
"Aku Shao Lan Bao, tidak takut pada siapapun. Siapa yang berani denganku, bahkan bisa ku musnahkan seluruh keluarganya. Hei bocah kurang ajar, maju dan hadapi aku!" tantang Shao Lan Bao, paman Shao Lin Pang.
Semua orang menggelengkan kepala mendengar ucapan pria tua itu. Padahal mereka bisa memastikan kultivasi Yan Sheng lebih rendah daripada Shao Lin Pang. Apalagi mereka semua sudah tahu, Shao Lin Pang selalu dijaga oleh empat pengawal yang selalu mengikutinya.
"Kau ini sudah tidak waras, Shao Lan Bao? Kau juga membela keponakanmu untuk menuduh orang tanpa bukti. Lihatlah pemuda itu, dia terlihat sopan dan tidak ada wajah kejahatan sedikitpun," timpal Yong Zhengzhou.
Raja kerajaan Dayu itu tidak akan membiarkan orang lain untuk melakukan pertarungan di tempatnya. Itu dapat mengakibatkan perpecahan dan membuat acara tidak baik.
"Aku hanya ingin keadilan untuk keponakanku. Kalau kau bisa mengalahkanku, ku akui kau memang pantas untuk menjadi lawan keponakanku. Tapi jika tidak, maka akan ku bunuh kau dengan tanganku sendiri."
Shao Lan Bao semakin menjadi-jadi dan menunjukkan kultivasinya pada semua orang untuk mengintimidasi seluruh orang di sana. Ia juga memiliki banyak pengikut yang bersamanya. Dengan kultivasi semua pengikutnya, ia merasa di atas angin. Ia tidak akan kalah oleh siapapun di dunia.
"Ranah Legenda tahap lima? Wah, ini adalah penghinaan terbesar yang pernah ada. Tidak mungkin kita mengalahkan dia. Keburukan apa yang dilakukan oleh pemuda itu, sehingga membuat masalah dengannya?" ucap seorang yang menjadi salah satu yang menjadi penonton dan tamu undangan.
"Kau sangat tidak waras, Shao Lan Bao! Kau berani kurang ajar di istanaku?" Yong Zhengzhou juga menunjukan kultivasinya yang bisa dikatakan melebihi Shao Lan Bao.
"Apa? Ranah Legenda tahap tujuh? Apa-apaan ini? Mengapa begitu mengerikan?"
Semua orang tercengang dengan dua kultivator tingkat tinggi yang saling menunjukan kekuatannya. Hal itu membuat suasana di sekitar mencekam. Banyak orang memilih meninggalkan tempat. Ada pula yang penasaran dengan pertarungan yang akan terjadi di antara dua kultivator Ranah Legenda itu.
__ADS_1
Yan Sheng tak gentar sedikitpun meski merasakan dua orang yang saling menyerang dengan kekuatan yang ditakuti banyak orang. Meski dulunya ia lebih kuat dari mereka, itu hanyalah masa lalu yang tidak mungkin ia keluarkan lagi. Untuk saat ini, dirinya hanyalah seekor semut bagi mereka.
Mungkin mereka memiliki kultivasi lebih kuat. Namun Yan Sheng juga memiliki kesempatan untuk kabur dari situasi sekarang. Ia tidak ingin terlibat dalam masalah itu. Ia menengok ke arah seorang gadis yang sedang menikmati makanan dengan tenang. Hal itu membuat pria itu juga tersenyum padanya.
"Semuanya! Siapapun yang bisa merebut Pedang Safir Langit darinya, aku akan memberikan sesuatu yang sangat berharga. Yaitu senjata yang ia miliki yaitu Tongkat Bambu Selatan. Dia adalah orang yang memiliki tongkat itu di tangannya. Aku jamin, dia menyembunyikan tongkat itu di kantong ruang miliknya." Shao Lin Pang menunjuk Yan Sheng dengan tatapan meremehkan.
Meski sudah kalah sebelumnya, ia sekarang lebih percaya diri karena banyak orang yang memiliki kekuatan luar biasa. Jika ia membuktikan pada mereka, ia akan memiliki banyak dukungan.
Semua orang menatap Yan Sheng dengan tatapan menyidik. Bahkan mereka tidak ada yang mengenal siapa pria yang mereka hadapi. Keluarga Shao Lin Pang merupakan keluarga kerajaan yang terkenal kejam dan memiliki banyak pendekar di belakangnya.
