
Sebuah bukit menjulang tinggi yang konon memiliki banyak harta peninggalan pertarungan masa lalu. Dipenuhi dengan hewan mistis serta iblis jahat. Para praktisi mengharapkan bisa masuk ke dalamnya.
Bukit yang dikelilingi aura mencekam dan kekuatan iblis, merupakan tempat yang hanya dibuka sepuluh tahun sekali. Meskipun tempat yang mengerikan, di tempat itu juga terdapat banyak harta peninggalan masa lalu atau tanaman langka. Makhluk-makhluk buas atau mistis juga berkumpul di sana untuk meningkatkan kultivasi.
Untuk dapat memasuki bukit Penglai, para praktisi bela diri menghimpun kekuatan bersama. Mereka akan bekerja sama demi mendapatkan apa yang terkubur di dalamnya. Melawan iblis dan siluman juga bisa mendapatkan banyak keuntungan.
"Tiga hari lagi, saatnya kita membuka bukit Penglai. Hanya dengan ini, para praktisi bisa mendapatkan kesempatan bagus." Wu Zhao, Patriak sekte Hei Zhu. Tengah mengadakan pertemuan dengan sekte besar lainnya.
"Patriak Wu, sekte kami juga akan mengirim beberapa anak muda jenius. Kau jangan khawatir akan hal itu. Kerjasama kita akan berjalan dengan lancar melawan sekte-sekte lainnya." Mo Zihan, tetua dari sekte Yue Shi.
"Tetua Mo, kenapa kau yang mewakili sekte Yue Shi? Bukannya patriakmu yang hadir sendiri? Mengapa orang tua itu begitu sombong untuk bertemu denganku?"
"Ah, Patriak Wu, sebenarnya patriak kami sedang dalam pengasingan. Beliau ingin menerobos di usia tuanya. Ah, mungkin tubuhnya juga tidak muda lagi dan saat ini sekte dalam masalah. Kau tidak tahu itu, Patriak Wu."
Baik Wu Zhao maupun Mo Zihan, menghembuskan nafas berat. Mereka adalah sisa-sisa masa lalu yang sudah tidak muda lagi. Apalagi melakukan perjalanan dan bertarung dengan generasi muda, rasanya sudah tidak pantas lagi.
Apalagi dengan adanya konflik antara sekte yang saling bersebrangan. Di antara mereka sering terjadinya konflik. Baik itu konflik internal maupun konflik eksternal. Selain tekanan dari sekte besar, ada juga beberapa orang penghianat sekte. Di mana mereka yang mendapatkan penawaran menarik, berubah menjadi manusia tamak. Melakukan segala cara untuk mencapai ambisinya. Baik ambisi kekuasaan, uang maupun hal lainnya.
Bukan hanya ada dua sekte yang ingin masuk ke dalam bukit Penglai. Mereka dibebaskan untuk masuk berapa orang. Tidak ada aturan khusus bagi mereka untuk memasuki bukit tersebut. Mereka bebas mengirim murid sekte maupun keluarga bangsawan yang mengharapkan harta yang berada di bukit tersebut.
Hanya tinggal menunggu waktu yang ditentukan untuk memasuki penghalang yang dipasang oleh para leluhur bela diri. Setelah mereka membuka formasi penghalang, maka itu adalah kesempatan bagi para praktisi untuk masuk ke dalamnya.
__ADS_1
***
"Tuan, kita akan kabur ke mana? Kita tidak pernah ke sini, kan? Kurasa mereka sudah tidak mengikuti kita lagi, kan?" Yin Long menengok ke belakang, merasa tidak ada lagi orang yang mengikuti mereka.
"Semoga saja tidak ada yang mengikuti kita. Kita akan segera sampai di kota berikutnya. Baiknya kita mencari tempat untuk beristirahat."
Setelah berlarian keluar dari hutan, mereka tiba di gerbang sebuah kota. Dan di depan sana terdapat sebuah bukit yang tinggi dan terlihat ada penghalang yang terlihat oleh Yan Sheng dan Yin Long.
"Sepertinya kita hampir sampai di bukit Penglai. Dulu aku tidak punya kesempatan untuk datang ke sini. Tapi kurasa kabar tentang dibukanya bukit Penglai, tidak lama lagi. Yin Long, apakah kamu mau masuk ke sana? Mungkin kita bisa mendapatkan harta karun atau semacamnya."
