Pedang Naga Giok

Pedang Naga Giok
Murid Luar Biasa


__ADS_3

'Dapat memiliki pusaka bumi bintang empat. Ini bukanlah hal yang biasa bagi seorang pelayan. Meskipun kantong ruang juga lebih tinggi, tapi memang itu adalah tempat penyimpanan. Bagaimana bisa yakin, mempercayakan senjata berbahaya itu kepada seorang pelayan? Apakah masih disebut sebagai pelayan biasa? Tuan Yan, sebenarnya apa identitasmu yang sebenarnya?' pikir Fang Gong.


Tetua Fang sejak awal sudah tidak percaya hubungan antara pelayan dan majikan antara Yan Sheng dan Yin Long. Namun gadis itu selalu memanggil 'Tuan' pada Yan Sheng. Dalam keadaan apapun, bahkan tidak pernah menyebutkan nama.


'Gadis ini, kenapa memiliki pusaka bumi? Dari awal juga pasti mereka masih menyembunyikan sesuatu. Meski begitu, ini bukan waktu untuk bertanya. Setidaknya kita sedang bekerja sama. Lihat saja jika mereka berdua berkhianat.'


Tou Zhao yang juga merupakan tetua dari Perguruan Teratai Emas, tak luput dari rasa curiganya. Dari awal sikap gadis itu selalu sembarangan di depan umum. Bahkan terlihat dirinya yang bebas melakukan apapun di depan tuannya sendiri. Tapi karena sudah bersama selama tiga hari dan sudah terlibat kerjasama, maka tidak ada lagi yang perlu dicurigai.


Pusaka bumi merupakan benda yang memiliki aura magis. Bisa berupa benda sihir atau senjata. Ada juga beberapa di antaranya juga tempat penyimpanan atau bahkan alat musik. Harga untuk satu senjata jenis pusaka sangat mahal. Meskipun hanya memiliki satu bintang.


Kantong ruang yang merupakan tempat penyimpanan dengan kapasitas tertentu tergantung jumlah bintangnya. Semakin banyak jumlah bintang, maka tempat penyimpanan dapat memuat semakin banyak barang.


Sementara pusaka langit lainnya adalah senjata yang dapat digunakan untuk bertarung. Jenis senjata ini sangat diinginkan oleh para praktisi bela diri maupun para kultivator. Tidak semua praktisi bisa menjadi kultivator. Karena hal itu, senjata dan pakaian tempur menjadi hal yang wajar dimiliki.


Dalam pertarungan antara para praktisi membuat mereka bisa mengalahkan dan merebut harta yang tersimpan. Kebanyakan dari mereka menyimpannya di dalam kantong ruang. Hal yang wajib bagi mereka memilikinya meski hanya bintang satu atau berada di level bumi.


"Hari ini akan ku kalahkan kalian semua! Tidak menggunakan senjata ini tapi aku masih bisa menendang dan memukul." Seperti yang dikatakannya, Yin Long memukul keras lawan dengan tinjunya.


Beberapa kali orang-orang dari Genk Serigala memasuki kabut. Namun semuanya bernasib tragis dan keluar tinggal nama. Beberapa orang juga terluka cukup parah sampai tak sadarkan diri.


"Kurang ajar! Bagaimana mungkin kalian bisa kalah? Bukankah kalian tadi meremehkan mereka? Sebenarnya apa yang ada di dalam sana?"


Pemimpin Genk Serigala tidak berkutik ketika melihat bawahannya mati. Ia harus menyingkirkan kabut yang menutupi orang-orang yang membuat bawahannya mati. Ia ingin melihat siapa orang di dalamnya dengan mata kepalanya sendiri.

__ADS_1


"Kalau berani, jangan hanya bersembunyi di balik kabut. Datanglah padaku untuk menerima kematian!" tantang sang pemimpin Genk Serigala.


"Sepertinya kita tidak bisa pergi begitu saja," lirih Yan Sheng. Ia malah terlihat senang dengan adanya orang di luar yang sudah putus asa.


"Tuan Yan, sepertinya kau harus merelakan pemimpinnya padaku. Aku akan melayaninya dengan baik." Kali ini Ning Yue menawarkan diri untuk menghadapi pemimpinnya dengan langsung.


"Aku yang akan menghadapi orang itu. Tuan, percayakan ini padaku saja," ujar Yin Long. Ia juga ingin melakukan hal yang semestinya. Ia juga ingin menunjukan kesetiaannya pada tuannya.


