Om Tampan Dan Pencuri Cantik

Om Tampan Dan Pencuri Cantik
Tujubelas: bertemu Kysa


__ADS_3

"Selamat membaca.


Pagi hari nya.


"Hari ini aku pulang terlambat ya!" beritau Zio. saat ini mereka ada di meja makan.


"Ya Om, jawab nya menatap Zio dengan wajah yang menggemaskan.


"Ada apa? kok muka nya di gituin, pasti ada mau nya?" Sasya pun mengangguk karna memang ada yang ia ingin kan.


"Hari ini aku boleh, kan? ketemu sama teman- temanku?" Sasya bertanya, smbil mengedip-ngedip kan matanya.


Zio melihat Sasya, dia ingin menolak tapi melihat wajah Sasya yang menggemaskan, iya malah tersenyum dan menganggukan kepala.


Makasih Om."


Cup!


Sangkin senang nya Sasya berdiri dari kursi lalu mengecup pipi Zio. Lalu kembali duduk.


Mendapat kecupan dari Sasya, Zio pun tersenyum. ini kali pertama Sasya mencium nya walau hanya kecupan, sudah mampu menbuat Zio berbunga-bunga.


"Sudah, berani ya?" ucap nya mengusak rambut Sasya.


"He he he!"


Sasya hanya menyengir mendapat perlakuan dari Zio.


"Ya sudah, ayo kita berangkat bareng!" ajak Zio.


"Bentar ya Om! aku siap-siap dulu!" ucap nya, berdiri dari tempat nya duduk, masuk kekamar untuk berganti baju.


Hanya butuh lima menit, Sasya sudah keluar dari kamar nya.


"Ayo Om!"


"Sudah selesai," ucap nya heran melihat Sasya sudah ada di depan nya. Sasya pun mengangguk, lalu mereka pun berangkat.


"Apa gak ngerepotin? kalau Om ngantar aku dulu, " ucap Sasya. karna arah kantor dan tempat yang akan dia tuju berlawanan arah.


"Sama sekali gak," jawab Zio tersenyum.


"Bagai mana nanti kalau Om terlambat kekantor nya?"


"Kamu tenang aja Sayang! kalaupun aku terlambat! gak akan ada yang berani marah sama aku, kan aku bosnya!" ucap nya mengecup tangan Sasya."


"Aku tau Om, gak ada yang berani marah sama Om," ucap Sasya malu, karena panggilan Zio padabya alu melihat kearah Zio.


Tapi kan, Om, harus memberikan contoh yang baik pada karyawan Om," ucap nya lagi.

__ADS_1


"Iya sayang iya," ucap Zio tetap pokus mengemudi, tapi sebelah tangannya tetap menggenggam tangan Sasya.


Penempuh perjalanan duapuluh menit, Sasya pun sampai di warung bakso tempat kemarin meteka bertemu.


"Aku turun ya Om."


"Tunggu dulu!"


"Apa lagi Om, kan kita udah sampai!"


"Cium!" ucap Zio memegang bibirnya.


Sasya yang sudah hapal Apa keinginan Zio pun menurut, agar bisa segera bertemu dengan teman-teman nya.


Cup!


Sasya mengecup bibir Zio.


"Itu hanya kecupan."


"Lalu Om? mau nya apa lagi."


"Cium, Sya!" Ucap nya lansung menarik tengku Sasya, mencium bibir nya, dan sedikit menyesap ya.


"Itu baru namanya ciuman," ucap nya tersenyum, setelah melepaskan ciuman nya.


Setelah Sasya keluar, masih tersenyum, dengan bahagia ia melajukan mobil nya, puterbalik menuju kantor nya.


Cukup siang Zio baru sampai di kantor. Turun dari mobil masuk kedalam langsung menuju ruangan nya.


"Mommy!


Zio terkejut melihat Mommy Tantri sudah ada di dalam ruangannya.


"Jadi, ini yang membuatmu, ingin tinggal sendiri," ucap Mommy Tantri, begitu melihat Anak nya masuk.


""Tadi itu Zio, ada sedikit keperluan, Mom," Zio membela diri.


"Keperluan apa?" tanya Mommy Tantri, menatap anak nya.


"Keperluan… dengan klien, ya ada keperluan dengan klien," jawab nya bohong.


"Klien apa? Zaki saja ada di sini?"


Zio diam tidak tau harus menjawab apa.


"Zio!


Kysa mendekat lalu memeluk Zio secara tiba-tiba.

__ADS_1


"Kysa!


Zio hanya diam, heran juga melihat Kysa ada di dalam ruangannya.


Mommy Tantri datang kekantor Zio, memang bersama Kysa, karna Kysa terus mengajak nya, akhirnya Mommy Tantri pun menemani nya.


"Jangan seperti ini, Key," Zio sedikit mendorong Kysa, agar melepaskan pelukan nya.


"Emang nya kenapa sih!" ucap nya kali ini ia menggandeng tangan Zio.


"Gak enak Key, di liatin orang."


"Orang siapa? gak ada orang di sini, selain tante."


"Ya itu, Gak enak dilihat Mommy," ucsp nya menarik tangan nya.


"Gak papa, kan, tan?" ucap nya tersenyum melihat Mommy Tantri. Mommy Tantri mengangguk dan tersenyum menanggapi ucapan Kysa.


Meski sebenarnya, Mommy Tantri juga kurang suka melihat sipat Kysa. Menurut nya terlalu manja juga sedikit pemaksa. Tapi karna dari dulu sudah dekat, juga mengenal orang tua Kysa, jadi Mommy Tantri membiarkan saja.


"Tukan, gak papa." ia kembali mengambil tangen Zio lalu menyandarkan kepala nya di bahu Zio. Saat ini mereka sudah duduk di sofa.


"Ingat ya Key! kamu itu sudah menikah!" ucap nya memjauh kan jarak mereka duduk.


"Aku sudah bercerai," ucap nya sedih.


"Apa! kok bisa?" Zio menatap Kysa, terkejut mendengar ucapan nya.


"Dia jahat, sudah menduakan aku, juga dia itu suka memukuli ku," ucap nya menangis, kembali memeluk Zio.


"Sabar ya Key," Zio pun membalas pelukan Kysa. Merasa kasihan pada Kysa.


Di dalam pekukan Zio, Kysa tersenyum.


"Mungki dengan cara ini aku bisa lebih dekat lagi dengan mu. ucap nya dalam hati.


Mommy Tantri pun mendekat pada Kysa, mengusam punggung wanita itu. masih betah di pelukan Zio.


"Sabar ya sayang," ucap nya. kali ini Kysa berpindah kepelukan Mommy Tantri.


Tok tok tok


"Maaf tuan! kita akan segera pergi!" ucap Zaki karna mereka akan pergi mengecek langsung ke lokasi enbuatan parang elektronik.


"Baik lah, maaf ya Mom Key, aku harus pergi," ucap nya pamit.


"Iya nak, mommy dan Kysa juga akan pulang."


Setelah itu Zio keluar dari ruangannya, di ikuti Zaki asisten Zio.

__ADS_1


__ADS_2