Perjamuan makan yang seharusnya bergembira, malah menjadi kesempatan bagi orang yang memiliki dendam pribadi. Shao Lin Pang selalu mencari cara agar Yan Sheng dimusuhi semua orang yang datang di acara tersebut.
Yong Qiaofeng mengatakan sesuatu yang memancing para pemuda yang tadinya ingin mengikuti kontes menjadi emosi. Padahal mereka sudah datang jauh-jauh hanya untuk menjadi menantu raja atau menikahi Yong Qiaofeng menjadi istri. Namun gadis itu memilih orang yang tidak jelas asalnya dari mana.
Sementara Yin Long yang mendengar ucapan Qiaofeng pun disulut emosi. Ia tidak terima dengan ucapan gadis itu. Namun apa hendak dikata, dirinya juga seorang yang mengabdikan dirinya menjadi pelayan Yan Sheng. Jika tuannya menikah dengan wanita lain, maka ia harus menyetujuinya. Ia kembali makan dengan kedua tangan dan mulut dibuka selebar yang ia bisa.
"Aku tidak terima jika kamu yang dipilih oleh Qiaofeng. Kalau begitu, aku akan membunuhmu terlebih dahulu!" Anran Ming dari kerajaan Ming pun tidak terima dengan keputusan Qiaofeng. Membuatnya emosi dan ingin membunuh Yan Sheng.
"Oke, setelah ini kita tentukan pemenangnya. Aku akan membantumu membunuh pemuda kurang ajar ini," ujar Bei Long Hai. Pangeran yang berasal dari kerajaan Matahari. Ia tidak menerima keputusan Qiaofeng begitu saja.
__ADS_1
Mendengar dua pangeran ingin membunuh Yan Sheng, membuat suasana semakin tegang. Kali ini pertarungan tiga melawan satu akan dimulai. Dengan suasana hati yang buruk, Shao Lin Pang kini sudah merasa senang. Ia tidak perlu lagi memikirkan rencana untuk menghadapi Yan Sheng.
"Kita bertiga tidak akan bersalah jika membunuh pecundang ini, kan? Setelah kita bunuh dia, kita bertiga bisa memulai pertandingan besok. Bagaimana menurut kalian berdua?" tanya Shao Lin Pang pada kedua pangeran di samping kanan dan kirinya.
"Kita bunuh saja dia. Seharusnya kita tidak akan dipersalahkan karena membunuh rakyat jelata, bukan?" timpal Anran Ming.
Mereka bertiga mengeluarkan kekuatan besarnya. Dengan menunjukan ranah kultivasi mereka yang hampir setara. Dimana Shao Lin Pang yang berada di Ranah Ksatria tahap 8. Sementara dua lainnya berada di bawahnya. Di ranah yang sama.
"Sialan! Mulut wanita membunuhmu, itu memang kata-kata yang nyata. Namun aku juga tidak bisa membiarkan kalian menang melawanku." Yan Sheng mengeluarkan bola-bola kecil yang merupakan bom asap dari cincin ruangnya.
Karena ucapan Qiaofeng, membuat Yan Sheng terancam mati. Tentu saja ini semua berkat kebaikan hatinya yang dibalas dengan pembunuhan. Seharusnya ia tidak menolong Qiaofeng dari awal. Tentu saja ia tidak akan terjebak dalam situasi sekarang.
"Hei, kalian jangan apa-apakan calon suamiku tuan Yan. Kalau kalian berani, aku akan membunuh kalian bertiga. Dan menyuruh ayahku untuk mengusir kalian semua!" ancam Qiaofeng.
"Qiaofeng, diam!" bentak Yong Zhengzhou. Ia merasa kesal dengan perkataan putrinya yang bahkan menyulut emosi semua orang. Yong Zhengzhou juga harus menghadapi beberapa kultivator tingkat tinggi. Meski berada di bawah tingkatannya, jumlah mereka bukan hanya satu orang.
"Kita akan membuktikan siapa yang terhebat di antara kita, Yong Zhengzhou!" Shao Lan Bao merasa sangat bahagia karena ia memiliki dukungan dari belakang.
Ditambah aliansi yang mendukung keluarga Shao karena ucapan Qiaofeng yang menyatakan bahwa Yan Sheng adalah calon suaminya. Tentu saja semua orang merasa emosi dan melimpahkan semua pada Yan Sheng.
__ADS_1
***