"Hey, apa kau bodoh? Biarkan aku yang melawannya. Kamu hanya pelayan kecil, mau sok hebat di depan tuanmu?" Ning Yue tidak ingin mangsanya diambil orang lain. Ia sudah lama tidak bertarung dan ingin mengalahkan pemimpinnya yang terlihat paling kuat.


Namun yang namanya Yin Long, gadis naga itu pun tidak mau kalah. Ia sudah tidak tahan ingin mengalahkan gadis bernama Ning Yue itu. Meski usianya lebih tua darinya, ia berharap bisa bersaing dengannya.


"Tidak! Aku tidak bodoh. Kamu yang bodoh. Dengan kekuatanku, aku yakin bisa mengalahkan orang itu."


"Master Tou, aku tidak mengerti apa yang kau katakan. Tapi dari dulu sifat wanita suka bersaing. Mungkin karena terlalu lama bersama para pria, sifat bersaing itu hilang dengan sendirinya. Jadi biarkan mereka memutuskannya."


Jawaban Yan Sheng membuat sang master alkemis berpikir, 'Ah, apa iya seperti itu? Tapi yang dikatakan olehnya masuk akal juga. Tidak terpikirkan olehku sejak bersama ke tempat ini.'


"Kalian para gadis sangat lama! Biarkan aku yang memukul orang itu." Han Doran melompat keluar dari kabut. Langsung menantang lawan dengan gagah berani. "Kau, lawanlah aku!"


"Orang rendahan! Matilah kau!" Pemimpin Genk Serigala mengamuk dan berubah menjadi manusia serigala raksasa. "Hari ini akan ku balasan dendam anak buahku!"


"Hari ini akan kuperlihatkan kemampuanku yang sebenarnya." Han Doran mengerahkan segenap kekuatannya membuat tembok dari tanah.

__ADS_1


"Ahh! Tidak!" teriak pemimpin Genk Serigala. Meski tubuhnya sangat besar dan menyeramkan, ia tidak bisa lolos dari serangan Han Doran yang hanya sekali mengeluarkan kekuatannya.


Tubuh manusia serigala itu remuk dan hancur ketika terhimpit oleh tembok tanah. Mati dengan tragis dan dan darahnya bercampur dengan tanah.


"Sungguh luar biasa. Murid dari Perguruan Teratai Emas ini. Aku tidak berani macam-macam dengan pemuda ini," ujar Yan Sheng yang melihat sendiri kemampuan Han Doran.


"Hahaha! Murid-murid dari perguruan kami memang luar biasa. Jika Tuan Yan tertarik, mungkin bisa memasukan pelayanmu ke perguruan kami. Namun kami hanya menerima murid berusia dua puluh tahun ke bawah."


"Anda bilang apa, Tetua Fang? Aku sendiri yang mendisiplinkan pelayanku. Kau mungkin sudah menebaknya. Gadis itu memiliki identitas lain."


Pembicaraan Yan Sheng dan Fang Gong terhenti karena tiba-tiba pertengkaran Yin Long dan Ning Yue berakhir juga. Itu karena serangan Han Doran yang sudah mengalahkan musuh dengan cepat.


Ning Yue menghampiri pria berbadan besar itu dan memperlihatkan kemarahannya. Padahal ia sudah ingin memperlihatkan kekuatannya yang sesungguhnya. Namun malah didahului oleh seniornya.


"Hei, seharusnya itu adalah bagianku! Kau malah yang merebut panggungku! Kau harus dihukum, Senior Han!" Ning Yue menghampiri Han Doran dan memukul perutnya.


"Aha! Maafkan aku, Adik Ning Yue. Kita tidak bisa lama-lama di sini. Kita harus bergegas menuju tempat yang ada harta karunnya. Sebelum tempat ini tertutup."


Sementara Yin Long hanya menganga melihat kehebatan pemuda berbadan besar itu. Tidak menyangka hanya dengan satu kali serangan langsung membunuh orang yang berubah menjadi manusia serigala yang ukurannya lebih besar.


"Sepertinya kabutku hanya sampai di sini saja. Kita sudah jauh dari musuh-musuh kita. Bagaimana kalau kita jalan ke arah kanan? Aku merasakan ada segerombolan hewan magis di sana."


"Baiklah Tetua Fang. Kita mengikuti petunjukmu. Kita akan mendapatkan banyak harta dan dibagi dengan adil. Yin Long, jangan bengong saja. Ayo kita pergi dari sini!"

__ADS_1


***


__ADS_2