Pedang Naga Giok

Pedang Naga Giok
Menghadap Raja


__ADS_3

"Kalian berdua, ikuti saya!" Kasim raja kerajaan Dayu mengajak Yan Sheng dan Yin Long. Ia membiarkan penjaga untuk membuka jeruji besinya.


Saat para penjaga membuka jeruji besi, mereka terkejut karena tidak ada lagi borgol di tangan keduanya. Mereka sempat bingung dengan semua itu. Namun saat melihat potongan borgol, membuat mereka merasa takut.


Apa lagi yang bisa membuat mereka takut? Tentu saja jika mereka mau, bisa saja keluar dari penjara. Karena borgol yang mengunci tangan mereka sangat keras melebihi ketebalan jeruji besi. Dan harga satu borgolnya sangat mahal dan dibuat oleh pengrajin ahli. Mana mungkin begitu saja dipotong.


Setelah dibebaskan, Yan Sheng dan Yin Long keluar dan mengikuti kasim tanpa pengawalan. Karena sang kasim sengaja memerintahkan seperti itu. Dari situ sudah terlihat jelas, kekuatan sang kasim sangat hebat. Yan Sheng juga merasakan tekanan besar dari seorang kasim itu.


"Kalian cukup hebat karena memotong borgol yang sangat kuat. Untuk keluar langsung dari penjara itu bukan masalah untuk kalian, bukan? Hehehe ... kalian datang dari luar. Kalau berbuat macam-macam, pasti kalian tahu konsekuensinya?"


Sang kasim bahkan tidak terkejut Yan Sheng dan Yin Long bisa terlepas dari borgol yang membuat tangan mereka terbebas. Tentu saja semua orang memiliki rahasia kekuatannya sendiri. Jadi tidak perlu dikhawatirkan. Mereka keluar dari penjara. Yan Sheng dan Yin Long tidak ada yang langsung kabur. Mereka mengikuti kasim dari belakang tanpa ada yang mengawal.


"Aku juga lupa memperkenalkan diriku. Tapi kurasa tidak perlu, hehehe. Kalian bisa memanggilku Kasim Shi. Aku tidak perlu memberitahu namaku, kan?"


"Kasim Shi. Sebenarnya kau ini sangat kuat. Mengapa kau hanya menjadi seorang kasim?" tanya Yan Sheng tanpa basa-basi. Ia juga merasa ada yang tersembunyi dari pria paruh baya itu.


"Kau tidak perlu banyak tahu. Kurasa kita sama-sama memiliki rahasia yang tidak perlu orang tahu, Tuan Yan. Kurasa kau harus memperhatikan sikapmu pada raja."


Mereka sampai di istana dan masuk ke dalamnya. Di situ ada seorang raja yang duduk di singgasananya. Sementara Qiaofeng tengah duduk di samping sang raja. Dengan tampilan mahkota dan pakaian yang mewah setelah berganti busana.


"Hormat kami, Yang Mulia." Yan Sheng dan kasim Shi menghadap dan berlutut pada sang raja.

__ADS_1


Sementara Yin Long hanya diam dan tidak tahu harus berbuat apa. Melihat gadis itu diam saja, Yan Sheng langsung menariknya lalu menyuruh untuk berlutut. Akhirnya dia juga berlutut pada raja. Meskipun tidak tahu apa maksudnya. Selama hidupnya ia tidak pernah melakukan hal seperti itu.


"Ahahaha! Kalian bangunlah. Kalian berdua pasti Yan Sheng dan Yin Long, bukan? Putriku sudah menceritakan tentang kalian berdua. Dan ternyata kalian berdua memang orang-orang yang baik."


Ketiganya bangun dan kasim pun berjalan ke arah samping sang raja. Ia menunduk dan mendengarkan apa yang akan menjadi keputusannya.


"Kami hanya mengantar tuan putri ke istana saja, Yang Mulia. Setelah itu kami hendak meninggalkan kerajaan ini. Namun penjaga gerbang langsung menangkap kami begitu saja," jawab Yan Sheng jujur.


"Ohh, baik ... baik. Kalau begitu, sebagai permintaan maafku, bagaimana jika kalian ikut makan malam, malam ini?" tawar dan raja. Ia memanggil kasim Shi untuk mendekat.


"Ada apa Yang mulia." Kasim Shi mendekat dan berada di samping sang raja kerajaan Dayu.


