
"Selamat membaca.
Semua para pemegang saham dan para pekerja setuju kalau Zio yang bertanggung jawab atas perusahan milik papa Radit.
Setelah acara rapat nya selesai Sasya dan Zio pun pamit, lalu Sasya mengajak Zio ke rumah Mommy Tantri.
Menempuh perjalanan hampir satu jam sampai di rumah Mommy nya.
"Eh, dia malah tidur, " gumam Zio melihat Sasya.
"Sya, bangun sayang!, " Zio membangun kan sang pujaan hati nya.
"Eeeh!, kita dah sampai ya Om?, " tanya Sasya, berusaha mengumpul kan kesadaran nya.
"Sudah sayang, kita sudah di rumah Mommy, " jawab Zio, mendekat kan wajahnya pada Sasya.
"Eh, Om mau ngapain, " ucap Sasya menahan dada bidang Zio dengan tangan nya.
"Om, mau ini, " balas Zio memegang tangan Sasya yang ada di dada nya, lalu mengecup kening Sasya.
"Apaan sih Om. "
Sasya menunduk menyembunyikan wajah nya yang memerah.
Zio pun tersenyum melihat itu. Lalu Zio keruar dari mobil, membukakan pintu untuk Sasya.
"Tumben, kakak siang-siang datang kerumah, " ucap Ferdian saat melihat kakak nya hendak memasuk kedalam rumah.
"Tumben juga kamu ada di rumah siang-siang begini, " balas Zio sambil berlalu dari hadapan adik nya.
__ADS_1
"Suka-suka aku dong, " sambung Ferdian mengejar langgah kakak nya. Lalu ia merangkul Sasya membawa gadis itu keruang tamu.
"Ferdiaaaan!, " teriak Zio, tapi sayang Adik nya tidak menhiraukan teriakan nya.
Sampai di ruang tamu mereka duduk, kebetulan Mommy juga sedang ada di situ.
"Ferdi, kenapa kau suka sekali membuat kakak mu marah, " ucap Mommy, sudah tau apa yang yang membuat anak sulumg nya berteriak.
"Sudah lah Mom, biar kan saja, " ucap Sasya malah tersenyum.
"Menjauh lah dari calon istri ku!, " pinta Zio menarik baju Ferdian dari arah belakang, menyeret adik nya ke sofa sebrang.
"Dasar Om-Om pecemburu, " gumam nya kesal, masih bisa di dengar oleh kakak nya.
"A_."
"Sudah lah Om!, " potong Sasya, saat ia melihat Zio ingin mombalas ucapan Ferdian.
Benar-bebar pawang nya, " ucap Ferdian lagi, kali ini Zio hanya menatap nya dengan tajam.
"Mom, ada yang ingin Sasya omongin sama Mommy dan Om, " ucap Sasya ragu-ragu.
"Mau ngomong apa sayang, ya sudah ngomong aja!, " balas Mommy tersenyum pada gadis yang sudah ia anggap sebagai putri nya itu.
Sasya…."
"Ada apa Nak?. "
"Sasya…, Sasya mau segera menikah dengan Om…, " ucap nya sambil menunduk.
__ADS_1
Karna ia merada malu, kemaren-kemaren ia yang menolak danbsekarang ia yang mengajak lebih dulu.
"Benaran Sayang?, kamu mau kita segera menikah?, " ucap Zio antusias.
Ia bahagia mendengar ucapan Sasya
Sasya pun mengangguk, tanda ia memang mau segera menikah dengan Zio.
"Apa kamu sudah yakin dengan ini semua?, " tanya Zio lagi memastikan.
"Iya Nak, ingat pernikahan itu bukan mainan,? Mommy pun ikut bertanya pada Sasya.
Mommy Tantri tidak mau ada penyesalan di kemudian hari.
"Iya Mom, Om, Sasya sudah siap menikah dengan Om, " jawab Sasya kembali meyakin kan Mommy dan Zio.
"Baik lah kalau begitu!, Om akan urus semua nya, dan kita akan menikah secepat nya, " ucap Zio ahirnya.
"Terus bagai mana dengat niat mu? yang ingin bersokolah dan bekerja di perusahaan mu?, " tanya Ferdian tiba-tiba.
"Itu bisa kita bicarakan banti-nanti saja kan Om?, " jawab Sasya sekaligus bertanya pada Zio.
"Iya, masalah itu kita bicarakan belakangan saja, sekaligus aku jugak ada tugas buat kamu, " Zio menjawabdan berucap bada Ferdian.
Akhirnya Mommy Tantri pun merasa bahagia begitupun dengasn Zio, karna mereka memang sudah menantikan hal ini. Mereka pun lanjut mengobrol den bercanda.
Mohon maaf lahir batin semua🙏🙏🙏🙏
Maaf ya mak baru sempat up sekarang karna lagi sibuk 🙏🙏🙏
__ADS_1
jangan lupa ya tetap like komen paforit dan voto nya
Love you semua 💓💓💓💓💓💓💞💞💞💞💞💞💞