Om Tampan Dan Pencuri Cantik

Om Tampan Dan Pencuri Cantik
Bab 31


__ADS_3

"Selamat membaca.


"Diakan yang menabrak mama dan papa Sasya, makdud Bibik," ucap Sasya melanjutkan ucapan Bik Esih.


Bik Esih dan Zio, melihat kearah Sasya, Bik Esih heran mengapa Sasya bisa tau apa yang ingin ia katakan.


"Kok Non bisa tau?" tanya Bik Esih.


Seingatnya, saat itu Sasya masih kecil jadi tidak mungkin ia memgigat tentang kecelakaan itu.


"Sasya tau, karna Om Zio sudah menceritakan nya pada Sasya," jawab nya menjelaskan.


Bik Esih pun kembali memeluk Sasya, tapi matanya tertuju pada Zio.


Cukup lama mereka ada di makam itu. Bik Esih terus memeluk Sasya, untuk melepas, kan, rasa rundu nya. Karna hari saatudah mulai siang, juga Bik Esih ingin mengatakan sesuatu pada Sasya, akhirnya Bik Esih mengajak Sasya dan Zio, kerumah nya.


Sasya dan Zio pun mau, mereka mengikuti langkah Bik Esih.


"Bibik kemari dengan siapa?" tanya Sasya. saat mereka sudah keluar dai tempat pemakaman.


"Tadi Bibik naik ojek Non," jawab nya.


Memang tadi ia naik ojek, tapi tukang ojek nya anak nya sendiri.


Ya sudah, sekarang kita bareng aja bik!" ajak Sasya, menatap Zio, seolah ingin meminta izin.


"Ia Bik, kita barengan saja," balas Zio, seolah tau apa arti dari tatapan Sasya.

__ADS_1


Bik Esih mengangguk tanda setuju, mereka semua masuk kedalam mobil, dengan Zio dan Sasya di belakang, sedangkan Bik Esih, didepan dengan Zaki yang mengemudi.


Hanya lima belas menit, mereka sudah sapmpai di Rumah sederhana milik Bik Esih.


"Masuk Non, Tuan,!


Bik Esih mengajak tamu nya untuk masuk kerumah nya.


Sasya leebih dulu masuk, setelah nya di susul oleh Zio dan Zaki.


"Silah kan duduk Tuan, Non!


Bik Esih mempersilahkan ketiga nya untuk duduk.


Sebentar ya Tuan, Non! Bibik ke belakang dulu," ucap Bik Esih, setelah melihat tamu nya sudah duduk.


"Iya Bik," jawab Sasya. Bik Esih pun pergi kebelakang.


"Diminum Tuan, Non, hanya ini yang bisa Bibik berikan," ucap Bik Esih, lalu dudu di samping Sasya.


"Non!


panggil Bik Esih.


"Ya Bik!


jawab Sasya melihat ke arah Bik Esih.

__ADS_1


Sebenarnya, adahal yang ingin Bibik kasitau dan juga ingin berikan pada Non Sasya," ucap Bik Esih.


"Apa Bik, katan saja," ujar Sasya.


"Sebentar ya Non!." ucap Bik Esih berdiri dari tempatnya duduk, masuk kekamar nya mencari sesuatu, yang sudah sangat lama ia simpan. Setelah memdaparkan nya, Bik Esih kembali keluar dari kamarnya.


"Ini Non," ucap Bik Esih lembut, memberikan beberapa berkas dan surat penting milik Sasya.


"Buku apa ini Bik?" tanya Sasya menerima nya. Ia pikir itu adalah buku.


Meskipun bingung, karna dia tidak tau untuk apa pengasuh nya itu memberikan nya buku-buku itu.


"Buka saja Non! lihat lah, itu semua milik Non Sasya!"


Bik Esih menyuruh Sasya untuk membuka nya.


Tanpa bertanya lagi, Sasya membuka satu persatu, tapi dia sama sekali tidak mengerti, untuk apa buku-buku itu.


"Om, saja yang melihatnya, aku tidak mengerti yang beginian," ucap Sasya, ia memberikan nya pada Zio.


Zio pun membuka dan membacanya, ia terkejut setelah tau apa isi berkas dan surat itu. Yang tak lain adalah, satu surat rumah atas nama Sasya, ada juga beberapa apartemen, juga berkas-berkas tanda keoemilikan merusahaan.


"Kok Om terkejut gitu? memang nya itu buku apaan?" tanya Sasya, ia merasa heran melihat Zio terkejut, setelah membaca yang ia pikir hanya buku biasa.


"Ini semua milik Sasya Bik?"


Zio malah bertanya pada Bik Esih, tanpa menjawab pertanyaan dari Sasya, membuat gadis itu tambah penasaran.

__ADS_1


"Iya tuan," jawab Bik Esih.


Ada satu hal lagi yang harus Non Sasya tahu," ucap Bik Esih lagi. membuat ketiga nya melihat kearah nya.


__ADS_2