Pedang Naga Giok

Pedang Naga Giok
Mustika Kucing Berekor Api


__ADS_3

Dalam sekali hentakan, Yin Long membuat kucing ekor api terkapar dengan darah segar mengalir dari tubuhnya. Karena pendarahan hebat, membuat hewan mistis itu tidak berdaya dan kehilangan nyawanya.


"Yin Long, apa yang telah kau lakukan?" Yan Sheng melihat hewan mistis itu telah kehilangan nyawanya. "Cepat ambil inti apinya! Itu bisa meningkatkan kultivasi dan membuatmu memiliki atribut api."


Yin Long langsung meraih sebuah mustika berwarna merah menyala. Ia langsung mendekat ke arah Yan Sheng dan memberikannya pada pria itu. Ia ingin tuannya mendapatkan banyak kekuatan untuk tetap bertahan di dunia yang kejam.


"Tuan, kau makan ini! Aku akan mengambil cakarnya terlebih dahulu. Karena aku merasakan ada yang mendekat ke sini," kata Yin Long yang menyadari ada pergerakan seseorang mendekat ke arah mereka.


"Ini bisa gawat, Yin Long. Ambil cincin ini dan masukan hewan mistis itu ke dalamnya. Aku tidak bisa mendekati hewan mistis itu. Aku percaya padamu." Yan Sheng melepaskan cincin ruang kepada Yin Long.


"Baiklah, Tuan. Kau tunggu di sini dan kau cepatlah makan itu." Yin Long menerima cincin pemberian Yan Sheng dan langsung melesat ke arah hewan mistis yang telah mati dan langsung memasukannya ke dalam cincin.


Sementara Yan Sheng tertawa terkekeh karena mendengar perkataan Yin Long. Bagi Yin Long yang merupakan bangsa naga, memang tidak perlu mengolah lagi apa yang didapat. Jika menemukan mustika itu, langsung bisa dimakan tanpa menimbulkan efek samping.


Karena Yan Sheng adalah manusia biasa, dia tidak sebodoh itu. Ia pun menyimpan mustika itu di tempat yang aman. Ia tidak ingin kehilangan momen dirinya memiliki kekuatan baru yang belum pernah ia dapat sebelumnya.


Yin Long segera memasukan tubuh hewan mistis ke dalam cincin lalu kembali kepada Yan Sheng. Dan pada saat itu datang beberapa pendekar yang tengah mencari keberadaan hewan mistis tersebut. Kebetulan mereka melihat Yin Long dan Yan Sheng. Yin Long yang menyadari itu langsung memakai cincin ruang dan menyembunyikannya dari mereka.


"Hei, apa kalian melihat kucing ekor api di sekitar sini?" tanya seorang pria kepada Yan Sheng dan Yin Long. Dan melihat keduanya terlihat habis bertarung.

__ADS_1


"Kucing besar itu? Kulihat dia berada di sana. Kurasa teman kami sedang dikejar-kejar monster besar itu," jawab Yan Sheng berbohong. Ia tidak ingin membuat mereka mencurigainya dan Yin Long.


Saat Yin Long hendak mengatakan hal yang sebenarnya, Yan Sheng langsung mendekap mulutnya. Gadis itu tidak tahu mengapa saat dirinya hendak berkata, mereka mendapatkan hewan mistis tersebut. Untung saja Yan Sheng bisa bergerak cepat meski sudah kehilangan banyak kekuatan.


"Apa yang kamu katakan? Jangan kasih tahu mereka yang sebenarnya. Kau ingat, mereka bisa membunuh kita." Yan Sheng berbisik pada Yin Long yang langsung mengangguk karena mengerti.


"Apa yang kalian bisikan? Apa kalian mencoba membohongi kami? Apakah kalian berniat mendapatkan kucing ekor api itu? Kalau begitu, akan ku pastikan kalian mati mengenaskan di sini." Pria itu bahkan telah menarik pedangnya dari sarungnya. Hendak menebas Yan Sheng dan Yin Long.


"Ah, maaf-maaf. Kami tidak tertarik dengan hewan mistis itu. Kami bisa kabur saja sudah sangat bersyukur. Kami juga mengalami luka berat saat mencoba lari darinya." Yan Sheng terus mengatakan kebohongan agar mereka tidak mengganggunya lagi.