"Wah, aku ingin ikut masuk ke sana! Ayo kita segera ke sana!" Dengan raut wajah senang, Yin Long menarik tangan Yan Sheng.
"Berarti bukan sekarang? Lalu kapan kita bisa pergi ke sana?" Dengan rasa penasaran yang tinggi, juga tidak sabar ingin segera mendapatkan sesuatu yang berharga.
"Kita akan mencari informasi begitu sampai di kota. Mungkin kita harus mencari rekan untuk berangkat ke sana. Jika kita hanya berdua saja, kemungkinan kita hanya akan menjadi mangsa mereka. Setidaknya kita harus mencari kelompok yang biasa mereka bentuk secara mendadak."
Yan Sheng menjelaskan bagaimana mereka bisa masuk ke dalam formasi yang menyelimuti bukit Penglai. Diantaranya adalah pembentukan kelompok yang biasa dibentuk oleh para pendatang atau sekte. Biasanya mereka membentuk kelompok terdiri lebih dari sepuluh orang atau bisa lebih. Mereka akan bekerja sama untuk mendapatkan harta langka.
Entah senjata, tanaman, batu roh atau harta lainnya. Itu bisa didapatkan oleh para praktisi. Tidak harus memiliki tujuan yang sama, mereka biasanya akan berbagi hasil yang didapat. Terkadang dalam kelompok juga akan saling membunuh jika mereka menginginkan harta yang sama.
Terkadang mereka juga kehilangan senjata atau harta mereka. Entah karena pertarungan atau karena kecelakaan. Jika orang itu mati, maka harta miliknya bebas diambil siapa saja. Atau jika dibunuh makhluk mistis atau hewan buas, terkadang harta mereka ikut termakan atau tertinggal di tempat itu juga.
__ADS_1
"Ingat, meski nanti kita memiliki kelompok, kau tidak harus mempercayai mereka sepenuhnya. Jika kau kurang hati-hati, mungkin mereka akan membunuh kita. Jadi, yang bisa kau percayai hanya aku saja, oke?"
"Iya, Tuan. Aku hanya akan percaya denganmu. Dan kau juga harus percaya denganku. Jika kita mendapatkan harta, aku tidak akan merebutnya darimu. Tapi jika kamu yang memberikannya padaku, aku akan menerimanya."
"Bagus. Itu yang harusnya kamu katakan. Kita akan mencari informasi mulai sekarang. Kau jangan jauh-jauh dariku, Yin Long." Yan Sheng menarik tangan gadis itu untuk mencari informasi.
Mereka memasuki gerbang kota dan melihat banyaknya praktisi dari berbagai sekte. Dengan berkelompok ataupun sendirian. Ada juga praktisi bebas yang tidak memiliki sekte atau perguruan. Praktisi dari keluarga bangsawan dan masih banyak lagi. Mereka datang dengan tujuan yang sama, yaitu ingin mendapatkan harta dari bukit Penglai.
"Wei, menyingkir dari jalanku! Dasar tidak berguna!" Seorang wanita muda dengan kuda beratribut besi yang melindungi tubuh dari serangan.
"Gila, sombong sekali wanita muda itu? Weh, jangan hanya karena kau wanita terpandang, bersikap kasar seenaknya seperti itu. Kalau berani, hadapi aku. Aku adalah Xiao Yang, pemuda tampan pemikat gadis cantik sepertimu."
"Sialan! Menyingkir dari jalanku! Atau kau mati!" Karena terlalu kesal wanita itu pun turun dari kuda dengan rantai besinya. Ia melempar rantai besinya ke arah Xiao Yang.
"Tarian Pedang Burung Es!" Xiao Yang langsung menggunakan jurusnya dan mengeluarkan burung es dari pedangnya. Membuat wilayah sekitarnya menjadi dingin.
"Weh, ku kira siapa? Ternyata orang dari perguruan Bukit Es. Tapi kau tidak bisa mengalahkanku, tidak akan ku biarkan kau lolos. Rantai Api! Dengan kekuatan rantai api, terbakarlah manusia bodoh ini!"
"Kau ingin mengolok-olokku, hah? Akan ku layani dengan senang hati!" Xiao Yang juga tidak ragu dengan serangan yang telah dilancarkan.
***
__ADS_1