"Kau berikan hadiah padanya nanti. Pilih yang bagus untuk mereka. Kau pilihlah yang sepantasnya ku berikan padanya sebagai permintaan maaf dan hadiah karena menyelamatkan putriku."


"Kau bisa memberikan apa yang menurutmu bagus. Kalau begitu kau pergilah sekarang juga. Siapkan untuk nanti malam."


Kasim Shi mengangguk dan menuruti perintah dari sang raja. Setelah itu ia pergi setelah memberi hormat. Sedangkan raja kerajaan Dayu atau yang bernama Yong Zhengzhou memperhatikan kedua orang di depannya.


Yan Sheng terlihat sebagai seorang pria gagah, tinggi dan memiliki penampilan menarik. Sementara Yin Long memiliki wajah yang cantik, manis dan tubuh proporsional sebagai seorang wanita. Meski wajahnya masih terlihat sangat muda. Tapi tubuhnya seperti wanita matang dan dewasa.


"Benar-benar pasangan yang serasi," gumam Yong Zhengzhou. Ia juga melihat putrinya yang cemberut setelah mengatakan itu. "Kau kenapa seperti itu? Ayah sudah siapkan calon suami untukmu."

__ADS_1


"Tidak mau, Ayah. Aku tidak mau menikah dengan orang lain. Kan sudah aku katakan, tidak mau menikah dengan orang yang tidak ku kenal. Jika nantinya dia orang jahat, bagaimana?"


"Baiklah ... baik. Nanti malam ayah akan mempertemukan kalian. Soal mau atau tidak, keputusan ada di tanganmu. Sekalian mereka juga akan melihat acara malam ini."


Yin Long jelas tidak menolak jika diajak makan. Sebenarnya Yan Sheng ingin langsung pergi dari kerajaan Dayu. Namun saat ini ia juga tidak bisa langsung pergi. Ia takut nanti malah dikejar dan dianggap sebagai pemberontak. Maka ia akan menetap sehari atau dua hari. Ia tidak bisa egois karena kesenangan sendiri. Saat nanti ia berpisah dengan Yin Long, ia tidak bisa membuat gadis itu bahagia.


Raja kerajaan Dayu sudah tidak memperhatikan kedua orang yang menyelamatkan putrinya. Ia pun mengatakan, "Kalian berdua bisa istirahat dulu. Pelayan istana akan mengantar kalian berdua untuk istirahat. Silahkan, mereka sudah menunggu kalian di luar."


"Terima kasih, Yang Mulia. Kalau begitu kami mohon pamit," jawab Yan Sheng. Ia menarik tangan Yin Long agar mengikutinya memberi hormat. Setelah itu ia pun keluar dari aula.


"Tuan Yan dan Nona Yin, mari ikut dengan kami. Kami adalah pelayan yang akan melayani anda sekalian." Pelayan itu menyunggingkan senyum pada Yan Sheng karena ketampanannya.


Tentu saja ada yang tidak suka dengan sikap para pelayan yang menatap Yan Sheng dengan tatapan seperti itu. Yin Long menatap tajam pada para pelayan. Membuat mereka takut dan berjalan dengan cepat.


"Yin Long, ada apa dengan matamu? Apakah kau sakit? Kalau sakit, kau bisa meminta pelayan untuk mendatangkan tabib. Kita bisa istirahat dulu di istana jika kamu suka. Jika tidak, kita bisa pamit pada raja dan tuan putri."


"Tidak! Tidak ada apa-apa. Baiklah kalau itu bisa menyenangkan hati Tuan Yan. Aku pun bisa memakluminya karena banyak wanita-wanita cantik di sini."


Dengan raut wajah kesal, Yin Long menyilangkan tangan di perutnya. Ia juga mengalihkan pandangan dari Yan Sheng. Berjalan mengikuti para pelayan dari belakang dengan perasaan dongkol.


"Ada apa dengan gadis ini?" Yan Sheng menggelengkan kepalanya. Ia memperhatikan Yin Long sejenak lalu menghembuskan nafas kasar. Tidak tahu apa yang ada di pikiran Yin Long.

__ADS_1


'Dasar pria pria dingin dan bodoh. Kenapa aku menyukai pria seperti dia?' pikir Yin Long yang masih kesal dan cemberut.


***


__ADS_2