"Baiklah, kurasa kalian juga terlalu lemah untuk berurusan dengan hewan mistis itu. Melihat kalian selamat saja sudah sangat beruntung. Kalau begitu, terima kasih informasinya. Kami akan mendapatkan atribut api untuk menjadi Alkemis hebat."


Kepergian para pendekar membuat Yan Sheng dan Yin Long lebih tenang. Mereka bisa beristirahat dengan tenang beberapa saat. Gadis itu mengingat cincin ruang dan memberikannya pada tuannya.


"Tuan, ini cincinmu. Huh, aku sudah sangat lapar tapi tidak bisa mengeluarkan kucing mistis itu, kan?" Yin Long memegangi perutnya yang sudah lapar. Karena sudah banyak makanan tercerna dikeluarkan tadi pagi.


"Kau sudah lapar? Kita tetap bisa makan pagi ini. Kalau begitu, kita pastian orang-orang itu lebih jauh lagi. Tunggu beberapa saat dan aku akan mencari kayu bakar. Kamu makan apa yang ada dulu." Yan Sheng mengeluarkan buah yang disimpan di cincin ruang.


"Ah, buah. Terima kasih, Tuan." Yin Long segera mengambil buah itu dan memakannya dengan santai. Ia duduk di akar pohon yang menjulang ke atas.

__ADS_1


Sementara Yan Sheng meloncat ke atas dan menebang pohon yang sudah kering. Langsung saja ia memotong kayu kering tersebut. Dan membawanya di depan Yin Long. Setelah mendapatkan kayu bakar yang cukup banyak, ia memotongnya agar lebih mudah dibakar.


"Yin Long, kau coba bakar kayu ini dengan apimu. Aku akan memotong daging hewan mistis ini." Yan Sheng mengeluarkan kucing ekor api yang sudah mati dan memotong-motong dagingnya. Juga menggunakan Pedang Safir Langit karena ukurannya terlalu besar.


Yin Long tentu sangat senang ketika harus membakar daging yang sangat besar itu. Sementara Yan Sheng menyimpan cakar kucing berekor api ke dalam cincin ruang miliknya. Setelah itu mencincang daging itu agar tidak terlihat seperti kucing ekor api.


"Kau bisa membakar dan memakannya sepuasnya. Kusarankan kau memakannya dalam bentuk naga. Itu bisa membuatmu makan lebih cepat dan banyak yang bisa ditampung. Jangan lupa untuk mempertahankan bentuk naga sampai mencerna semua daging yang kau makan. Setidaknya selama enam sampai delapan jam kau harus menjadi naga."


"Apa aku harus melepas kalian terlebih dahulu? Baiklah, aku akan membakar ini terlebih dahulu. Lalu aku akan makan semuanya." Yin Long tidak ambil pusing dan membakar kayu itu dengan nafas api yang keluar dari mulutnya.


"Gulungan mantra! Formasi kekosongan." Yan Sheng mengeluarkan gulungan mantra dan segera mengaktifkan formasi dari gambar yang keluar dari gulungan.


Munculah lingkaran sihir yang membuat area sekitarnya bersinar. Mereka sekarang sudah tidak bisa dilihat dari luar. Meski mereka mendatangi tempat itu, Yan Sheng dan Yin Long hanya seperti roh yang tidak terlihat sama sekali.


Gulungan mantra milik Yan Sheng memang sudah disiapkan untuk berkultivasi menembus ranah yang lebih tinggi. Setelah mengeluarkan gulungan yang sangat berharga, membuatnya akan menyesal seumur hidup jika tidak bisa memperoleh keuntungan.


"Apapun yang terjadi, jangan sampai keluar dari formasi ini. Sampai makanan yang kamu makan tercerna semuanya. Aku akan berkultivasi di sini. Semoga saja bisa meningkatkan kultivasiku. Semua daging yang kau bakar, buatmu semua aku sudah makan barusan. Juga dengan ini ...."


Yan Sheng mengeluarkan mustika kucing ekor api. Ia menyerap kekuatannya dengan cara menaruh di depan tempat duduknya. Setelah beberapa waktu, mustika kucing mistis terbang ke depan dahinya. Lalu masuk ke dalamnya secara perlahan.

__ADS_1


***


__ADS_2