Pedang Naga Giok

Pedang Naga Giok
Sungai Dalam Ruangan


__ADS_3

"Aku berada di mana?" Begitu keluar dari alam bawah sadar makhluk berbentuk kucing itu, Yan Sheng sudah tidak ingat kejadian seratus tahun lalu. Ia bahkan tidak begitu ingat, apa yang sudah terjadi sebelumnya.


Yan Sheng berada di sebuah ruangan yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. Di dalam ruangan itu hanya ada meja dan bangku yang tidak dipakai lagi. Bahkan tidak terlihat ada yang pernah memasukinya.


"Apa ini berada di istana kerajaan Dayu? Mungkin raja di sini sudah berubah seiring berjalannya waktu. Ke mana Yin Long sekarang berada? Apa dia sudah kembali ke tempat asalnya? Kuharap dia tidak lelah mencariku."


Bahkan Yan Sheng melupakan wajah Yin Long karena lamanya waktu tidak bertemu. Ia keluar dan ada beberapa pelayan yang menghampirinya. Wanita itu langsung berjalan dengan cepat ke arah Yan Sheng.


"Tuan Yan, apakah kau mencari kamar mandi? Saya lupa tidak memberitahu Tuan. Kalau begitu, mari Tuan ikuti saya," ajak pelayan wanita yang mengetahui Yan Sheng.


Ucapan pelayan itu membuat Yan Sheng bingung. Ia merasa sudah pergi selama seratus tahun. Namun ia seperti melihat sesuatu yang tidak asing. Yah, penataan ruang dan tempatnya tidak berubah selama seratus tahun. Bahkan ia masih mengingat sebelumnya ada pohon besar yang ada di halaman belakang. Dan pohon itu seperti tidak tumbuh sama sekali.


"Tuan Yan, malam ini adalah malam perjamuan dan acara makan malam yang diadakan yang mulia raja. Apakah Tuan tidak turut serta dalam pemilihan menantu raja? Saya mendapatkan kabar, akan datang bangsawan lain dari daerah lain. Banyak orang-orang penting yang menginginkan tuan putri kami menjadi permaisurinya."


Pelayan itu menunjukkan di mana ruangan yang bisa digunakan untuk mandi. Di sana ada sebuah kolam yang air airnya terus mengalir. Sebuah sungai yang berada di ruangan tertutup. Tentu saja itu adalah sesuatu yang langka.


"Ini adalah pemandian khusus di istana ini, Tuan. Silahkan Tuan Yan mandi di sini. Nona Yin juga sudah mandi sebelumnya. Kurasa nona Yin tadi di sini. Tapi pakaiannya masih di sini? Ah, aku akan mencuci pakaian ini." Pelayan pun meninggalkan ruangan setelah menjelaskan semuanya.


Nona Yin? Yan Sheng berpikir sejenak tentang nona Yin yang dimaksud. Kemungkinan itu adalah Yin Long. Atau memang benar yang dikatakan oleh makhluk aneh di dunia yang berbeda dari dunianya? Ia merasa sudah ratusan tahun berada di dunia itu. Namun ia seperti hanya satu jam di dunia nyata.

__ADS_1


Untuk menjawab semua itu, Yan Sheng harus memastikan terlebih dahulu. Apalagi ia hampir lupa dengan wajah Yin Long sebelumnya. Ia pun membuka pakaian dan masuk ke dalam kolam. Ia membersihkan tubuhnya yang memang terasa kotor.


Yan Sheng melihat dirinya dari pantulan air. Wajahnya terlihat masih tetap seperti seratus tahun yang lalu. Ia melanjutkan membersihkan tubuhnya dengan tenang. Menikmati air yang terus mengalir.


"Tuan, kau ikut mandi juga?" Tiba-tiba Yin Long muncul dari dalam air. Tanpa memakai pakaian di tubuhnya. Ia menghampiri Yan Sheng yang juga tidak mengenakan pakaian sama sekali.


Melihat seorang wanita muncul dari dalam air, membuat Yan Sheng terlonjak ke belakang. Ia tidak tahu jika ada orang lain. Namun teringat pakaian wanita yang dibawa oleh pelayan tadi, membuktikan bahwa memang ada orang yang sedang mandi sebelumnya.


"Tuan kenapa kaget seperti itu? Dan Tuan dari mana saja? Saat aku bangun tidur, aku tidak melihatmu. Apakah kau menggoda wanita lain di belakangku?" cecar Yin Long memicingkan matanya.


