanya Zio begitu mereka keluar dari mobil.


"Udah gak usah nanya! nanti juga Om tau!" ucap nya, dengan nada yang tidak suka berjalan lebih dulu.


Melihat Sasya berjalan Zio pun mengikitunya. Mebawa dua pelastik besar di tangan nya.


"Anak-anak!


panggil Sasya saat sampai di sebuah rumah kecil.


"Kak Sasya," ucap mereka bersamaan. Lalu berlari ke arah Sasya.


Mereka sangat bahagia melihat kedatangan Sasya.


Coba tebak kaka bawa apa?" bartanya pafa anak-anak yang ada di hadapan nya


"jajan," sorak mereka semua, karna bisa nya Sasya memang membawa jajanan.


"Salah, maaf ya kaka gak bawa jajan, untuk kalian," ucap pura-pura sedih.


Gak papa kak, kaka datang saja kami sudah senang," ucap salah satu dari mereka. Semua twman nta pun mengangguk.

__ADS_1


Hemm yang benar." mereka semua kompak mengaangkuk.


"kaka memang tidak bawa jajan, tapi kakak…, bawa sesuatu yang lebih enak," ucap nya.


"Yeee!


Sorak mereka kegirangan, padajal


Anak-anak ridak tahu apa yang Sasya bawa.


Ya sudah, sekarang kalian duduk yang rapih! sebentar lagi makanan nya akan datang."


Melihat Sasya masuk kedalam rumah kecil Zio pun masuk. Begitu ia masuk, Sasya langsung mengbil plastik yang ada ditangan nya.


"Ayo Om! bagiin!" ucap nya karna Zio diam saja ditempatnya berdiri.


"sejak kapan kamu mengenal? dan memberi nereka makan?" tanya Zio, sambil memperhatikan anak-anak itu makan.


"beberapa dari mereka sudah lama, tapi adajuga yangasih baru," jelas nya. Jawabannya pun membuat Zio heran.


"maksudnya?"


"Iya, aku menemukan mereka itu di jalanan, jadi aku bawa aja kesini, dari pada mereka berkeliaran mendinh aku kumpulkan disini aja, terus aku kasia makan yang semampu ku," jelas nya, sedetil mungkin agar Zio mengerti.


"Kenapa kamu melakukan nya?" tanya Zio dengan serius.


"Karna aku gak mau mereka itu sama seperti ku," ucap nya sedih mengingat nasib nya yang jauh dari kata bahagia. terlebih mengingat pekerjaan nya.

__ADS_1


"Memang nya kamu itu kenapa?" Zio kembali bertanya, kali ini dia mengatur duduk nya agar mereka berhadapan.


"Aku tidak mau! kalau mereka jadi pencuri seperti ku. Puas," ucap nya sedikit membentak dan menatap Zio.


"Kenapa jadi marah? aku kam hanya bertanya." Zio heran pelihat Sasya. Apa salah beryanya pikir nya.


"Sudah lah! ayo kita pergi!"


Sasya pun mengajak Zio untuk pergi dsri gubuk itu.


"Lalu mereka bagai mana?" tanya Zio menunjuk anak-anak itu.


"Daris!


Bukan nya menjawab Sasya malah memanggil anak yang paling besar di antara semuanya.


"Daris!" panggil Sasya.


Merasa namanya di panggil, Daris pun mendekat. Sasya pun memberikan uang, yang lumayan banyak pada Daris.


"Seperti biasa, kamu harus pandai membagi nya, agar kalian tidak perlu lagi bekerja," ucap nya lembut sangat berbeda jika bicara dengan Zio.


"Baik kak," ucap Daris kembali bergabung dengan teman-teman nya.


Diaantara meteka memang Daris lah yang paling besar, jadi dia yang mengatur semua nya.


Selesai dari tempat itu, Zio un membawa Sasya kekantor nya. karna dia ada pertemuan dengan rekan bisnis nya.

__ADS_1


__ADS_2