
"Selamat membaca.
Semua permasalahan pun sudah selesai, Jefri sudah mendekam di penjara, sedang kan adik dan Istri nya, masih ada di rumah Sasya.
Ya hanya dia lah yang masuk penjara, karna dia meminta tolong pada Sasya agar memaaf kan Adik dan istri nya, Sasya mengiyakan permintaan paman nya, tapi dengan satu sarat.
"Tamte dan bibik harus bekerja sebagai pembantu di rumah, " itu lah sarat yang di berikan Sasya, dari pada masuk pen jara jadi mereka berdua pun setuju jadi pbantu di rumah itu.
Esok hari nya. Zio membawa Sasya ke kantor milik nya, tapi selama di perjalanan Sasya hanya diam, karna ia sedang memikir kan sesuatu.
"Kamu kenapa sih? kok diam aja? " tanya Zio melihat Sasya sebentar, lalu kembali pokus menyetir.
"Gak papa Om, " Jawab nya singkat, setelah itu kembali terdiam.
"Kamu belum siap untuk ke kantor? " tanya Zio lagi masih bingung melihat Sasya.
"Gak Om!, bukan masalah kantor, " jawab Sasya lagi.
"Terus apa dong Sya? "
"Nanti aja ya Om!, kita omongin di rumah Mommy. "
"Hemm. "
Obrolan mereka pun berhenti.
Empat puluh menit perjalanan sampai lah Zio dan Sasya di perusahaan milik ayah nya.
__ADS_1
"Kamu siap? "
"iya Om. "
Mereka berdua pun masuk kedalam, sampai di dalam sudah ada Farzi Rendi dan Pak Joko yang menyambut mereka.
Yah sekarang pak Joko sudah tidak lagi menjadi supir Mommy Tantri, dia akan bekerja di kantor Sasya.
Rendi yang akan mengajari Pak Joko dan meberi tahu bagaimana bekerja di kantor.
"Pagi paman, " sapa Sasya begitu melihat Joko.
Padahal sudah sering ia bertemu dengan Pak Joko, karna sering mengantar dan menjemput nya jika jalan-jalan bersama Mommy Tantri.
"Pagi juga Non, " balas Pak Joko menyapa Sasya kembali.
"Iya Sya, maaf paman masih suka lupa, " balas nya tersenyum pada Sasya.
Setelah itu mereka pun lanjut masuk ke ruang rapat, karna Zio akan mengimum kan kalau sekarang Sasya yang menjadi pemilik perusahaan.
Sampai di ruang rapat, semua pemegang saham dan para petinggi sudah berkumpul di ruangan itu.
Ceklek
Pintu ruangan itu pun terbuka.
Semua orang pun menoleh pada orang yang sedang masuk.
__ADS_1
Semua orang heran, melihat Zio yang datang ke merusahan itu, karna mereka sangatlah tau siapa Arzio Abraham. Pengusaha yang cukup terkenal di kota nya.
"Mohon perhatian nya semua, " ucap nya begitu ia masuk kedalam ruang rapat.
Semua orang pun memperhatikan orang-orang yang masuk kedalam ruangan itu.
"Pak tolong jelas ken sedikit!, kejadian mengapa Pak Jefri bisa jadi pemilik perusahaan ini!!, " pinta Zio pada Pak Joko.
Pak Joko pun menceritakan nya, dan semua yang mendengar nya pun merasa tidak mengka, padahal yang mereka tahu kalau Jefri adalah orang baik, para karyawan nya pun sangat menyayangi bos mereka itu.
"Baik lah, jadi sekarang pemilik sesungguh ini ada lah Sasya, putri dari Tuan Radit, " jelas Zio.
Semua orang pun menatap Sasya.
"Tapi pak, diakan masih bocah, tidak akan mengerti masalah perusahaan, " perotes salah satu orang yang ada di situ.
"Saya tau, tapi untuk sementara ada pak Joko yang mengurus semua nya, beliau ini juga paman nya Sasya, " Jelas Zio lagi.
"Tapi setau kami, pah Radit hanya punya adik perempuan, dan kakak laki-laki yak ni Pak Jefri, " tinburung satu nya lagi masih tetap bingung.
"Maaf semua nya, " Sasya meminta maaf terlebih dahulu.
Semua orang pun diam melihat ke arah Sasya.
Sasya pun menjelas kan siapa Oak Joko. semua orang setuju, tapi semua orang meminta, sebelum pak Joko ahli mengurus perusahaan, maka Zio lah yang lebih dulu yang memegang kendali semua nya.
Sebenar nya Zio sedikit keberatan karna ia pun harus mengurus perusahaan nya, tapi demi Sasya ia bersedia, dan akan mereka bicarakan nanti saja, untuk saat ini yang terpenting iya lah, para pemegang saham tidak lagi protes.
__ADS_1