Om Tampan Dan Pencuri Cantik

Om Tampan Dan Pencuri Cantik
BAB 22


__ADS_3

"Selamat membaca.


"Pagi Mom!


Zio menyapa Mommy Tantri yang duduk di ruang tamu, lalu ia tersenyum, membuat sang Mommy sedikit heran.


"Pagi, Nak!


Mommy Tantri melihat putra nya dan membalas senyuman Zio.


Meski pun merasa heran, tapi Mommy Tantri sangat bersukur melihat putra nya tersenyum.


"Sasya!


Mommy Tantri beralih melihat Sasya.


"Kemari nak! duduk di dekat Mommy!" ucapnya pada Sasya.


Sasya merasa heran, mengapa Mommy Tantri menyebut nya sebagai Mommy nya. tapi meskipun begitu dia tetap menurut duduk tepat di samping Mommy Tantri.


"Gak usah heran, mulai sekarang kamu harus memanggil Mommy! tidak boleh tante lagi!" perintah Mom Tantri.


Baik, M_Mom," ucap Sasya terbata.


"Abang, tumben datang kemari, setelah sekian bulan ninggalin rumah," ucap Ferdian melihat abang nya ada di rumah.


Zio hanya menatap adik nya, tanpa menghiraukan ucapan nya.


"Ferdi, kemari lah! Mommy kenalin sama calon kakak ipar mu," ucap Mommy Tantri memanggil putra kedua nya.


"Kakak ipar." beo nya, lalu Ferdian pun melihat ke arah gadis yang duduk di samping Mommy nya.


"Jangan bilang, kalau dia ini yang akan menjadi kakak iparku," ucap nya mendekati Sasya.

__ADS_1


"Ya, gimana cantik kan?" Mommy Tantri merasa bangga, mengenalkan calon menantu nya itu.


"Cantik sih mom…ia menjeda ucapan nya sambil meperhatikan Sasya.


"Tapi…, apa gak terlalu muda ya Mom untuk abang," lanjut nya lagi.


"Jadi, maksud mu aku ini tua gitu?" Zio menatap adik nya.


"Gak bang, abang Gak tua kok, tapi abang memang sudah sedikit berumur saja."


Setelah mengucapkan itu Ferdian langsung duduk di samping Mommy nya, lebih tepatnya di antara Sasya dan MomTantri.


"Apa yang kau lakukan di situ?" ucap Zio menatap Ferdian agar pindah dari samping Mommy Tantri.


"Apaan sih bang, aku itu duduk di samping Mommy," ucap nya tersenyum dia tau kalu abamg nya tidak suka dia duduk di samping pacarnya.


"tapi kau juga duduk di samping calon istri ku, " ucap nya membuat Sasya menatap nya heran, tapi tidak bisa protes.


"Apa, calon istri? memang nya dia mau menikah dengan abang" tanya Ferdian dia kembali duduk di samping Mommy Tantri, sama sekali dia tidak menghiraukan Zio.


"Iya bang," ahirnya Ferdian berdiri duduk di sofa yang satunya.


"Mom, aku berngkat dulu! nanti aku yang jemput Sasya dan mengantarkan nya pulang," ucapnya sekalian pamit.


"Dia dan Sasya sudah sepakat, untuk tidak mengatakan kalau mereka tinggal satu atap, labih tepat nya dia menyuruh Sasya untuk tidak mengatakan nya.


"Ya, Nak."


Ahirnya Zio meninggal kan Sasya, lalu dia pergi ke kantor.


"Kamu benaran? pacar nya bang Zio?" tanya Ferdian, kembali memastikan, Saat ini mereka berdua di ruang tamu, sedangkan Mom Tantri sedang siap-siap.


"Iya," jawab Sasya singkat, entah mengapa keberanian nya hilang saat bersama keluarga Zio, terutama nya Mom Tantri.

__ADS_1


"Kamu gak ada niatan gitu? berpaling dari abang?" Ferdian kembali bertanya, tersenyum mengedip kan mata nya.


"Gak usah di jawab sayang! ini anak memang sedikit agak emm," ucap Mom Tantri, tersenyum, geleng-gelengkepala melihat anak nya.


"Sedikit emm itu apa Mom?" Ferdian malah bertanya.


"Kau sudah sedikit gila," ucap Mommy Tantri bercanda lalu tertawa.


"Mommy!


Ferdian pun duduk di lantai menghentak-hentakkan kaki nya, sudah seperti anak kecil.


"Tu kan lihat sendiri." Mommy Tantri menggelengkan kepala nya mengajak Sasya pergi. Ahir nya Sasya ikut tertawa melihat tingkah Ferdian, dia merasa bahagia bisa bertemu dengan Mommy Tantri


Ahir nya mereka meninggal kan Ferdian yang masih pura-pura merajuk.


...****************...


"Memang nya kita mau kemana Mom?" Sasya bertanya, memcoba mengakrap kan diri pada Mom Tantri.


"Kita akan bertemu teman-teman Mommy, Mommy ingin mengenalkan mu sayang," jawab Mom Tantri, tersenyum.


"Kamu gak keberatan kan? kalau Mommy mengenalkanmu pada teman-teman Mommy?" kali ini Mom Tantri yang bertanya.


"Gak sama sekali Mom, kalau Mommy gak malu ngenalin aku sama teman-teman Mommy," ucap nya membalas senyuman Mommy Tantri.


"Kenapa harus malu, kamu itu kan cantik."


"Bukan masalah itu Mom, Mommy kan belum mengenal aku."


"Mommy tidak mempermasalah kan apapun, Mommy percaya kalau Zio tau mana yang terbaik untuk nya."


"tapi kan a_."

__ADS_1


"Sudah kamu tidak usah khawatir, Mommy tidak memandang orang sebelah mata," ucap Mommy Tantri, memotong ucapan Sasya. Ia pikir Sasya merasa tidak nyaman karna ia hanya orang biasa.


__ADS_2