"A-apa? Apa kau Yin Long?" Yan Sheng waspada dengan gadis di depannya. Karena ia juga sudah melupakan wajah Yin Long yang sudah tidak bertemu selama seratus tahun.


"Ah, ada apa sebenarnya? Apakah kau lupa ingatan? Aku Yin Long, Tuan. Masa kamu melupakan aku? Kalau tidak percaya, lihat aku. Lihatlah semuanya, Tuan." Yin Long kemudian berdiri dan keluar dari air. Ia menghadap ke arah pria itu dengan memperlihatkan bagian depan tubuhnya.


Mendengar perintah dari Yan Sheng, gadis itu menurut dan memakainya di depan pria yang menutup matanya dengan kedua tangan. Lalu berbalik agar tidak melihat sesuatu yang tidak pantas. Meski sudah beberapa kali melihatnya. Sebagai pria normal, ia sempat tergoda dengan tubuh gadis itu. Hanya saja ia tetap dalam pendiriannya dari dulu, tidak akan memanfaatkan gadis bodoh yang dianggap tidak tahu apa-apa.


"Kalau sudah selesai berpakaian, cepat tinggalkan tempat ini. Keluar dan tunggu aku di luar sana," perintah Yan Sheng. Setelah beberapa saat, ia membalikan badan dan melihat gadis itu sudah tidak ada.


Karena merasa tidak ada gangguan lagi, membuatnya melanjutkan mandi. Menggosok badannya beberapa saat sampai dirasa bersih. Setelah itu ia mengenakan pakaiannya kembali.

__ADS_1


Di luar Yin Long menunggu sampai tuannya selesai mandi. Malam ini adalah malam yang sudah ia tunggu dengan tidak sabar. Apalagi kalau bukan acara makan? Setelah mendengar akan diadakan acara makan-makan, membuat gadis itu bersemangat dan sengaja tidak minta makan sebelumnya hanya ingin memuaskan perutnya.


"Tuan sangat lama di dalam. Sebenarnya apa yang Tuan lakukan di dalam? Aku sudah sangat lapar dan kita segera ke tempat perjamuan sekarang, kan? Perutku sudah tidak dapat menahannya."


"Ini masih lama lagi, Yin Long. Lihatlah, hari juga masih belum gelap. Maka masih lama untuk perjamuan. Kalau kau lapar, makanlah terlebih dahulu, untuk mengganjal perutmu."


"Kau sangat peduli padaku, Tuan? Baiklah kalau seperti itu, aku akan makan sampai kenyang. Bagaimana kalau kita minta makan saja atau bagaimana?" Yin Long sudah lapar dan memang tidak akan sanggup menahan jika harus menunggu lebih lama lagi.


Sebelumnya saat masih berbentuk naga, Yin Long bisa makan hewan-hewan kecil atau buah-buahan yang dipetik sendiri. Namun hidupnya sekarang sudah menjadi manusia. Secara otomatis ia juga mulai menyukai makanan layaknya manusia biasa.


"Sepertinya ada buah di meja sana. Biasanya itu dihidangkan di meja para bangsawan. Karena terkadang orang-orang seperti itu ingin makan sesuatu dan mengambil apa yang mereka mau. Kau bisa makan buah itu terlebih dahulu," tunjuk Yan Sheng ke arah meja yang tersaji buah-buahan segar.


"Apakah itu boleh dimakan, Tuan? Sebelumnya aku tidak berani makan karena takut Tuan marah karena aku tidak tahu apapun tentang istana. Aku belum sempat bertanya pada pelayan juga."


"Kamu makan saja seperlunya. Aku akan mengganti pakaian ini. Kamu juga harus mengganti pakaianmu. Itu adalah pakaian cadangan yang kubeli jika sewaktu-waktu kamu berubah jadi naga."


Yan Sheng juga semakin merasa waktu seratus tahun berangsur-angsur lupa. Ia merasakan dirinya hanya satu jam berada di dunia yang ia datangi. Tentu saja ia tidak mengingat semua yang terjadi di dunia itu.


"Wah, Tuan ternyata sangat perhatian pada Yin Long. Terima kasih loh, Tuan. Tapi kamu tidak mau aku bayar dengan tubuhku?"

__ADS_1


"Bicara apa kamu ini? Kau harus belajar tentang sopan santun! Ikuti aku untuk mengambil pakaianmu. Nanti kamu minta tolong pelayan untuk memakaikan pakaian. Kamu juga harus belajar mengenakan pakaian sendiri."


***


__ADS_2